Harga TBS Sawit Sumatera Utara Melonjak Seiring Kenaikan Harga CPO Pekan
- Kamis, 02 April 2026
JAKARTA - Pergerakan harga komoditas perkebunan kembali menunjukkan dinamika positif di awal April 2026, khususnya untuk sektor kelapa sawit di Sumatera Utara.
Setelah sempat mengalami tekanan pada periode sebelumnya, harga tandan buah segar (TBS) kini mulai menguat seiring dengan kenaikan harga crude palm oil (CPO).
Kondisi ini memberikan angin segar bagi para pelaku usaha perkebunan, terutama petani yang sangat bergantung pada fluktuasi harga komoditas tersebut.
Baca JugaMenaker Gandeng Danantara dan Kemendagri Dorong Efisiensi Energi Nasional
Kenaikan harga ini tidak hanya mencerminkan perbaikan di tingkat lokal, tetapi juga berkaitan erat dengan pergerakan harga global yang memengaruhi pasar sawit. Dengan tren yang kembali menguat, sektor sawit diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap perekonomian daerah.
Harga Crude Palm Oil (CPO) dan TBS di Sumatera Utara (Sumut) naik pekan ini. Kenaikan harga terjadi usai sempat lesu periode lalu.
Kenaikan Harga TBS dan CPO di Sumut
Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Pemprov Sumut, harga TBS untuk perusahaan bermitra di Sumut periode 1-7 April 2026 dipatok sebesar Rp 4.059 per kg. Harga TBS ini naik dibanding sebelumnya yang dipatok sebesar Rp 3.874 per kg.
Harga CPO lokal dan ekspor periode 1-7 April 2026 di Sumut sebesar Rp 15.905. Harga ini mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya yang dipatok Rp 14.999.
Lebih lanjut, harga kernel lokal di Sumut pada periode ini dipatok sebesar Rp 15.492, naik dibanding periode lalu yang dipatok sebesar Rp 15.285.
Kenaikan pada ketiga komponen ini menunjukkan adanya perbaikan yang cukup merata di sektor sawit, mulai dari bahan baku hingga produk turunannya.
Rincian Harga TBS Berdasarkan Usia Tanaman
Harga TBS Sawit di Sumut periode 1-7 April 2026 berdasarkan usia tanaman:
TBS Sawit usia 3 tahun: Rp 3.428
TBS Sawit usia 4 tahun: Rp 3.656
TBS Sawit usia 5 tahun: Rp 3.782
TBS Sawit usia 6 tahun: Rp 3.891
TBS Sawit usia 7 tahun: Rp 3.854
TBS Sawit usia 8 tahun: Rp 3.991
TBS Sawit usia 9 tahun: Rp 4.026
TBS Sawit usia 10-20 tahun: Rp 4.059
TBS Sawit usia 21 tahun: Rp 4.065
TBS Sawit usia 22 tahun: Rp 4.029
TBS Sawit usia 23 tahun: Rp 3.971
TBS Sawit usia 24 tahun: Rp 3.851
TBS Sawit usia 25 tahun: Rp 3.741
Perbedaan harga berdasarkan usia tanaman ini menunjukkan bahwa produktivitas tanaman menjadi faktor penting dalam menentukan nilai jual TBS. Tanaman pada usia produktif cenderung memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan tanaman yang masih muda atau sudah tua.
Perbandingan Harga TBS di Berbagai Wilayah Sumut
Harga TBS Sawit di Sumut 1-7 April 2026 berdasarkan kabupaten/kota di Sumut:
Kab. Langkat: Rp 2.950
Kab. Deli Serdang: Rp 3.050
Kab. Serdang Bedagai: Rp 3.170
Kab. Simalungun: Rp 2.960
Kab. Batu bara: Rp 2.950
Kab. Asahan: Rp 2.950
Kab. Labuhanbatu Utara: Rp 2.960
Kab. Labuhan Batu: Rp 2.950
Kab. Labuhanbatu Selatan: Rp 2.980
Kab. Padanglawas Utara: Rp 3.150
Kab. Padanglawas: Rp 3.300
Kab. Tapanuli Selatan: Rp 2.950
Kab. Tapanuli Tengah: Rp 2.960
Kab. Mandailingnatal: Rp 3.315
Kab. Pakpak Bharat: Rp 2.960
Perbedaan harga antar wilayah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi infrastruktur, akses ke pabrik pengolahan, serta efisiensi distribusi. Wilayah dengan akses yang lebih baik umumnya memiliki harga yang lebih kompetitif.
Dampak Kenaikan Harga bagi Petani dan Industri
Kenaikan harga TBS dan CPO memberikan dampak positif bagi petani sawit, terutama dalam meningkatkan pendapatan mereka. Dengan harga yang lebih tinggi, petani memiliki peluang untuk memperbaiki kesejahteraan serta meningkatkan produktivitas kebun mereka.
Di sisi lain, bagi industri pengolahan, kenaikan harga bahan baku dapat menjadi tantangan tersendiri. Namun, jika diimbangi dengan harga jual produk yang juga meningkat, maka kondisi ini tetap dapat memberikan keuntungan bagi pelaku industri.
Kenaikan harga TBS sawit di Sumatera Utara pada awal April 2026 menjadi sinyal positif bagi sektor perkebunan. Setelah mengalami periode penurunan, tren kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan dukungan kondisi pasar yang lebih baik, diharapkan sektor sawit dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Newcastle United Incar Khephren Thuram Juventus Pengganti Sandro Tonali Musim Panas
- Kamis, 02 April 2026
Daftar Pelatih Bergaji Tertinggi Liga Inggris De Zerbi Masuk Peringkat Mengejutkan
- Kamis, 02 April 2026
Berita Lainnya
GIICOMVEC 2026 Jadi Andalan Gaikindo Pulihkan Pasar Kendaraan Niaga Nasional
- Kamis, 02 April 2026
Satgas De Bottlenecking Dinilai HKI Dorong Percepatan Realisasi Investasi Indonesia
- Kamis, 02 April 2026












