Komisi IV DPRK Aceh Barat Daya Konsultasi ke Dinas Kesehatan: Penempatan Dokter di Puskesmas Tidak Sesuai SOP
- Rabu, 12 Februari 2025
JAKARTA - Permasalahan penempatan dokter di Puskesmas yang belum mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendapatkan perhatian serius dari Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya. Ketua Komisi IV, Sardiman, yang kerap disapa Teungku Panyang, beserta Wakil Ketua Syarifuddin melakukan konsultasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mencari solusi, Selasa, 11 Februari 2025
Sardiman mengungkapkan melalui inspeksi mendadak di beberapa Puskesmas dalam Kecamatan, terdapat pelanggaran dalam penempatan dokter yang tidak sesuai dengan SOP pelayanan publik. "Seharusnya, satu Puskesmas minimal diisi oleh lima dokter. Namun, dari hasil sidak lapangan kami, penempatan dokter saat ini sudah bervariasi dan tidak lagi sesuai dengan kuota yang seharusnya," tegas Sardiman.
Masalah yang ditemukan ini menandai ketidaksesuaian jumlah dokter yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Abdya. Kekurangan dokter ini dinilai mengganggu operasional beberapa Puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap. "Sebagai wakil rakyat, saya meminta agar pimpinan daerah lebih peka dan segera mencari solusi agar kekurangan dokter di 13 Puskesmas dalam sembilan kecamatan dapat teratasi," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati SST, M.Kes, menekankan pentingnya kerjasama dan koordinasi antara pihak dinas dan DPRK dalam menyelesaikan permasalahan kekurangan tenaga medis ini. "Alhamdulillah, dengan berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Komisi IV DPRK terkait hal ini, semoga ada solusi terbaik yang bisa didapatkan untuk masyarakat Abdya," ujar Safliati.
Menurutnya, kolaborasi dengan pimpinan daerah sangat penting untuk memastikan keberadaan dokter di Puskesmas dapat teratasi. Langkah ini juga bertujuan untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat Abdya dan sekitarnya agar tetap terjaga dengan baik. "Kami berharap segala kendala yang dihadapi dapat segera terealisasi, terutama dengan dukungan dan solusi dari DPRK yang membidangi dinas kesehatan," tuturnya.
Masalah kekurangan dokter di Puskesmas ini tidak hanya tentang penempatan tenaga medis tetapi juga menyangkut keseluruhan sistem pelayanan kesehatan yang ada di tingkat dasar. Dibutuhkan sinergi antara berbagai pihak untuk memastikan bahwa masyarakat menerima pelayanan kesehatan yang optimal.
Dalam kesempatan konsultasi tersebut, Sardiman juga menekankan pentingnya memahami kebutuhan kesehatan masyarakat lokal dan menyesuaikan penempatan dokter sesuai dengan prioritas dan urgensi yang ada di setiap kecamatan. "Setiap kecamatan memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda. Penempatan dokter harus menyesuaikan dengan kebutuhan tersebut agar pelayanan yang diberikan bisa optimal," katanya.
Sebagai langkah awal, Komisi IV dan Dinas Kesehatan Abdya sepakat untuk membentuk tim kecil yang akan mengevaluasi dan memetakan kebutuhan dokter di setiap Puskesmas. Tim ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis yang tepat, termasuk kemungkinan merekrut dokter baru atau redistribusi dokter yang ada agar penyebarannya merata.
Tidak kalah penting, Safliati juga berharap adanya peningkatan fasilitas dan insentif untuk para dokter yang bertugas di Puskesmas, agar mereka dapat memberikan pelayanan maksimal dan merasa dihargai atas dedikasinya di daerah yang mungkin terpencil.
Sardiman dan Safliati sependapat bahwa permasalahan ini harus segera diatasi demi peningkatan pelayanan dan kesehatan masyarakat. "Ini adalah tugas kita bersama untuk memajukan sektor kesehatan di Abdya. Kami di DPRK akan terus memantau dan memberikan dukungan agar hasil dari konsultasi ini bisa segera tampak di lapangan," tutup Sardiman.
Kasus penempatan dokter yang tidak sesuai SOP merupakan gambaran nyata tantangan dalam sistem pelayanan kesehatan di daerah. Dengan komitmen dan kerjasama berbagai pihak, diharapkan permasalahan ini bisa segera teratasi, sehingga masyarakat Abdya bisa menikmati pelayanan kesehatan yang lebih baik dan merata. Ke depannya, perhatian lebih terhadap penataan dan pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan menjadi kunci utama untuk mewujudkan layanan kesehatan yang ideal.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama Barcelona dengan Dribel Paling Efektif Liga Spanyol
- Jumat, 06 Februari 2026
Eden Hazard Nilai Kenan Yildiz Lebih Cocok Bersinar Bersama Real Madrid
- Jumat, 06 Februari 2026
Cristiano Ronaldo Absen Lagi, Al Nassr Hadapi Al Ittihad Tanpa Andalan Utama
- Jumat, 06 Februari 2026
Spalletti Kritik Keputusan Juventus Usai Tersingkir Telak dari Atalanta Coppa Italia
- Jumat, 06 Februari 2026












