Interkoneksi Listrik China-Laos 500 kV Resmi Terhubung Secara Fisik

Jumat, 06 Februari 2026 | 11:39:15 WIB
Interkoneksi Listrik China-Laos 500 kV Resmi Terhubung Secara Fisik

JAKARTA - Kerja sama strategis di kawasan Lancang-Mekong memasuki babak baru yang krusial bagi ketahanan energi lintas negara. Melalui pencapaian teknis di wilayah perbatasan, visi untuk membangun jaringan listrik yang terintegrasi dan berkelanjutan kini telah menjadi kenyataan fisik. Proyek ini tidak hanya sekadar menghubungkan kabel transmisi, tetapi juga merajut komitmen antara dua negara dalam mengoptimalkan potensi energi bersih demi pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan pelestarian lingkungan.

Seiring rampungnya penyambungan konduktor transmisi di udara di perbatasan antara Mohan di Provinsi Yunnan, China, dan Boten di Laos, jalur transmisi proyek interkoneksi listrik 500 kilovolt (kV) China-Laos pada ruas China dan Laos berhasil terhubung secara fisik pada Kamis (5/2). Pencapaian ini menandai jalur transmisi proyek tersebut, baik di dalam negeri maupun lintas negara, telah sepenuhnya terhubung.

Investasi Bersama dan Panjang Jalur Lintas Negara

Pembangunan infrastruktur raksasa ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara dua entitas energi nasional yang saling berbagi beban investasi dan pengerjaan konstruksi. Total panjang jalur proyek interkoneksi listrik 500 kV China-Laos mencapai 177,5 kilometer (km). Di antaranya, ruas China sepanjang 145 km dan ruas Laos sepanjang 32,5 km, masing-masing diinvestasikan serta dibangun oleh China Southern Power Grid dan perusahaan jaringan transmisi nasional Laos.

Distribusi Energi Bersih dan Kapasitas Transmisi Dua Arah

Kehadiran proyek ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi transisi energi di kawasan Asia Tenggara daratan. Setelah beroperasi, proyek ini diperkirakan memiliki kapasitas transmisi listrik dua arah sebesar 1,5 juta kilowatt dan mampu menyalurkan sekitar 3 miliar kilowatt-jam (kWh) energi bersih per tahun, menyediakan koridor hijau yang efisien bagi interkoneksi ketenagalistrikan dan penyaluran energi bersih di kawasan Lancang-Mekong. Efisiensi ini menjadi kunci dalam mendukung pengurangan emisi karbon di tingkat regional.

Inovasi Teknologi Canggih dalam Proses Konstruksi

Tantangan geografis di wilayah perbatasan yang ekstrem menuntut tim proyek untuk melahirkan metode konstruksi yang tidak biasa. Dalam proses konstruksi, tim proyek mendorong penerapan teknologi canggih yang inovatif dengan mengadopsi metode kolaborasi "helikopter + drone berukuran besar" untuk pengangkutan material lebih dari 5.000 ton, serta memperkenalkan peralatan pintar seperti pemindaian LiDAR, survei udara drone, tiang derek berayun berbasis darat, dan mesin penarikan-penegangan terintegrasi berbasis visual, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi konstruksi dan tingkat keselamatan kerja. Penggunaan peralatan pintar ini memastikan presisi tinggi di setiap jengkal pemasangan transmisi.

Komitmen Pelestarian Ekologi dan Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Di tengah pembangunan infrastruktur berskala besar, aspek keberlanjutan alam tetap menjadi prioritas utama guna meminimalisir jejak kerusakan lingkungan. Untuk melindungi lingkungan ekologi dan keanekaragaman hayati di sepanjang jalur itu, tim konstruksi menerapkan serangkaian langkah pengendalian yang terperinci. Kesadaran akan lingkungan ini tercermin dalam perubahan rute dan metode kerja yang jauh lebih efisien dibandingkan rencana awal.

Melalui optimalisasi konstruksi dan rute, panjang jalur berhasil dikurangi sejauh 6 km, jumlah jalur kabel gantung berkurang 15 unit, luas lahan sementara dipangkas lebih dari 80.000 meter persegi, volume penebangan pohon berkurang hingga lebih dari 83 persen, sebanyak 30.000 lebih pohon berhasil dipertahankan, dan gangguan konstruksi terhadap kawasan konservasi alam berkurang lebih dari 90 persen, sehingga mendorong kemajuan pembangunan proyek yang selaras dengan perlindungan ekologi. Capaian ini menjadi tolok ukur baru bagi proyek infrastruktur energi yang ramah lingkungan.

Simbol Kedekatan China-Laos dalam Inisiatif Sabuk dan Jalan

Integrasi jaringan listrik ini mempertegas bahwa konektivitas antara kedua negara telah melampaui sektor transportasi fisik seperti kereta api. Proyek interkoneksi jaringan listrik 500 kV China-Laos merupakan pencapaian simbolis lainnya dalam pendalaman kerja sama pragmatis serta pembangunan bersama Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra antara China dan Laos, menyusul keberhasilan jalur kereta China-Laos.

Pencapaian ini memperluas "konektivitas fisik" China-Laos dari sektor transportasi ke sektor energi, serta membantu memperdalam interkoneksi infrastruktur regional, serta mendorong optimalisasi struktur energi dan pembangunan yang bersih. Dengan terhubungnya jalur transmisi ini, China dan Laos kini memiliki fondasi yang kuat untuk saling menyuplai kebutuhan listrik darurat maupun komersial secara stabil, sekaligus mempercepat realisasi visi kawasan yang rendah karbon.

Terkini