Minggu, 05 April 2026

Jadwal dan Tarif Penyeberangan Feri Terbaru TAA Bangka Belitung

Jadwal dan Tarif Penyeberangan Feri Terbaru TAA Bangka Belitung
Jadwal dan Tarif Penyeberangan Feri Terbaru TAA Bangka Belitung

JAKARTA - Efisiensi dan aksesibilitas penyeberangan antara Pulau Sumatra dan Bangka kembali menjadi sorotan, terutama dengan beroperasinya Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Pelabuhan ini merupakan salah satu pintu gerbang laut utama yang menghubungkan wilayah daratan Sumatra dengan Pulau Bangka, khususnya melalui jalur TAA–Tanjung Kalian, Muntok.

Sebagai pelabuhan terbesar di Sumatera Selatan, TAA menempati posisi strategis di pantai timur Sumatra, menghadap langsung ke Selat Bangka. Peran pelabuhan ini semakin penting, terutama bagi mobilitas penumpang dan distribusi logistik dari dan menuju Pulau Bangka.

Bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan laut dari Sumatera ke Bangka atau sebaliknya, memahami jadwal keberangkatan dan tarif penyeberangan menjadi hal yang krusial. Pada 1 Agustus, sembilan kapal feri telah disiapkan untuk melayani penyeberangan dari Pelabuhan TAA ke Muntok, Bangka Barat.

Baca Juga

Menteri LH Tekankan Syarat Teknis Penting dalam Pembangunan PSEL Nasional

Jadwal Lengkap Kapal Feri TAA ke Tanjung Kalian

Penyeberangan dari Tanjung Api-api menuju Tanjung Kalian dijadwalkan berlangsung setiap dua jam sekali. Hal ini untuk mengakomodasi tingginya permintaan penumpang, terutama menjelang akhir pekan atau masa liburan. Berikut jadwal keberangkatan kapal feri pada Jumat, 1 Agustus 2025:

07.00 WIB – Wira Camelia

09.00 WIB – Mutiara Pertiwi III

11.00 WIB – Dharma Kartika I

13.00 WIB – Dharma Kosala

15.00 WIB – Munic XI

17.00 WIB – Belanak

19.00 WIB – Garda Maritim 5

21.00 WIB – Munic VII

00.00 WIB – Mutis

Pihak pelabuhan mengingatkan bahwa jadwal keberangkatan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu. Faktor cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Selat Bangka merupakan penyebab utama terjadinya penyesuaian jadwal ini. Oleh karena itu, calon penumpang diimbau selalu memperbarui informasi dari otoritas pelabuhan sebelum berangkat.

Tarif Penyeberangan Feri TAA ke Bangka

Untuk masyarakat yang hendak menyeberang menggunakan kapal feri dari TAA ke Muntok, Bangka Barat, tarif penyeberangan dibedakan berdasarkan kategori penumpang dan jenis kendaraan yang dibawa. Berikut rincian tarif resmi yang berlaku:

Penumpang: Rp51.200

Golongan 1 (sepeda): Rp66.710

Golongan 2 (sepeda motor <500 cc): Rp123.350

Golongan 3 (sepeda motor >500 cc): Rp207.000

Golongan 4 (mobil penumpang): Rp966.240

Golongan 4 (mobil barang): Rp839.726

Golongan 5 (mobil besar penumpang): Rp1.707.710

Golongan 5 (mobil besar barang): Rp1.558.454

Golongan 6 (bus penumpang): Rp2.800.820

Golongan 6 (kendaraan barang besar): Rp2.404.908

Golongan 7 (kendaraan panjang 10–12 meter): Rp2.854.373

Golongan 8 (kendaraan >12 meter): Rp4.096.810

Harga tersebut berlaku untuk satu kali penyeberangan dari Tanjung Api-api menuju Muntok. Calon penumpang disarankan untuk memastikan kendaraan mereka terklasifikasi dalam golongan yang tepat agar terhindar dari kesalahan tarif saat melakukan pembelian tiket.

Transformasi Pelabuhan TAA Menjadi Gerbang Utama Laut Sumsel

Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) telah berkembang menjadi pilihan utama transportasi laut masyarakat Sumatera Selatan, khususnya bagi yang hendak menuju Pulau Bangka. Kemudahan akses dan efisiensi waktu tempuh menjadikan pelabuhan ini sebagai sarana transportasi strategis, terutama saat musim liburan panjang.

Pelabuhan ini mulai beroperasi secara penuh sejak tahun 2007. Sebelumnya, akses penyeberangan dari Sumatera ke Bangka dilakukan melalui Pelabuhan 35 Ilir di Sungai Musi, Palembang. Namun, lokasi lama tersebut mengalami kendala berupa sedimentasi sungai dan pasang surut air, yang membuat proses pelayaran tidak optimal. Pelabuhan TAA dibangun untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang lebih cepat dan aman.

Dengan beroperasinya TAA, waktu tempuh dari Palembang ke Muntok yang sebelumnya bisa mencapai 10 jam kini dapat disingkat menjadi sekitar 3–4 jam perjalanan laut. Efisiensi waktu tersebut tentu menjadi nilai tambah, baik bagi individu yang bepergian untuk keperluan pribadi maupun pengusaha yang mengandalkan distribusi barang antar pulau.

Selain itu, pelabuhan ini turut mendorong peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kedua wilayah. Wisatawan dari Sumatera kini lebih mudah menjangkau destinasi di Pulau Bangka yang dikenal dengan pantainya yang indah dan kekayaan kuliner khasnya.

Seiring waktu, pelayanan di Pelabuhan Tanjung Api-api terus mengalami peningkatan. Mulai dari penataan terminal, sistem tiket elektronik, hingga pengamanan pelayaran oleh otoritas pelabuhan. Peningkatan pelayanan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para penumpang.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus berupaya menjaga kelancaran arus lalu lintas menuju dan dari pelabuhan. Hal ini mencakup infrastruktur jalan akses dan sarana penunjang lainnya. Kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjadikan TAA sebagai pelabuhan penghubung utama antara Sumatra dan Bangka yang andal.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Indonesia-Jepang Jajaki Sister Park untuk Tingkatkan Ekowisata dan Konservasi Nasional

Indonesia-Jepang Jajaki Sister Park untuk Tingkatkan Ekowisata dan Konservasi Nasional

Update Harga Pangan Hari Ini 30 Maret 2026, Beras Naik dan Cabai Turun Tajam

Update Harga Pangan Hari Ini 30 Maret 2026, Beras Naik dan Cabai Turun Tajam

Awal Musim Kemarau April 2026 Dimulai, BMKG Sebut 16,3 Persen Wilayah Terdampak

Awal Musim Kemarau April 2026 Dimulai, BMKG Sebut 16,3 Persen Wilayah Terdampak

Transportasi Massal Jadi Kunci DPR Tekan Konsumsi Energi Nasional

Transportasi Massal Jadi Kunci DPR Tekan Konsumsi Energi Nasional

DPR Terapkan Efisiensi Energi Batasi AC Dorong Transportasi Umum Hemat Anggaran Negara

DPR Terapkan Efisiensi Energi Batasi AC Dorong Transportasi Umum Hemat Anggaran Negara