Kamis, 26 Maret 2026

Jutaan UMKM Jabar Belum Daftarkan HKI

Jutaan UMKM Jabar Belum Daftarkan HKI

JAKARTA - Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM banyak yang tak didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Di Jawa Barat saja, terdapat 6 juta UMKM yang belum mengurus HKI tersebut. Direktur Jenderal Kekayan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Min Usihen mengajak lebih dari 6 juta usaha mikro kecil menengah di Jawa Barat untuk mendaftarkan kekayaan intelektualnya. Menurutnya, pelindungan kekayaan intelektual sangat penting untuk menjamin keamanan berbisnis di era digital seperti ini. “Pada 2021, jumlah UMKM di Jawa Barat mencapai lebih dari 6 juta UMKM,  sementara pada tahun 2022 wilayah Jabar mendaftarkan maupun mencatatkan kekayaan intelektual paling banyak di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Pekerjaan rumahnya sekarang adalah seberapa banyak dari UMKM itu yang telah mendaftarkan kekayaan intelektualnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (6/8/2023). Min mengungkapkan ekosistem kekayaan intelektual dimulai dari penciptaan. "Selanjutnya, kita sebagai pemerintah dan pemangku kepentingan kekayaan intelektual harus ajak UMKM untuk melindunginya secara legal, kemudian kita bantu bersama-sama untuk mengkomersialkannya sehingga UMKM dapat merasakan manfaat ekonominya di era digital,” ungkapnya. Dia juga mengatakan bahwa potensi kekayaan intelektual Jawa Barat masih sangat tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik triwulan I Tahun 2023, Provinsi Jawa Barat menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen. Terdapat empat lapangan usaha dengan daya serap tenaga kerja tinggi di Jawa Barat yaitu perdagangan (21,84 persen), industri pengolahan (17,98 persen), pertanian (17,79 persen), dan akomodasi makan dan minuman (9,89 persen). Belum lagi, Jabar juga telah mendaftarkan Indikasi Geografis seperti Kopi arabika Jawa Sukapura Tasikmalaya, Batik Tulis Complongan Indramayu, Teh Java Preanger, Beras Pandanwangi Cianjur, dan lainnya. Selain itu, Jawa Barat telah mendaftarkan 8,813 merek, 112 paten, 177 paten sederhana, 294 desain industri, 10,449 hak cipta dan 10 indikasi geografis sampai saat ini. Menurut Min dengan banyaknya kekayaan intelektual tersebut, Jawa Barat berpotensi memacu pertumbuhan pariwisata. “Jawa Barat masih bisa mengembangkan potensi pariwisatanya dengan mengembangkan kekayaan intelektual baik itu yang bersifat individual maupun komunalnya,” tutur Min.

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Targetkan 101 Sekolah Rakyat Tahap 2 Rampung Juni 2026 Nasional

Pemerintah Targetkan 101 Sekolah Rakyat Tahap 2 Rampung Juni 2026 Nasional

Strategi Pemerintah Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Lebih Terukur

Strategi Pemerintah Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Lebih Terukur

Pemerintah Tegaskan Belajar Tatap Muka Demi Cegah Learning Loss Siswa

Pemerintah Tegaskan Belajar Tatap Muka Demi Cegah Learning Loss Siswa

Infrastruktur Jalan Jateng Prima Saat Lebaran 2026 Pemudik Beri Apresiasi Tinggi

Infrastruktur Jalan Jateng Prima Saat Lebaran 2026 Pemudik Beri Apresiasi Tinggi

Efektivitas Layanan Transportasi Arus Balik Lebaran 1447 Hijriah Jadi Sorotan Publik

Efektivitas Layanan Transportasi Arus Balik Lebaran 1447 Hijriah Jadi Sorotan Publik