Kamis, 26 Maret 2026

Bandara Soetta Siapkan Shuttle 24 Jam untuk Hadapi Lonjakan Arus Balik Lebaran

Bandara Soetta Siapkan Shuttle 24 Jam untuk Hadapi Lonjakan Arus Balik Lebaran
Bandara Soetta Siapkan Shuttle 24 Jam untuk Hadapi Lonjakan Arus Balik Lebaran

JAKARTA - Meningkatnya mobilitas masyarakat saat periode arus balik Lebaran mendorong pengelola bandara untuk memperkuat layanan transportasi pendukung.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan moda transportasi yang dapat diakses kapan saja oleh penumpang. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga kelancaran arus kedatangan sekaligus meminimalkan potensi penumpukan di area terminal.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, membuka layanan antar jemput shuttle bus selama 24 jam bagi penumpang di bandara itu sebagai antisipasi terjadinya lonjakan selama masa angkutan arus balik mudik Lebaran 2026.

Baca Juga

Menkeu Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Berlaku Mulai 1 April 2026

"Ya. Untuk operasional moda transportasi untuk kendaraan, seperti shuttle bus dan segala macam itu disiagakan 24 jam," kata General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi di Tangerang, Rabu.

Penguatan Layanan Transportasi Darat di Area Bandara

Ia mengungkapkan, layanan moda transportasi darat khusus antar jemput penumpang di terminal penerbangan ini difokuskan untuk mendukung sejumlah pergerakan pemudik selama arus balik Lebaran di area kedatangan Bandara Soetta.

Selain itu, unit Skytrain atau kereta kalayang juga disiagakan selama 23 jam operasional guna membantu aktivitas para pengguna jasa penerbangan dalam mengakses antar terminal.

"Sedangkan untuk Skytrain beroperasi sampai dengan jam 11 atau pukul 23.00 WIB. Karena memang Skytrain itu butuh waktu lima jam untuk melakukan maintenance, cek kesiapan untuk besok paginya beroperasi kembali," ungkapnya.

Kesiapan Operasional dan Personel Bandara

Heru bilang, selama lonjakan trafik yang signifikan, operasional bandara tetap berjalan dengan baik melalui penguatan koordinasi lintas instansi serta optimalisasi layanan di seluruh area terminal.

"Untuk kesiapan personel kita tidak pernah menurunkan kesiapan personel. Justru pada angkutan saat ini kita tetap menyiagakan seperti jumlah-jumlah personel yang kemarin. Jadi kita tetap menyediakan jumlah personel yang pada saat arus balik ini sama dengan arus mudik," jelasnya.

Dalam hal ini, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memprediksi arus balik Lebaran di bandara itu terjadi dua gelombang puncak yakni pada Selasa (24/3) dan Sabtu (28/3).

Prediksi Lonjakan Penumpang dan Penerbangan

"Jadi sama dengan arus mudik kemarin, terdapat dua kali lonjakan penumpang. Dimana, arus mudik terjadi pada 14 Maret (prediksi 177.000, realisasi 184.000) dan 18 Maret (H-2) dengan realisasi mencapai 190.000 penumpang," tambahnya.

Ia bilang, untuk gelombang ke dua puncak arus balik yang diprediksi terjadi tanggal 28 Maret 2026 ini akan ada pergerakan penumpang dengan estimasi mencapai sekitar 198.387 penumpang dan 1.221 penerbangan dalam satu hari.

"Hari ini saja 14 Maret 2026 kami merencanakan melayani 190.000 penumpang, namun puncaknya tetap diprediksi pada Sabtu, 28 Maret 2026," katanya.

Menurutnya, dari rencana operasi jumlah penerbangan dan jumlah penumpang saat ini melebihi dari prediksi. Dimana, sejak awal tren atau trafik pergerakan pesawat telah mencapai 1.184 penerbangan dengan 190.000 penumpang.

"Kami masih melihat dari rencana operasi yang kami susun dari data maskapai, yaitu di tanggal 28 Maret atau hari Sabtu nanti. Kami prediksi akan melayani sejumlah 198.000 penumpang," ujarnya.

Realisasi Trafik dan Pertumbuhan Penumpang

Sementara itu, untuk realisasi layanan hingga periode Sabtu (14/3) H-7 hingga Selasa (24/3) H+2 mudik Lebaran 2026 di Bandara Soetta mencapai 1.983.067 orang.

"Berdasarkan catatan kami dari periode awal mudik tanggal 14 sampai 24 Maret 2026 ini, kami telah melayani 1.983.067 orang penumpang," ucapnya.

Secara kumulatif pihaknya telah melayani 1,9 juta penumpang dengan 13.184 pergerakan pesawat, atau tumbuh 5,6 persen dibandingkan periode yang sama ditahun 2019 sebagai masa recovery normal.

"Sampai dengan H+2, kami telah melayani sebanyak 13.184 flight, tumbuh sebesar 4,7 persen dibanding tahun 2025 dan 5,6 persen dibandingkan di tahun 2019," papar dia.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Wacana WFH Dilanjutkan, Mendagri Jamin Layanan Publik Esensial Tetap Beroperasi

Wacana WFH Dilanjutkan, Mendagri Jamin Layanan Publik Esensial Tetap Beroperasi

Mendagri Tito Ungkap Kebutuhan Dana Rehabilitasi Bencana Sumatera Rp130 Triliun

Mendagri Tito Ungkap Kebutuhan Dana Rehabilitasi Bencana Sumatera Rp130 Triliun

IESR Nilai WFH Efektif Tekan Konsumsi BBM di Tengah Harga Energi Naik

IESR Nilai WFH Efektif Tekan Konsumsi BBM di Tengah Harga Energi Naik

Prabowo Dorong Waste to Energy, Sampah Kota Besar Diubah Jadi Listrik

Prabowo Dorong Waste to Energy, Sampah Kota Besar Diubah Jadi Listrik

Kemensos Uji Coba WFH ASN, Layanan Publik Aman dan Sekolah Rakyat Tetap Normal

Kemensos Uji Coba WFH ASN, Layanan Publik Aman dan Sekolah Rakyat Tetap Normal