Kamis, 26 Maret 2026

Pemantauan Harga Sembako Surabaya 26 Maret 2026 Pasca Lebaran Terbaru

Pemantauan Harga Sembako Surabaya 26 Maret 2026 Pasca Lebaran Terbaru
Pemantauan Harga Sembako Surabaya 26 Maret 2026 Pasca Lebaran Terbaru

JAKARTA - Setelah momen libur Lebaran, harga sembako di Surabaya mulai menunjukkan tren stabil. 

Masyarakat yang sehari-hari bergantung pada kebutuhan pokok seperti beras, minyak, daging, dan telur kini bisa sedikit bernapas lega, meski ada beberapa komoditas tertentu yang justru naik. 

Pemantauan harga sembako menjadi hal penting agar pengeluaran rumah tangga tidak membengkak di tengah fluktuasi harga yang kerap terjadi.

Baca Juga

Menkeu Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Berlaku Mulai 1 April 2026

Menurut data terbaru dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur pada Kamis, 26 Maret 2026, sebagian besar harga bahan pokok menurun. 

Hanya harga garam bata yang mengalami kenaikan signifikan, sedangkan komoditas lain, termasuk daging ayam kampung, telur ayam kampung, dan cabai, mengalami penurunan harga.

Daftar Harga Sembako Terkini di Surabaya

Harga sembako menjadi indikator utama kestabilan kebutuhan rumah tangga. Sembako sendiri terdiri dari sembilan bahan pokok utama yang diperlukan setiap hari, antara lain beras, gula, minyak goreng, daging sapi dan ayam, telur, susu, bawang merah dan putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam. Di samping itu, cabai juga menjadi komoditas penting yang memengaruhi pola belanja dapur masyarakat.

Berikut daftar harga rata-rata sembako di Jawa Timur hari ini:

Beras Premium: Rp 14.783/kg

Beras Medium: Rp 12.858/kg

Gula kristal putih: Rp 17.019/kg

Minyak goreng curah: Rp 19.467/kg

Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.705/liter

Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.563/liter

Minyak goreng Minyakita: Rp 16.206/liter

Daging sapi paha belakang: Rp 126.701/kg

Daging ayam ras: Rp 41.634/kg

Daging ayam kampung: Rp 69.669/kg

Telur ayam ras: Rp 29.681/kg

Telur ayam kampung: Rp 44.834/kg

Susu kental manis Bendera: Rp 12.432/370 gr

Susu kental manis Indomilk: Rp 12.374/370 gr

Susu bubuk Bendera: Rp 40.883/400 gr

Susu bubuk Indomilk: Rp 40.008/400 gr

Garam bata: Rp 2.061 (naik Rp 285/16,08%)

Garam halus: Rp 9.184/kg

Cabai merah keriting: Rp 35.723/kg (turun 3,59%)

Cabai merah besar: Rp 38.908/kg (turun 3,62%)

Cabai rawit merah: Rp 67.448/kg (turun 5,83%)

Bawang merah: Rp 36.778/kg

Bawang putih: Rp 31.082/kg

Gas elpiji: Rp 19.796

Dengan kondisi harga tersebut, masyarakat yang sedang menyusun anggaran belanja rumah tangga dapat menyesuaikan prioritas pembelian. Penurunan harga beberapa komoditas utama seperti daging ayam kampung dan cabai rawit menjadi angin segar bagi ibu rumah tangga yang mengatur kebutuhan dapur sehari-hari.

Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga Sembako

Fluktuasi harga sembako dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah hukum ekonomi dasar: jika permintaan meningkat sementara pasokan tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika pasokan lebih banyak dari permintaan, harga akan turun.

Cuaca juga memegang peranan penting. Kondisi ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat memengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat hujan berlebihan, kekeringan, atau serangan hama akan menyebabkan kenaikan harga.

Selain itu, kebijakan pemerintah terkait impor, subsidi, pajak, dan regulasi lainnya dapat memengaruhi harga. Misalnya, pembatasan impor gula atau perubahan tarif pajak pada bahan pokok tertentu dapat menyebabkan harga naik.

Biaya produksi juga menjadi faktor utama. Kenaikan harga pupuk, bahan bakar, atau upah tenaga kerja akan menambah biaya produksi dan transportasi, sehingga harga sembako ikut terdorong naik.

Fluktuasi nilai tukar mata uang lokal terhadap dolar juga memengaruhi harga, terutama untuk bahan pokok impor. Depresiasi rupiah membuat harga barang impor lebih mahal, yang berimbas pada harga jual di pasar lokal.

Inflasi yang tinggi cenderung mendorong harga sembako naik karena biaya barang dan jasa meningkat. Selain itu, kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk fluktuasi harga.

Masalah rantai distribusi, seperti kemacetan, pemogokan, atau kendala logistik lainnya, dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman dan berkurangnya pasokan, sehingga harga meningkat.

Berbagai faktor ini menunjukkan bahwa harga sembako sangat dinamis dan memerlukan pengawasan ketat serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar.

Pentingnya Memantau Harga Sembako

Memantau harga sembako setiap hari menjadi penting bagi masyarakat. Selain membantu mengatur belanja rumah tangga, informasi harga juga berguna untuk perencanaan anggaran bulanan. Dengan mengetahui harga rata-rata komoditas, masyarakat dapat menghindari pembelian impulsif saat harga naik secara mendadak.

Selain itu, pemantauan harga juga membantu pemerintah dan pengambil kebijakan untuk mengatur distribusi dan pasokan bahan pokok. Dengan data yang akurat, intervensi seperti subsidi, operasi pasar, atau kebijakan impor dapat dilakukan tepat waktu untuk menstabilkan harga.

Perbedaan harga di tiap pasar juga menjadi perhatian. Harga di pasar tradisional biasanya lebih tinggi dibandingkan harga grosir atau harga rata-rata yang dihitung oleh Siskaperbapo. Masyarakat dianjurkan membandingkan harga sebelum membeli untuk mendapatkan harga terbaik.

Kestabilan harga sembako menjadi salah satu indikator ekonomi lokal. Ketika harga relatif stabil, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar tanpa tekanan finansial yang berlebihan. Sebaliknya, kenaikan mendadak akan berdampak pada pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga berpendapatan menengah ke bawah.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Purbaya Ungkap Kebijakan WFH Sudah Diputuskan, Segera Diumumkan Pemerintah

Purbaya Ungkap Kebijakan WFH Sudah Diputuskan, Segera Diumumkan Pemerintah

Wacana WFH Dilanjutkan, Mendagri Jamin Layanan Publik Esensial Tetap Beroperasi

Wacana WFH Dilanjutkan, Mendagri Jamin Layanan Publik Esensial Tetap Beroperasi

Mendagri Tito Ungkap Kebutuhan Dana Rehabilitasi Bencana Sumatera Rp130 Triliun

Mendagri Tito Ungkap Kebutuhan Dana Rehabilitasi Bencana Sumatera Rp130 Triliun

IESR Nilai WFH Efektif Tekan Konsumsi BBM di Tengah Harga Energi Naik

IESR Nilai WFH Efektif Tekan Konsumsi BBM di Tengah Harga Energi Naik

Prabowo Dorong Waste to Energy, Sampah Kota Besar Diubah Jadi Listrik

Prabowo Dorong Waste to Energy, Sampah Kota Besar Diubah Jadi Listrik