Arsenal Tumbang di Emirates, Manchester United Bangkit Perkasa Ubah Arah Pertandingan

Senin, 26 Januari 2026 | 09:58:41 WIB
Arsenal Tumbang di Emirates, Manchester United Bangkit Perkasa Ubah Arah Pertandingan

JAKARTA - Kejutan besar terjadi di Emirates Stadium ketika Arsenal harus menelan kekalahan pahit dari Manchester United pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026. 

Bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh publik London Utara, The Gunners justru gagal mempertahankan kendali permainan dan harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor tipis 2-3. Hasil ini terasa menyakitkan karena Arsenal sempat memegang momentum dan hampir mengamankan setidaknya satu poin.

Laga berjalan penuh tensi sejak menit awal. Arsenal tampil percaya diri dan agresif, mencoba mendikte permainan melalui penguasaan bola dan pressing tinggi. Namun, Manchester United menunjukkan karakter kuat dengan respons cepat setiap kali berada di bawah tekanan. Pertandingan ini menjadi cerminan betapa tipisnya margin kesalahan di level tertinggi Liga Inggris.

Kekalahan ini membuat Arsenal harus melakukan evaluasi mendalam, terutama dalam menjaga konsistensi performa selama 90 menit. Kapten tim Martin Odegaard pun secara terbuka mengakui bahwa timnya kehilangan momentum di saat krusial, sesuatu yang langsung dimanfaatkan Manchester United untuk membalikkan keadaan.

Awal meyakinkan Arsenal di hadapan publik sendiri

Arsenal sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup menjanjikan. Mereka mampu menguasai bola dan menekan pertahanan Manchester United sejak menit-menit awal. Upaya tersebut berbuah hasil pada menit ke-29, ketika gol bunuh diri Lisandro Martinez membawa The Gunners unggul lebih dulu. Gol itu semakin membakar semangat Arsenal untuk terus menekan dan memperbesar keunggulan.

Di babak pertama, Arsenal terlihat lebih tenang dalam membangun serangan. Kombinasi lini tengah berjalan cukup rapi, sementara lini belakang relatif disiplin dalam meredam serangan balik MU. Banyak pihak menilai Arsenal berada di jalur yang tepat untuk mengamankan kemenangan penting di kandang sendiri.

Namun, keunggulan tersebut ternyata belum cukup untuk menjamin hasil akhir. Manchester United mulai menemukan celah dan perlahan menggeser momentum pertandingan, memaksa Arsenal bekerja lebih keras dalam bertahan.

Respons cepat Manchester United yang mengubah jalannya laga

Tertinggal satu gol tidak membuat Manchester United panik. Tim tamu justru tampil lebih agresif dan berani mengambil risiko. Usaha tersebut membuahkan hasil ketika Bryan Mbeumo mencetak gol penyeimbang pada menit ke-37. Gol ini menjadi titik balik penting yang mengubah dinamika pertandingan.

Memasuki babak kedua, Manchester United tampil lebih percaya diri. Patrick Dorgu mencetak gol pada menit ke-50, membuat MU berbalik unggul 2-1. Arsenal yang sebelumnya dominan mendadak kehilangan kendali permainan dan tampak kesulitan merespons tekanan intens dari lawan.

Perubahan momentum ini menjadi sorotan utama dalam laga. Arsenal terlihat goyah, sementara Manchester United semakin solid dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Harapan Arsenal yang sempat kembali menyala

Di saat laga tampak akan berakhir untuk kemenangan Manchester United, Arsenal menunjukkan karakter pantang menyerah. Mikel Merino berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-84, menghidupkan kembali harapan tuan rumah untuk setidaknya mengamankan satu poin penting.

Gol tersebut disambut sorak sorai pendukung Arsenal yang kembali percaya bahwa tim kesayangan mereka mampu menutup laga dengan hasil positif. Momentum seolah kembali berpihak pada The Gunners, yang mulai meningkatkan intensitas serangan.

Namun, kegembiraan itu ternyata hanya bertahan singkat. Manchester United kembali menunjukkan efektivitas luar biasa dalam memanfaatkan situasi krusial, sebuah kualitas yang kerap menjadi pembeda di pertandingan besar.

Gol penentu dan kekecewaan di menit akhir

Hanya tiga menit setelah gol penyama kedudukan Arsenal, Manchester United mencetak gol penentu kemenangan melalui Matheus Cunha pada menit ke-87. Gol ini seakan mematikan harapan Arsenal dan membuat Emirates Stadium terdiam.

Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan karena terjadi di momen ketika Arsenal baru saja bangkit. Kegagalan menjaga konsentrasi di menit-menit akhir menjadi faktor utama yang harus dievaluasi oleh tim asuhan Mikel Arteta.

Hasil ini tidak menggeser Arsenal dari puncak klasemen Liga Inggris, namun menjadi peringatan keras bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam perburuan gelar.

Odegaard menyoroti kesalahan dan hilangnya momentum

Sebagai kapten tim, Martin Odegaard tidak menutupi kekecewaannya seusai laga. Ia menilai performa Arsenal belum cukup baik untuk mengamankan hasil maksimal, terutama dalam mengelola momentum permainan.

“Penampilan kami tidak cukup baik dan kami perlu waktu untuk menganalisisnya. Kami seharusnya bisa bermain lebih baik, tetapi sekarang adalah saatnya untuk semakin bersatu, terus bekerja, saling mendorong, dan bangkit,” tutur Martin Odegaard kepada Sky Sports.

Odegaard menegaskan bahwa Arsenal sebenarnya tampil lebih baik di babak pertama, tetapi kesalahan-kesalahan sendiri menjadi faktor yang merugikan tim. “Di babak pertama kami adalah tim yang lebih baik, mencetak gol, dan mengontrol permainan, tetapi terlalu banyak kehilangan bola. Kami berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, tetapi mereka langsung mencetak gol setelah itu,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti perubahan momentum di babak kedua yang membuat Arsenal kehilangan kendali. “Liga ini tidak pernah mudah, kami tahu itu. Saya pikir kami sudah mempersiapkan diri dengan baik dan memulai laga dengan bagus, tetapi di babak kedua momentumnya sedikit berubah,” ucap Odegaard.

Meski kecewa, Odegaard menegaskan bahwa Arsenal harus segera bangkit dan menatap laga berikutnya dengan fokus penuh. “Penampilan kami jelas harus lebih baik dan kami harus mengambil pelajaran dari laga ini. 

Setiap pertandingan adalah tantangan besar dan ini bagian dari sepak bola. Kami masih berada di puncak klasemen, jadi kami harus terus melaju dan bangkit secepat mungkin, itu satu-satunya obat,” tegasnya.

Terkini