Pemprov DKI Perkuat Pertanian Perkotaan Lewat Program Urban Farming Modern
- Senin, 30 Maret 2026
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat upaya ketahanan pangan melalui pendekatan yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan.
Di tengah keterbatasan lahan dan tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah, konsep pertanian perkotaan atau urban farming menjadi salah satu solusi yang diandalkan untuk menjawab tantangan tersebut.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyelenggaraan panen raya serentak di ratusan titik yang tersebar di seluruh wilayah ibu kota.
Baca JugaSimak Tarif Listrik April 2026, Cek Harga Token dan Cara Hitung kWh
Kegiatan ini menjadi simbol sekaligus bukti nyata bahwa pertanian tidak hanya terbatas pada wilayah pedesaan. Dengan pemanfaatan lahan yang ada, mulai dari pekarangan rumah hingga fasilitas publik, masyarakat Jakarta didorong untuk ikut serta dalam produksi pangan secara mandiri.
Panen raya yang dilakukan di 807 titik ini mencerminkan skala besar dari gerakan urban farming yang kini semakin berkembang di ibu kota.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, kegiatan ini melibatkan seluruh pimpinan wilayah dari lima kota administrasi dan satu kabupaten. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan panen raya serentak ini.
“Kegiatan panen raya ini dihadiri oleh seluruh pimpinan wilayah dari lima wilayah kota dan satu kabupaten yang tersebar di 807 lokasi panen,” ujar Hasudungan.
Distribusi Lokasi Panen dan Peran Wilayah
Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menunjukkan hasil nyata dari program pengembangan urban farming yang telah dijalankan selama ini. Panen raya ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan sempit dapat menghasilkan produktivitas yang signifikan jika dikelola dengan baik.
Hasudungan juga mengungkapkan bahwa kondisi ketahanan pangan Jakarta saat ini masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Sekitar 98 persen kebutuhan pangan ibu kota masih dipenuhi dari luar, sementara hanya sekitar dua persen yang dapat diproduksi secara mandiri di dalam wilayah Jakarta.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Namun di sisi lain, hal tersebut juga menjadi motivasi untuk terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan ruang yang ada sebagai sumber produksi pangan.
Urban farming kemudian menjadi jawaban strategis untuk meningkatkan kemandirian pangan di tengah keterbatasan lahan.
Sebaran lokasi panen raya ini menunjukkan skala implementasi program yang cukup luas. Dari total 807 titik panen, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah lokasi terbanyak, yaitu 414 titik. Hal ini menunjukkan tingginya aktivitas dan partisipasi masyarakat di wilayah tersebut dalam mengembangkan pertanian perkotaan.
Selanjutnya, Jakarta Selatan menyusul dengan 177 lokasi panen, diikuti Jakarta Utara sebanyak 94 lokasi. Jakarta Barat memiliki 60 titik, Jakarta Pusat 58 titik, dan Kepulauan Seribu sebanyak 4 titik. Distribusi ini menunjukkan bahwa program urban farming telah menjangkau hampir seluruh wilayah DKI Jakarta secara merata.
Pengelolaan Lahan dan Komoditas Panen
Salah satu lokasi utama panen raya berada di kawasan Greenhouse Lahan Pertanian Pulo Gebang, Jakarta Timur. Lahan ini sebelumnya merupakan area yang tidak terpakai dan kemudian dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif.
Transformasi ini menjadi contoh nyata bagaimana lahan terbengkalai dapat dioptimalkan menjadi sumber pangan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ke depan, lokasi tersebut direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut menjadi kawasan agroedukasi dan destinasi wisata berbasis pertanian. Dengan demikian, selain berfungsi sebagai pusat produksi pangan, kawasan ini juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pertanian perkotaan.
Selain di lokasi utama, panen juga dilakukan di berbagai titik percontohan lain yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Di Jakarta Pusat, kegiatan dilaksanakan di urban farming balkon Kantor Wali Kota. Sementara di Jakarta Barat, panen dilakukan di GSG 07 Kembangan Utara.
Di Jakarta Selatan, kegiatan berlangsung di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cilandak KKO. Adapun di Jakarta Utara, panen dilakukan di RPTRA Sunter Jaya Berseri, dan di Kepulauan Seribu kegiatan digelar di kawasan Pulau Tidung Kecil.
Luas total lahan yang dipanen dalam kegiatan ini mencapai sekitar 12.567 meter persegi. Lahan-lahan tersebut dikelola sebagai kawasan pertanian terpadu yang menjadi contoh pengembangan pertanian perkotaan di Jakarta.
Hasil Produksi dan Kolaborasi Masyarakat
Beragam komoditas berhasil dipanen dalam kegiatan ini. Mulai dari cabai, berbagai jenis sayuran, buah-buahan, tanaman pangan, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga ikan konsumsi. Secara keseluruhan, hasil panen dari seluruh lokasi diperkirakan mencapai sekitar 15 ton.
Angka ini menunjukkan bahwa urban farming memiliki potensi yang cukup besar dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat, terutama jika dilakukan secara konsisten dan terorganisir. Pemanfaatan lahan kecil secara optimal dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketersediaan pangan di wilayah perkotaan.
Keberhasilan panen raya ini juga tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah bekerja sama dengan aparatur sipil negara (ASN), kader pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK), kelompok tani, serta masyarakat umum.
Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan program ini. Hingga saat ini, sekitar 3.000 orang turut terlibat dalam kegiatan panen raya serentak tersebut.
Dampak, Harapan, dan Masa Depan Urban Farming
Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan semakin meningkat. Masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mulai berperan sebagai produsen pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Hasudungan menegaskan bahwa kegiatan panen raya ini memiliki makna lebih dari sekadar memanen hasil pertanian. Ia menyebut bahwa kegiatan ini merupakan simbol dari upaya bersama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Panen raya ini bukan sekadar kegiatan memanen, tetapi juga menjadi simbol upaya kita bersama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, dimulai dari lingkungan terkecil, yakni pekarangan rumah,” ujarnya.
Konsep ini sejalan dengan semangat urban farming yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkan ruang terbatas sebagai sumber produksi pangan. Dengan memanfaatkan pekarangan, balkon, maupun ruang publik, masyarakat dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan.
Lebih lanjut, urban farming juga menjadi salah satu solusi dalam menghadapi keterbatasan lahan di kota besar seperti Jakarta. Dengan pendekatan yang tepat, lahan terbatas tetap dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan produk pangan yang berkualitas.
Program ini juga merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta bersama Tim Penggerak PKK dalam mendorong kemandirian pangan berbasis masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang ke wilayah yang lebih luas di masa depan.
Hasudungan berharap bahwa gerakan ini dapat menjadi program berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih hijau, sehat, dan berketahanan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan panen raya ini. Dukungan dari pemerintah kota, SKPD, sektor perbankan, komunitas, hingga media dinilai sangat penting dalam mendukung keberhasilan program ini.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemprov DKI Jakarta optimistis mampu meningkatkan kemandirian pangan secara bertahap.
Meskipun menghadapi keterbatasan lahan dan ketergantungan pasokan dari luar, upaya penguatan urban farming diyakini dapat memberikan kontribusi nyata bagi masa depan ketahanan pangan ibu kota.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Strategi PLN Nusantara Power Menjaga Stabilitas Listrik Selama RAFI 1447 H
- Senin, 30 Maret 2026
Pertamina Kembangkan Sumur Manpatu Lepas Pantai Balikpapan Secara Bertahap
- Senin, 30 Maret 2026
Spesifikasi Unggulan Smartband Rogbid Loop Dengan Desain Minimalis Modern
- Senin, 30 Maret 2026












