Harga BBM Pertamina Turun Awal Februari 2026 Pertamax Resmi Dijual Rp11 Ribuan

Senin, 02 Februari 2026 | 10:45:45 WIB
Harga BBM Pertamina Turun Awal Februari 2026 Pertamax Resmi Dijual Rp11 Ribuan

JAKARTA - Awal Februari 2026 menjadi kabar yang cukup melegakan bagi masyarakat pengguna kendaraan bermotor.

 PT Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak atau BBM di seluruh SPBU Indonesia. Kali ini, arah penyesuaian bergerak positif karena sejumlah jenis BBM nonsubsidi mengalami penurunan harga, termasuk Pertamax yang kini dijual di kisaran Rp11 ribuan per liter di beberapa wilayah.

Penurunan harga BBM ini berlaku efektif mulai Senin, 2 Februari 2026, dan langsung berdampak pada konsumen di berbagai daerah. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari evaluasi rutin Pertamina dengan mempertimbangkan kondisi pasar global, harga minyak dunia, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Penyesuaian Harga Awal Bulan Februari

Memasuki bulan baru, Pertamina kembali menyesuaikan harga BBM sebagai bentuk respons terhadap tren energi global. Pada Februari 2026, tercatat ada lima jenis BBM nonsubsidi yang mengalami penurunan harga secara serentak. Kebijakan ini berlaku nasional, meskipun nominal penurunan dan harga akhir bisa berbeda di setiap provinsi.

Di Jawa Barat, misalnya, harga Pertamax turun sebesar Rp550 per liter, dari sebelumnya Rp12.350 menjadi Rp11.800 per liter. Penurunan ini menjadi perhatian publik karena Pertamax merupakan salah satu BBM yang paling banyak digunakan oleh masyarakat kelas menengah.

Daftar BBM yang Mengalami Penurunan Harga

Selain Pertamax, beberapa jenis BBM lain juga mengalami koreksi harga. Pertamax Turbo turun Rp700 dari harga sebelumnya Rp13.400 menjadi Rp12.700 per liter. Pertamax Green juga mencatat penurunan Rp700, dari Rp13.150 menjadi Rp12.450 per liter.

BBM jenis Dexlite ikut turun Rp250, dari Rp13.500 menjadi Rp13.250 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex atau Pertadex mengalami penurunan paling kecil, yakni Rp100 per liter, dari Rp13.600 menjadi Rp13.500 per liter. Penurunan ini menunjukkan adanya upaya menjaga keseimbangan harga BBM nonsubsidi agar tetap kompetitif.

Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

Berbeda dengan BBM nonsubsidi, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap di angka Rp6.800 per liter. Harga tersebut tidak berubah sejak penyesuaian terakhir yang dilakukan pemerintah pada 2022.

Stabilnya harga BBM subsidi dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Pemerintah dan Pertamina tetap menjaga keseimbangan antara keberlanjutan fiskal dan kebutuhan energi masyarakat luas.

Faktor Penentu Naik Turunnya Harga BBM

Penurunan harga BBM pada Februari 2026 ini tidak lepas dari beberapa faktor utama. Pertamina menjadikan tren harga rata-rata minyak dunia sebagai acuan utama, di samping nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ketika harga minyak global menunjukkan kecenderungan stabil atau menurun, ruang untuk menurunkan harga BBM di dalam negeri menjadi lebih terbuka.

Selain itu, kebijakan penyesuaian harga BBM merupakan kewenangan Pertamina bersama pemerintah. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan harga yang ditetapkan tetap rasional, transparan, dan sesuai dengan kondisi pasar energi internasional.

Perbedaan Harga Antarwilayah Indonesia

Meski jenis BBM dan kebijakan penurunan sama, harga BBM Pertamina tidak seragam di seluruh Indonesia. Faktor distribusi, kondisi geografis, serta status wilayah tertentu seperti Free Trade Zone menyebabkan adanya perbedaan harga antarprovinsi.

Sebagai contoh, harga Pertamax di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur berada di angka Rp11.800 per liter. Sementara di Aceh, harga Pertamax tercatat Rp12.100 per liter, dan di Papua dijual Rp12.000 per liter. Perbedaan ini merupakan hal yang lazim dalam sistem distribusi BBM nasional.

Imbauan Cek Harga BBM Secara Berkala

Dengan adanya penyesuaian harga BBM, masyarakat diimbau untuk rutin mengecek informasi resmi terkait harga terbaru. Pertamina menyediakan kanal informasi melalui aplikasi MyPertamina dan situs resmi agar konsumen dapat mengetahui harga BBM sesuai wilayah masing-masing.

Langkah ini penting agar masyarakat tidak salah informasi, mengingat perubahan harga bisa terjadi sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global. Transparansi harga juga diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kebijakan energi nasional.

Secara keseluruhan, penurunan harga BBM Pertamina pada awal Februari 2026 menjadi angin segar bagi masyarakat. Turunnya harga Pertamax dan sejumlah BBM nonsubsidi lain diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global yang masih dinamis.

Terkini