Senin, 30 Maret 2026

Temuan Cadangan Migas Baru Didominasi Gas Alam, Peningkatan Lifting Migas Diprediksi Capai Target 2024

Temuan Cadangan Migas Baru Didominasi Gas Alam, Peningkatan Lifting Migas Diprediksi Capai Target 2024
Temuan Cadangan Migas Baru Didominasi Gas Alam, Peningkatan Lifting Migas Diprediksi Capai Target 2024

JAKARTA – SKK Migas optimis lifting migas tahun depan akan melebihi target berkat peningkatan suplai gas dan penemuan cadangan baru yang didominasi oleh gas alam.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro, mengungkapkan bahwa penemuan cadangan baru lebih banyak terfokus pada gas. “Penemuan cadangan migas baru dalam beberapa tahun terakhir lebih kepada gas dominated. Paling kentara dari tiga penemuan terakhir di akhir tahun 2023 dan awal,” ujarnya pada acara media engagement Medco Energi di Jakarta,.

Penemuan signifikan tersebut meliputi Geng North, Layaran, dan Tangkulo. Hudi menjelaskan bahwa proyek Geng North memiliki potensi besar dan diharapkan segera dioptimalisasi. “Hopefully kalau ini berhasil maka it would be single largest gas discovery yang berhasil kita konversikan dari discovery menjadi project dengan kurun waktu yang sangat cepat. Hopefully in about 4 years, targetnya sekitar tahun 2027,” tambahnya.

Baca Juga

RUPSLB Setujui Merger Moratelindo MyRepublic Perkuat Ekosistem Digital Telekomunikasi Nasional Indonesia Terpadu

Sumur eksplorasi Geng North di Wilayah Kerja North Ganal ini mengandung cadangan gas dengan estimasi awal 5 triliun kaki kubik (TCF) dan kondensat sebanyak 400 MBBLS. Temuan ini dilaporkan oleh perusahaan migas asal Italia, ENI, pada Oktober 2023.

Target lifting migas dianggap bukan perkara mudah. Menurut Hudi, meski persentase bauran migas akan berkurang seiring meningkatnya Energi Baru Terbarukan (EBT), volume industri hulu migas tetap diproyeksikan meningkat signifikan. “Dari sisi bauran energi yang sudah dikeluarkan Dewan Energi Nasional, akan ada switch. Dari yang tadinya oil dominated akan menjadi more gas dominated,” jelasnya.

Sementara itu, Director & Chief Administrative Officer Medco Energi, Amri Siahaan, mengonfirmasi bahwa permintaan energi akan terus tumbuh, terutama di Asia Tenggara. “Grafiknya menuju ke eksponensial, begitu cepat pertumbuhannya. Energi apa saja yang diproduksi akan diambil, diserap oleh pasar,” ucapnya.

Medco Power berkomitmen mendukung pengurangan ketergantungan pada energi fosil dengan menyediakan energi rendah karbon. Chief Financial Officer Medco Power, Myrta Sri Utami, menyebut peluang pengembangan energi terbarukan di Indonesia sangat besar dalam waktu dekat. “Medco Power berkontribusi dengan menyediakan energi rendah karbon melalui berbagai proyek pengembangan baru,” pungkas Myrta.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Transportasi Umum Dinilai Efektif Tekan Konsumsi BBM ASN Jakarta Terintegrasi Optimal

Transportasi Umum Dinilai Efektif Tekan Konsumsi BBM ASN Jakarta Terintegrasi Optimal

Tiket Kereta Api Arus Balik Lebaran Masih Tersedia Ratusan Ribu Kursi Jakarta

Tiket Kereta Api Arus Balik Lebaran Masih Tersedia Ratusan Ribu Kursi Jakarta

Arus Balik Lebaran Daop Surabaya Padat Puluhan Ribu Penumpang Kereta Api Masih Tinggi

Arus Balik Lebaran Daop Surabaya Padat Puluhan Ribu Penumpang Kereta Api Masih Tinggi

Prabowo Perintahkan Bangun Hunian Layak Warga Pinggir Rel Senen Jakarta Segera

Prabowo Perintahkan Bangun Hunian Layak Warga Pinggir Rel Senen Jakarta Segera

Prabowo Tambah Proyek Hilirisasi Baru Investasi Rp239 Triliun Dorong Energi Nasional

Prabowo Tambah Proyek Hilirisasi Baru Investasi Rp239 Triliun Dorong Energi Nasional