Multifinance Alihkan Fokus ke Pembiayaan UMKM di Tengah Penurunan Pasar Otomotif
- Jumat, 21 Februari 2025
JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) melihat peluang besar dalam pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seiring dengan melemahnya pasar otomotif. Selama ini, industri pembiayaan sangat bergantung pada kredit kendaraan bermotor untuk pertumbuhan. Namun, dengan penurunan penjualan mobil dan motor, sektor UMKM menjadi alternatif yang menjanjikan.
Ketua APPI, Suwandi Wiratno, mengungkapkan bahwa sektor UMKM dapat memanfaatkan produk pembiayaan multiguna, di mana pelaku usaha dapat mengajukan pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan guna memperoleh modal usaha. “Ketika penjualan kendaraan bermotor sedang lesu, ini menjadi peluang bagi kami,” ujar Suwandi pada Kamis (20/2/2025).
Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa total penjualan mobil secara wholesales pada Januari 2025 mencapai 61.843 unit, turun 11,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan ritel turun lebih drastis, sebesar 18,6% year-on-year (yoy) menjadi 63.858 unit. Tren serupa terjadi di pasar sepeda motor, di mana Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan domestik pada Januari 2025 mencapai 557.191 unit, turun 5,98% yoy dari 592.658 unit pada Januari 2024.
Baca JugaPrediksi UFC Fight Night: Mario Bautista vs Vinicius Oliveira di Kelas Bantam
Dari sisi pembiayaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa piutang multifinance untuk kendaraan baru tumbuh 6,4% yoy per November 2024. Namun, pertumbuhan ini masih jauh lebih kecil dibandingkan pembiayaan untuk sektor usaha yang melonjak 53,9% yoy.
Suwandi menjelaskan bahwa sejak pandemi COVID-19, banyak keluarga, terutama ibu rumah tangga, memulai bisnis online yang memerlukan tambahan modal kerja, sehingga permintaan pembiayaan di segmen UMKM meningkat. Per November 2024, pembiayaan multifinance untuk UMKM tercatat tumbuh 2,8% yoy. Namun, jika dirinci, pembiayaan untuk usaha kecil dan menengah mengalami pertumbuhan lebih signifikan, masing-masing sebesar 13,3% dan 27,4% yoy.
Pertumbuhan kredit UMKM di multifinance bahkan lebih tinggi dibandingkan perbankan. Pada Desember 2024, kredit perbankan untuk UMKM hanya tumbuh 3%, menjadikannya pertumbuhan terendah sepanjang tahun tersebut. Menurut Suwandi, industri perbankan dan multifinance memiliki segmentasi tersendiri dalam pembiayaan UMKM. “Segmen UMKM itu luas. Multifinance lebih fokus pada usaha mikro, di mana pinjaman biasanya dijamin dengan BPKB kendaraan, sementara bank cenderung tidak bermain di segmen ini,” jelasnya.
Dengan kondisi pasar otomotif yang melemah, industri multifinance semakin gencar mencari peluang di sektor UMKM sebagai strategi pertumbuhan di tengah perubahan dinamika ekonomi.
Afied
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Real Madrid Cari Pengganti Modric-Kroos, Mac Allister Jadi Target Utama
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Hadapi Valencia, Arbeloa Soroti Masalah Konsistensi Pemain
- Jumat, 06 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Dana Enam Miliar Dolar Demi Kebangkitan Industri Tekstil Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Jamu Indonesia Kuat dalam Budaya dan Berpeluang Besar Menggerakkan Ekonomi Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026












