Senin, 30 Maret 2026

Rekomendasi Saham Senin 30 Maret 2026 dan Prediksi Pergerakan IHSG

Rekomendasi Saham Senin 30 Maret 2026 dan Prediksi Pergerakan IHSG
Rekomendasi Saham Senin 30 Maret 2026 dan Prediksi Pergerakan IHSG

JAKARTA - Tekanan terhadap pasar saham domestik kembali menjadi sorotan pada awal pekan ini, terutama setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pelemahan pada penutupan perdagangan sebelumnya.

 Situasi ini membuat pelaku pasar perlu lebih cermat dalam menentukan langkah investasi, terutama dalam memilih saham yang masih memiliki potensi di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi lesu pada perdagangan saham Senin, 30 Maret 2026. Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Baca Juga

BTN Lahirkan Ratusan Pengembang Baru Lewat Program Mini MBA Properti

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup melemah 0,94% dan disertai dengan aksi jual saham oleh asing Rp 1,89 triliun pada Jumat, 27 Maret 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBCA, BBRI, BBNI, BMRI dan TLKM.

“IHSG berpotensi kembali melemah hari ini,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.900-7.000 dan level resistance di posisi 7.130-7.160 pada perdagangan saham Senin pekan ini.

Tekanan Global dan Sikap Hati-hati Investor

Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia mengingatkan investor dan pelaku pasar untuk lebih menahan diri serta wait and see menunggu perkembangan perang Amerika Serikat (AS) dan Iran, data payroll AS, data inflasi Indonesia pada Maret.

“Sangat mungkin IHSG kembali uji support terdekat 7.050-7.000, up to 6.920,” demikian seperti dikutip.

Ketidakpastian global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan IHSG. Konflik geopolitik yang belum mereda, terutama di Timur Tengah, membuat investor cenderung menahan diri dan mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Selain itu, rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar. Data tersebut dapat memengaruhi arah kebijakan moneter global yang pada akhirnya berdampak pada pergerakan pasar saham.

Rekomendasi Saham dan Strategi Trading Hari Ini

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

Trading Idea hari ini: HRTA, BUMI, INET, MEDC, MBMA, dan EMAS.

HRTA Spec Buy dengan area beli di 2350-2390, cutloss di bawah 2330. Target dekat di 2430-2450.

BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 206-210, cutloss di bawah 204. Target dekat di 218-224.

INET Buy if Break 266, dengan target dekat di 274-280. Cutloss di bawah 258.

MEDC Buy on Weakness dengan area beli di 1820-1840, cutloss di bawah 1810. Target dekat di 1860-1910.

MBMA Spec Buy dengan area beli di 665, cutloss di bawah 660. Target dekat di 690-730.

EMAS Spec Buy dengan area beli di 8300-8500, cutloss di bawah 8300. Target dekat di 8675-8975.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Kinerja IHSG pada Perdagangan Sebelumnya

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada perdagangan saham Jumat, (27/3/2026). IHSG hari ini merosot di tengah mayoritas sektor saham memerah dan transaksi harian saham yang lesu.

Mengutip data RTI, IHSG merosot 0,94% ke posisi 7.097,05. Indeks saham LQ45 turun 1,74% ke posisi 718,9. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Tim riset Philip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya dikutip dari Antara, indeks saham di Asia pada Jumat, 27 Maret 2026 ditutup beragam dengan kecenderungan melemah. Hal ini seiring dengan semakin besarnya keraguan mengenai de-eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Dari mancanegara, ekspektasi terhadap adanya negosiasi antara AS dan Iran selama pekan ini, telah meningkatkan volatilitas pasar saham global. Pelaku pasar tampak ragu atau skeptis terhadap penegasan Presiden AS Donald Trump bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir,” demikian seperti dikutip dari Antara.

Keraguan terhadap peluang berakhirnya konflik meningkat setelah Iran menolak proposal gencatan senjata AS dan mengeluarkan proposal balasan. Di sisi lain, Amerika Serikat juga meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut.

Dampak Konflik terhadap Pasar dan Ekonomi Global

Konflik yang terus berlangsung ini berpotensi memicu inflasi global. Kenaikan harga energi serta terganggunya jalur perdagangan dunia menjadi faktor yang memperburuk kondisi ekonomi.

Trump mengatakan, telah memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS dan membuka kembali Selat Hormuz selama 10 hari tambahan hingga tanggal 6 April 2026.

Perpanjangan ini dilakukan atas permintaan Iran, dengan imbalan diizinkannya kapal tanker minyak melintasi jalur tersebut.

Namun, kondisi di Selat Hormuz masih belum sepenuhnya stabil. Beberapa laporan menyebutkan adanya kebijakan tambahan yang memengaruhi arus perdagangan, termasuk pungutan terhadap kapal yang melintas.

Pergerakan Sektor Saham dan Aktivitas Perdagangan

Jelang akhir pekan, IHSG berada di level tertinggi 7.154,55 dan level terendah 7.070,21. Sebanyak 379 saham melemah, sementara 274 saham menguat dan 167 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan saham mencapai 1.393.686 kali dengan volume 19,8 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat Rp 11,8 triliun.

Dari 11 sektor saham, hanya tiga sektor yang menguat, yaitu energi, kesehatan, dan consumer nonsiklikal.

Sementara sektor infrastruktur mengalami penurunan terbesar, diikuti sektor industri, basic, dan consumer siklikal. Sektor keuangan, properti, teknologi, serta transportasi juga turut melemah.

Strategi Menghadapi Pasar

Melihat kondisi pasar saat ini, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan tidak mengambil keputusan secara terburu-buru. Strategi wait and see menjadi pendekatan yang relevan di tengah ketidakpastian global.

Meski demikian, peluang tetap ada melalui saham-saham yang memiliki potensi teknikal. Dengan disiplin dalam menerapkan strategi trading dan manajemen risiko, investor masih dapat memanfaatkan peluang yang tersedia.

Rekomendasi saham hari ini dapat dijadikan referensi awal, namun keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tips Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Dini Bagi Gen Z Dan Milenial

Tips Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Dini Bagi Gen Z Dan Milenial

Spin Off SMAS Jadi Titik Balik Pertumbuhan Asuransi Syariah Nasional

Spin Off SMAS Jadi Titik Balik Pertumbuhan Asuransi Syariah Nasional

Pegadaian Catat Lonjakan Pinjaman Gadai Jelang Ramadan-Lebaran 2026

Pegadaian Catat Lonjakan Pinjaman Gadai Jelang Ramadan-Lebaran 2026

Harga Emas UBS dan Galeri 24 Pegadaian Stabil  Senin 30 Maret 2026 Hari Ini

Harga Emas UBS dan Galeri 24 Pegadaian Stabil Senin 30 Maret 2026 Hari Ini

Harga Emas Perhiasan Senin 30 Maret 2026 Tetap di Level Tinggi Hari Ini

Harga Emas Perhiasan Senin 30 Maret 2026 Tetap di Level Tinggi Hari Ini