JAKARTA - Spekulasi masa depan Andy Robertson kembali mencuat dan menjadi sorotan besar di Liverpool.
Di tengah rumor ketertarikan Tottenham Hotspur, kapten The Reds Virgil van Dijk tampil ke depan dengan pernyataan tegas. Ia menegaskan keinginannya agar bek kiri asal Skotlandia tersebut tetap bertahan di Anfield, karena perannya dinilai masih sangat penting bagi tim, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Isu ini muncul pada momen yang sensitif bagi Liverpool. Kontrak Robertson akan berakhir pada musim panas mendatang, sementara menit bermainnya mulai berkurang. Situasi tersebut membuat masa depan sang wakil kapten menjadi tanda tanya, terlebih ketika klub lain mulai membuka komunikasi untuk memboyongnya pergi.
Penegasan Van Dijk soal peran vital Robertson
Virgil van Dijk tidak menyembunyikan pandangannya terkait Andy Robertson. Sebagai kapten tim, ia menilai Robertson masih merupakan figur penting dalam skuad Liverpool. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa keberadaan Robertson tidak hanya diukur dari performa di lapangan, tetapi juga pengaruhnya di ruang ganti.
“Dia wakil kapten saya,” ujar Van Dijk. “Robbo adalah anggota tim yang sangat penting dan saya ingin dia tetap bertahan. Tapi, apa pun yang terjadi, kita lihat saja nanti,” ucapnya. Kalimat tersebut mencerminkan harapan besar sekaligus realitas sepak bola modern yang penuh ketidakpastian.
Van Dijk juga memilih berhati-hati ketika diminta membahas kemungkinan kepergian Robertson. Ia menegaskan baru akan berbicara lebih jauh jika kepindahan tersebut benar-benar terjadi, menunjukkan rasa hormat terhadap rekan setimnya itu.
Spekulasi transfer dan sikap tertutup Liverpool
Rumor ketertarikan Tottenham Hotspur terhadap Andy Robertson semakin menguat setelah muncul kabar pembicaraan awal dengan Liverpool. Dengan kontrak yang tersisa beberapa bulan, peluang hengkang memang terbuka, meski belum ada kepastian konkret.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, memilih bersikap tertutup terkait isu transfer tersebut. Ia menegaskan tidak akan membahas urusan bursa pemain di depan publik. “Apakah saya pernah berbicara soal transfer di depan mikrofon ini? Jawaban saya selalu sama, dan memang membosankan: kami tidak membicarakan transfer di depan publik,” katanya.
Sikap ini menunjukkan kehati-hatian klub dalam menangani situasi sensitif, terutama ketika menyangkut pemain senior yang memiliki peran penting dalam perjalanan Liverpool selama beberapa tahun terakhir.
Perjalanan panjang Robertson bersama The Reds
Andy Robertson bergabung dengan Liverpool dari Hull City pada 2017 dengan nilai transfer yang relatif rendah, yakni 8 juta paun. Sejak itu, ia menjelma menjadi salah satu bek kiri terbaik di dunia dan pilar utama di era kepelatihan Jurgen Klopp.
Selama berseragam The Reds, Robertson telah mencatatkan 364 penampilan dan mengoleksi sembilan trofi bergengsi. Di antaranya dua gelar Liga Inggris dan satu Liga Champions, pencapaian yang menegaskan kontribusinya dalam periode tersukses Liverpool era modern.
Pengalaman dan mentalitas juara tersebut membuat Robertson dihormati di ruang ganti. Tak heran jika Van Dijk dan manajemen klub memandangnya sebagai aset berharga, meski situasi saat ini tidak sepenuhnya berpihak kepadanya.
Menit bermain berkurang dan dilema pribadi
Musim ini, peran Robertson tidak lagi sepenuhnya sebagai pilihan utama. Ia baru empat kali tampil sebagai starter di Liga Inggris. Pada laga melawan Bournemouth, Robertson bahkan harus memulai pertandingan dari bangku cadangan sebelum masuk pada awal babak kedua menggantikan Milos Kerkez.
Berkurangnya menit bermain memunculkan dilema bagi Robertson, terutama menjelang Piala Dunia 2026. Sebagai pemain berpengalaman, ia tentu ingin tampil reguler demi menjaga performa dan peluangnya di level internasional.
Ketika ditanya apakah Robertson akan tetap berada di Anfield untuk laga Liga Champions melawan Qarabag, Van Dijk hanya menjawab singkat, “Itu bukan urusan saya, kan?” Jawaban tersebut menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan klub dan sang pemain.
Keterbatasan opsi dan kebutuhan skuad Liverpool
Situasi Liverpool belakangan juga menyoroti minimnya kedalaman skuad. Kekalahan dari Bournemouth memperlihatkan betapa rapuhnya lini belakang ketika beberapa pemain mengalami cedera atau kelelahan.
Joe Gomez harus ditarik keluar karena cedera, sementara Kerkez digantikan Robertson saat jeda. Di sisi kanan, Jeremie Frimpong juga ditarik keluar sebelum satu jam pertandingan berjalan. Bahkan, Arne Slot sempat memainkan dua gelandang, Dominik Szoboszlai dan Ryan Gravenberch, di lini belakang bersama Van Dijk dan Robertson.
Kondisi tersebut memperkuat argumen bahwa melepas Robertson pada bursa transfer Januari akan menjadi keputusan yang berisiko, mengingat padatnya jadwal di Liga Champions dan Piala FA.
Bukan keputusan ideal bagi Liverpool
Bagi Direktur Olahraga Liverpool, Richard Hughes, dilema terbesar adalah apakah layak melepas figur penting di ruang ganti demi biaya transfer yang relatif kecil. Opsi memulangkan Kostas Tsimikas dari masa peminjaman di AS Roma memang ada, tetapi solusi tersebut dinilai belum sepenuhnya menjawab masalah.
“Saya membutuhkan semua pemain saya,” ujar Slot, menegaskan kebutuhan tim akan kedalaman skuad. Masuknya Robertson pada awal babak kedua melawan Bournemouth menjadi sinyal kuat bahwa perannya masih dibutuhkan.
Pada akhirnya, Robertson memang menginginkan menit bermain reguler, sementara Liverpool harus menjaga stabilitas tim di tengah persaingan ketat. Dengan realitas tersebut, melepas Andy Robertson pada bursa transfer Januari dinilai bukan langkah terbaik bagi Liverpool, baik dari sisi teknis maupun nonteknis.