Kamis, 26 Maret 2026

Pemudik Lebaran 2026 Apresiasi Infrastruktur Jawa Tengah Makin Baik Nyaman Berkembang

Pemudik Lebaran 2026 Apresiasi Infrastruktur Jawa Tengah Makin Baik Nyaman Berkembang
Pemudik Lebaran 2026 Apresiasi Infrastruktur Jawa Tengah Makin Baik Nyaman Berkembang

JAKARTA - Arus mudik Lebaran 2026 tidak hanya menjadi momen pulang kampung, tetapi juga kesempatan bagi para perantau untuk menilai perkembangan daerah asalnya. 

Sejumlah pemudik yang kembali ke Jawa Tengah mengaku merasakan perubahan signifikan, terutama pada sektor infrastruktur. Perjalanan yang lebih lancar serta fasilitas yang semakin memadai menjadi sorotan utama selama musim mudik tahun ini.

Tidak sedikit dari mereka yang membandingkan kondisi sekarang dengan tahun-tahun sebelumnya. Hasilnya, mayoritas menilai adanya kemajuan nyata yang memberikan kenyamanan lebih saat bepergian. Selain jalan yang semakin baik, pertumbuhan destinasi wisata dan aktivitas ekonomi lokal juga ikut dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

Baca Juga

Menkeu Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Berlaku Mulai 1 April 2026

Perubahan Infrastruktur Terasa Nyata

Kiki Rizki Fauzi (37), pemudik asal Kabupaten Magelang yang hendak kembali ke Depok, merasakan betul perubahan di daerahnya selama sepekan mudik. Ia menilai, kemajuan paling terlihat dari sektor infrastruktur dan pariwisata.

"Sekarang sudah banyak kemajuan. Jalan-jalannya lebih rapi, tempat rekreasi juga bertambah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu.

Hal itu ia katakan saat beristirahat di Rest Area KM 389 Tol Semarang-Batang, tepatnya di Weleri, Kabupaten Kendal, Rabu, 25 Maret 2026. Selama berada di kampung halaman, Kiki juga menyempatkan diri mengunjungi Ketep Pass untuk menikmati panorama Gunung Merapi dan Merbabu dari jarak dekat.

Perjalanan Lebih Nyaman dan Menyenangkan

Pengalaman serupa juga dirasakan Yuni Susilowati (32), pemudik asal Pekalongan yang merantau di Bandung. Dalam perjalanan mudiknya, ia menyempatkan diri berkeliling ke sejumlah daerah di Jawa Tengah, termasuk Purworejo dan Purwodadi Grobogan.

Menurutnya, kehadiran ruas tol baru turut memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan. Infrastruktur yang semakin baik membuat perjalanan terasa lebih aman dan tidak menegangkan.

"Senang banget, jalannya enak, nggak terlalu menegangkan. Infrastruktur sekarang terasa lebih baik," katanya.

Ia juga menilai fasilitas pendukung perjalanan seperti rest area mengalami peningkatan yang signifikan. Kebersihan serta pelayanan yang ramah menjadi nilai tambah yang membuat pemudik merasa lebih nyaman.

Fasilitas Pendukung Makin Berkualitas

Tidak hanya soal jalan, Yuni juga menyoroti pelayanan di sejumlah titik persinggahan, termasuk rest area. Ia mengaku terkesan dengan kebersihan fasilitas dan keramahan masyarakat yang ditemuinya selama perjalanan mudik.

"Rest area bersih, orang-orangnya juga santun. Itu yang bikin nyaman selama perjalanan," ujarnya yang menikmati sejumlah fasilitas Posko Mudik di Rest Area saat hendak kembali ke Bandung.

Peningkatan kualitas fasilitas ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap kenyamanan pemudik semakin diperhatikan. Tidak hanya memperlancar perjalanan, tetapi juga menciptakan pengalaman mudik yang lebih menyenangkan.

Perkembangan Daerah Pinggiran Masih Berjalan

Cerita lain datang dari M. Hikari Aslam (19), pemudik asal Pemalang. Ia mengakui sebagai kota kecil, fasilitas di daerahnya memang belum sebanding dengan kota besar. Namun demikian, ia tetap melihat adanya perbaikan yang cukup signifikan, terutama pada kondisi jalan.

"Sekarang lebih bagus dari tahun kemarin, walaupun di daerah pinggiran masih perlu perbaikan," ujarnya.

Ia juga menyoroti hadirnya ruang publik baru berupa City Walk di Pemalang yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal. Kawasan tersebut kini dipenuhi pelaku UMKM, kafe, dan menjadi tempat favorit anak muda untuk berkumpul.

"Enak buat nongkrong, apalagi malam hari. Pelayanannya juga nyaman," katanya.

Peran Swasta dan Wisata Lokal Meningkat

Sementara itu, Joko Taryono (50), pemudik asal Kebumen, melihat pembangunan di Jawa Tengah dari sudut pandang yang lebih luas. Ia menilai kondisi infrastruktur jalan, terutama jalan provinsi, cenderung baik karena rutin diperbaiki menjelang Lebaran.

Namun, ia juga melihat sektor swasta memiliki peran besar dalam mendorong perkembangan daerah. Hal ini terlihat dari munculnya berbagai tempat wisata dan usaha kuliner baru yang semakin beragam.

Saat mudik, Joko memilih berwisata ke Pantai Kembar di Kebumen, destinasi yang relatif belum ramai dibanding pantai populer lainnya. Ia mengaku lebih menikmati suasana yang tidak terlalu padat.

"Pelayanannya ramah, tarifnya juga masih wajar. Bahkan ada yang tiketnya seikhlasnya. Itu sangat membantu pengunjung," tutur pria yang hendak kembali ke Jakarta itu.

Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi. Menurutnya, keberadaan jalan yang baik sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Jalan ini kita bangun bukan sekadar fisiknya, tetapi agar pergerakan orang dan barang bisa berjalan dengan lancar dan aman," ujar Luthfi.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur juga bertujuan membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Dengan konektivitas yang semakin baik, peluang investasi dan aktivitas ekonomi diharapkan semakin meningkat.

Dampak positif dari pembangunan tersebut mulai terlihat dari capaian ekonomi Jawa Tengah sepanjang 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,37 persen secara tahunan pada triwulan IV-2025. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen.

Capaian ini memperkuat keyakinan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada kenyamanan perjalanan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah secara keseluruhan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Purbaya Ungkap Kebijakan WFH Sudah Diputuskan, Segera Diumumkan Pemerintah

Purbaya Ungkap Kebijakan WFH Sudah Diputuskan, Segera Diumumkan Pemerintah

Wacana WFH Dilanjutkan, Mendagri Jamin Layanan Publik Esensial Tetap Beroperasi

Wacana WFH Dilanjutkan, Mendagri Jamin Layanan Publik Esensial Tetap Beroperasi

Mendagri Tito Ungkap Kebutuhan Dana Rehabilitasi Bencana Sumatera Rp130 Triliun

Mendagri Tito Ungkap Kebutuhan Dana Rehabilitasi Bencana Sumatera Rp130 Triliun

IESR Nilai WFH Efektif Tekan Konsumsi BBM di Tengah Harga Energi Naik

IESR Nilai WFH Efektif Tekan Konsumsi BBM di Tengah Harga Energi Naik

Prabowo Dorong Waste to Energy, Sampah Kota Besar Diubah Jadi Listrik

Prabowo Dorong Waste to Energy, Sampah Kota Besar Diubah Jadi Listrik