Drama Liga Champions Berakhir Liverpool Mengamuk Arsenal Perkasa Real Madrid Tersandung

Kamis, 29 Januari 2026 | 09:39:47 WIB
Drama Liga Champions Berakhir Liverpool Mengamuk Arsenal Perkasa Real Madrid Tersandung

JAKARTA - Fase liga Liga Champions musim 2025/2026 akhirnya menutup tirainya setelah rangkaian pertandingan terakhir digelar serentak pada Kamis dini hari WIB. 

Matchday pamungkas menjadi penentu akhir nasib klub-klub elite Eropa, sekaligus menegaskan kerasnya persaingan sejak kompetisi ini menggunakan format baru.

Ketegangan terasa hingga menit akhir di berbagai stadion. Tidak sedikit tim yang harus menunggu hasil laga lain sebelum memastikan posisi mereka di klasemen akhir. Dalam atmosfer penuh tekanan tersebut, beberapa klub justru tampil meyakinkan, sementara raksasa lain tergelincir di momen krusial.

Arsenal dan Liverpool menjadi dua tim yang mencuri perhatian. The Gunners menutup fase liga dengan rekor sempurna, sedangkan Liverpool berpesta gol di hadapan pendukungnya sendiri. Di sisi lain, Real Madrid harus menerima kenyataan pahit setelah tumbang di kandang Benfica.

Hasil-hasil ini bukan sekadar angka di papan skor. Peta persaingan menuju fase gugur pun terbentuk, dengan sebagian tim melaju langsung ke babak 16 besar dan sisanya harus melewati jalur play-off yang lebih berisiko.

Matchday Penentu Nasib Klub Eropa

Matchday 8 menjadi klimaks dari fase liga yang sarat kejutan. Format baru membuat setiap poin sangat berharga, sehingga kesalahan kecil bisa berujung pada perubahan besar di klasemen akhir. Situasi ini terasa jelas pada laga-laga terakhir yang berlangsung dramatis.

Sejumlah tim papan atas berhasil mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar. Namun, ada pula klub besar yang harus puas turun peringkat dan menghadapi tantangan tambahan di babak play-off. Ketatnya persaingan membuat Liga Champions musim ini terasa berbeda.

Keputusan lolos atau tidak lolos baru benar-benar dipastikan setelah peluit panjang dibunyikan. Kondisi tersebut menambah ketegangan, baik bagi pemain di lapangan maupun para pendukung yang menyaksikan dari tribun dan layar kaca.

Dari seluruh laga, penampilan Liverpool, Arsenal, dan hasil mengejutkan yang dialami Real Madrid menjadi sorotan utama publik sepak bola Eropa.

Liverpool Mengamuk di Anfield

Liverpool tampil tanpa kompromi saat menjamu Qarabag di Anfield. Bermain di hadapan pendukung sendiri, The Reds langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak menit awal dan tidak memberi ruang bagi tim tamu untuk berkembang.

Alexis Mac Allister menjadi salah satu aktor utama dengan mencetak dua gol pada menit ke-15 dan 61’. Empat gol lainnya lahir dari kaki Florian Wirtz pada menit ke-21, Mohamed Salah menit ke-50, Hugo Ekitike menit ke-57, serta Federico Chiesa yang menutup pesta gol di menit ke-90.

Dominasi Liverpool terlihat jelas sepanjang pertandingan. Variasi serangan dan efektivitas penyelesaian akhir membuat Qarabag kesulitan keluar dari tekanan. Kemenangan telak ini menegaskan kekuatan skuad asuhan Arne Slot.

Tambahan tiga poin membuat Liverpool finis di peringkat ketiga klasemen akhir dengan total 18 poin. Posisi tersebut cukup untuk mengantar mereka lolos otomatis ke babak 16 besar tanpa harus melewati play-off.

Arsenal Tuntaskan Fase Liga Tanpa Cela

Arsenal mencatatkan pencapaian istimewa dengan menyapu bersih seluruh laga fase liga. Pada pertandingan terakhir, The Gunners menaklukkan Kairat Almaty dengan skor tipis 3-2 di Emirates Stadium.

Gol-gol Arsenal dicetak oleh Viktor Gyokeres pada menit ke-2, Kai Havertz menit ke-15, dan Gabriel Martinelli menit ke-36. Ketiganya memastikan Arsenal unggul sebelum laga memasuki fase akhir yang menegangkan.

Kairat sempat memberikan perlawanan lewat penalti Jorginho pada menit ke-7 serta gol Ricardinho di menit 90+4’. Namun, usaha tersebut tidak cukup untuk menggagalkan kemenangan tuan rumah.

Hasil ini membuat Arsenal mengoleksi poin sempurna, yakni 24 poin dari delapan pertandingan. Konsistensi tersebut menempatkan mereka di puncak klasemen dan menjadi salah satu kandidat kuat juara musim ini.

Real Madrid Tergelincir di Lisbon

Kejutan besar terjadi saat Real Madrid bertandang ke markas Benfica. Los Blancos gagal mengamankan hasil positif dan harus menerima kekalahan yang berdampak signifikan pada posisi mereka di klasemen akhir.

Hasil negatif ini membuat Real Madrid gagal menembus delapan besar fase liga. Sebuah pencapaian yang tidak biasa bagi klub dengan sejarah panjang dan prestasi gemilang di Liga Champions.

Kekalahan tersebut menunjukkan bahwa format baru kompetisi benar-benar menuntut konsistensi di setiap pertandingan. Tidak ada lagi ruang aman bagi tim besar untuk lengah, bahkan di satu laga sekalipun.

Bagi Real Madrid, hasil ini menjadi peringatan keras menjelang fase gugur. Mereka harus segera berbenah jika ingin tetap bersaing di level tertinggi Eropa.

Peta Persaingan Menuju Fase Gugur

Berakhirnya fase liga menandai dimulainya babak baru dalam perburuan trofi Liga Champions. Tim-tim yang finis di posisi teratas berhak melaju langsung ke babak 16 besar dengan keuntungan waktu dan tenaga.

Sementara itu, klub-klub yang berada di peringkat menengah harus melalui jalur play-off. Babak ini dikenal penuh tekanan karena setiap kesalahan bisa berujung pada eliminasi lebih cepat.

Hasil Matchday 8 memperlihatkan betapa tipisnya jarak kualitas antar tim. Kemenangan besar, rekor sempurna, hingga kekalahan mengejutkan menjadi bagian dari narasi kompetisi musim ini.

Dengan drama yang telah tersaji sejak fase liga, persaingan di babak gugur dipastikan akan semakin panas. Liga Champions 2025/2026 pun menjanjikan kelanjutan cerita yang tidak kalah mendebarkan.

Terkini