Rabu, 25 Maret 2026

Prabowo Tegaskan Anggaran MBG Aman Meski Efisiensi dan Gejolak Global Meningkat

Prabowo Tegaskan Anggaran MBG Aman Meski Efisiensi dan Gejolak Global Meningkat
Prabowo Tegaskan Anggaran MBG Aman Meski Efisiensi dan Gejolak Global Meningkat

JAKARTA - Di tengah tekanan global dan kebutuhan efisiensi anggaran, pemerintah justru menegaskan komitmennya pada program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. 

Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis yang dinilai memiliki dampak luas bagi masa depan bangsa.

Pemerintah memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis atau MBG tidak akan terdampak atau dialihkan ke pos lain. Penegasan ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat berdiskusi bersama sejumlah jurnalis dan pengamat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga

Pemerintah Usul Tambahan Anggaran Revitalisasi Sekolah Demi Pendidikan Lebih Baik

Keputusan tersebut diambil meskipun situasi geopolitik dunia tengah memanas akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah menilai kondisi global tidak boleh mengganggu program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat.

Dengan mempertahankan anggaran MBG, pemerintah ingin memastikan bahwa kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi tanpa terpengaruh dinamika eksternal.

Program MBG dinilai lebih penting dari realokasi anggaran

Ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dianggap tidak boleh mengganggu program pemenuhan gizi nasional. Pemerintah memandang stabilitas sosial dalam negeri harus tetap menjadi prioritas utama.

Presiden menilai menjaga keberlanjutan program ini jauh lebih penting dibandingkan melakukan realokasi anggaran yang berisiko menimbulkan persoalan baru. Ia bahkan menyinggung potensi penyalahgunaan dana jika dialihkan ke sektor lain.

"Saya akan bertahan sedapat mungkin untuk menjalankan program MBG. Daripada uang uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan," katanya dalam diskusi tersebut dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Sabtu 21 Maret 2026.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap tegas pemerintah dalam menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Pengalaman lapangan perkuat komitmen pemerintah

Bagi Prabowo, keputusan mempertahankan program ini bukan tanpa alasan. Ia mengaku pengalaman selama masa kampanye memberikan gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat di berbagai daerah.

Ia melihat langsung masih adanya anak-anak yang mengalami kekurangan gizi. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius yang tidak bisa diabaikan dalam perumusan kebijakan.

"Saya lihat ketika kampanye pilpres sekian kali, di desa desa anak umur 11 tahun, badannya anak empat tahun," katanya.

Temuan tersebut memperkuat keyakinannya bahwa program MBG merupakan langkah yang tepat. Bahkan di tengah tekanan global, program ini dinilai tidak boleh dikorbankan.

Efisiensi anggaran difokuskan pada belanja tidak prioritas

Lebih lanjut, Prabowo menilai masih banyak pos anggaran lain yang dapat dioptimalkan sebagai respons terhadap krisis global. Pemerintah telah melakukan berbagai langkah efisiensi di sejumlah sektor.

Efisiensi tersebut tidak menyasar program prioritas, melainkan belanja yang dinilai kurang produktif. Dengan pendekatan ini, pemerintah tetap dapat menjaga stabilitas fiskal tanpa mengorbankan program strategis.

"Masih banyak penghematan lain yang bisa kita lakukan. Kita sudah exercise dan kita sudah lakukan penghematan di berbagai bidang," tegasnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa efisiensi anggaran tidak selalu berarti pemangkasan program utama, tetapi lebih pada pengelolaan yang lebih efektif.

MBG dan program prioritas lain dipastikan tidak dipangkas

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa MBG tidak termasuk dalam program yang terkena efisiensi anggaran. Hal ini juga berlaku bagi program prioritas lainnya.

Selain MBG, program Koperasi Desa Merah Putih juga tidak akan mengalami pengurangan anggaran. Pemerintah justru memilih mengurangi belanja yang dianggap kurang berdampak.

"Tidak anggaran MBG dan Kopdes tidak akan dikurangi. Kita kan justru lebih memilih untuk mengurangi belanja belanja yang menurut kita kurang produktif atau kurang berdampak," tegas dia.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga agar defisit anggaran tetap terkendali di tengah dinamika global.

Optimalisasi anggaran jadi strategi jaga keberlanjutan program

Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menegaskan bahwa program unggulan pemerintah tetap berjalan tanpa perubahan.

"Program unggulan tidak ada yang diubah. Semua tetap berjalan karena itu investasi jangka panjang,” ujar Airlangga di kantornya, Senin 16 Maret 2026.

Menurutnya, efisiensi anggaran dilakukan melalui berbagai pos seperti belanja jasa, perjalanan dinas, hingga belanja aparatur. Langkah ini bertujuan menciptakan ruang fiskal yang lebih sehat.

“Anggaran program unggulan tidak dipotong. Optimalisasi ada, optimalisasi artinya kan ada potensi penambahan anggaran dari semua sektor,” tuturnya.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap program prioritas seperti MBG tetap berjalan optimal sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Targetkan 101 Sekolah Rakyat Tahap 2 Rampung Juni 2026 Nasional

Pemerintah Targetkan 101 Sekolah Rakyat Tahap 2 Rampung Juni 2026 Nasional

Strategi Pemerintah Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Lebih Terukur

Strategi Pemerintah Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Lebih Terukur

Pemerintah Tegaskan Belajar Tatap Muka Demi Cegah Learning Loss Siswa

Pemerintah Tegaskan Belajar Tatap Muka Demi Cegah Learning Loss Siswa

Infrastruktur Jalan Jateng Prima Saat Lebaran 2026 Pemudik Beri Apresiasi Tinggi

Infrastruktur Jalan Jateng Prima Saat Lebaran 2026 Pemudik Beri Apresiasi Tinggi

Efektivitas Layanan Transportasi Arus Balik Lebaran 1447 Hijriah Jadi Sorotan Publik

Efektivitas Layanan Transportasi Arus Balik Lebaran 1447 Hijriah Jadi Sorotan Publik