JAKARTA - Persib Bandung bersiap menapaki fase krusial dalam perjalanan mereka di pentas Asia.
Setelah tampil meyakinkan di fase grup, Maung Bandung memastikan diri lolos ke babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026. Capaian ini menjadi sinyal bahwa Persib tidak sekadar numpang lewat, melainkan siap bersaing dengan klub-klub kuat kawasan.
Babak gugur selalu menghadirkan tekanan berbeda. Setiap kesalahan bisa berujung kegagalan, sementara konsistensi dan mental bertanding menjadi kunci. Persib pun dihadapkan pada tantangan berat ketika harus berjumpa wakil Thailand, Ratchaburi FC, yang dikenal memiliki disiplin permainan dan pengalaman di level Asia.
Dua leg pertandingan telah menanti dengan jarak waktu yang singkat. Persib harus cermat mengatur strategi, rotasi pemain, dan kondisi fisik agar mampu tampil maksimal baik saat laga tandang maupun ketika bermain di hadapan publik sendiri.
Persib menatap fase gugur dengan ambisi besar
Keberhasilan Persib melaju ke babak 16 besar AFC Champions League Two bukanlah hasil instan. Sejak awal fase grup, skuad asuhan Bojan Hodak menunjukkan konsistensi permainan dan mental bertanding yang solid. Dominasi di Grup G menjadi bukti kesiapan Maung Bandung menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi.
Persib menutup fase grup sebagai pemuncak klasemen dengan raihan 13 poin dari enam pertandingan. Catatan tersebut lahir dari kombinasi permainan kolektif yang rapi, disiplin bertahan, serta efektivitas saat menyerang. Modal ini diharapkan bisa terus terjaga saat memasuki fase gugur.
Partisipasi Persib di kompetisi Asia juga membawa harapan besar bagi sepak bola Indonesia. Setiap langkah yang diambil Maung Bandung menjadi representasi kualitas klub Tanah Air di level internasional, sekaligus peluang mencetak sejarah baru.
Ratchaburi FC jadi ujian wakil Thailand
Di babak 16 besar, Persib dipastikan bertemu Ratchaburi FC, klub asal Thailand yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pertemuan dua tim Asia Tenggara ini diprediksi berjalan sengit, mengingat keduanya sama-sama memiliki karakter permainan yang kuat dan agresif.
Ratchaburi FC dikenal solid dalam organisasi permainan dan kerap menyulitkan lawan saat bermain di kandang. Bagi Persib, laga tandang ke Thailand akan menjadi ujian awal untuk mengukur kesiapan mental dan taktik tim dalam atmosfer kompetisi Asia.
Duel ini juga menjadi ajang pembuktian gengsi antarwakil kawasan. Persib harus mampu menunjukkan bahwa mereka layak melangkah lebih jauh, bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai penantang serius di AFC Champions League Two.
Jadwal resmi leg pertama dan leg kedua
Konfederasi Sepak Bola Asia telah menetapkan jadwal resmi babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026. Pengundian yang dilakukan pada 30 Desember 2025 di AFC House, Kuala Lumpur, memastikan Persib menghadapi Ratchaburi FC dalam format dua leg.
Leg pertama dijadwalkan berlangsung pada 11 Februari 2026. Pada pertandingan ini, Persib akan bertandang ke Stadion Ratchaburi, Thailand. Laga tandang ini menjadi sangat krusial karena hasilnya akan menentukan posisi Persib sebelum menjalani leg penentuan.
Sementara itu, leg kedua akan digelar pada 18 Februari 2026. Persib akan menjamu Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung. Bermain di kandang sendiri, Persib diharapkan mampu memaksimalkan dukungan Bobotoh untuk mengamankan tiket ke perempat final.
Dukungan Bobotoh dan faktor kandang
Bermain di GBLA pada leg kedua menjadi keuntungan tersendiri bagi Persib Bandung. Dukungan puluhan ribu Bobotoh dikenal mampu menghadirkan tekanan besar bagi tim tamu, sekaligus memompa semangat para pemain Maung Bandung di lapangan.
Atmosfer kandang sering kali menjadi pembeda dalam pertandingan fase gugur. Persib berharap energi positif dari tribun bisa menjadi faktor tambahan untuk menutup duel dua leg ini dengan hasil manis.
Namun, keuntungan kandang harus diimbangi dengan kesiapan mental. Persib dituntut tampil disiplin dan tidak terbawa emosi, mengingat satu kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap agregat keseluruhan.
Tantangan jadwal padat dan harapan tim
Menjelang babak 16 besar AFC Champions League Two, Persib juga dihadapkan pada padatnya jadwal kompetisi domestik. Hal ini menjadi perhatian serius tim pelatih, mengingat rotasi dan kondisi fisik pemain akan sangat menentukan performa di Asia.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, secara terbuka berharap adanya penyesuaian jadwal di BRI Super League agar timnya bisa fokus penuh menghadapi laga penting di ACL Two. Menurutnya, konsentrasi dan kebugaran pemain menjadi faktor utama untuk bersaing di level internasional.
Optimisme tetap terjaga di dalam tim. Beberapa pemain, termasuk Julio Cesar, menyatakan keyakinan bahwa Persib memiliki kapasitas untuk melangkah ke babak delapan besar. Dengan persiapan matang dan kerja keras kolektif, Maung Bandung berharap mampu melewati rintangan Ratchaburi FC dan melanjutkan perjalanan bersejarah mereka di AFC Champions League Two 2025/2026.