Rabu, 25 Maret 2026

Industri Asuransi Jiwa Catat Premi Rp181 Triliun Sepanjang 2025 Ini Rinciannya

Industri Asuransi Jiwa Catat Premi Rp181 Triliun Sepanjang 2025 Ini Rinciannya
Industri Asuransi Jiwa Catat Premi Rp181 Triliun Sepanjang 2025 Ini Rinciannya

JAKARTA - Kinerja industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2025 memperlihatkan dinamika yang menarik untuk dicermati. 

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, sektor ini tetap menunjukkan stabilitas meskipun terdapat tekanan pada sisi premi. Data terbaru mengungkap bagaimana struktur pendapatan industri terus berkembang.

Perolehan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp181,27 triliun pada Januari—Desember 2025. Jumlah tertanggung terus meningkat, menunjukkan semakin banyak masyarakat yang terproteksi asuransi.

Baca Juga

Rekomendasi Saham Hari Ini Rabu 25 Maret 2026 IHSG Menguat Positif

Berdasarkan laporan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp238,71 triliun hingga Desember 2025, tumbuh 9,3% (year on year/YoY) dari periode sebelumnya senilai Rp218,73 triliun.

Pendapatan itu di antaranya berasal dari perolehan premi Rp181,27 triliun dan hasil investasi Rp47,32 triliun. Nilai premi sepanjang 2025 itu turun 1,8% (YoY), sementara hasil investasi melonjak 103,1%.

Stabilitas Industri Di Tengah Penurunan Premi

“Pada periode Januari hingga Desember ini, kami melihat industri asuransi jiwa masih menunjukkan stabilitas bisnisnya,” ujar Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo Karsono dalam konferensi pers di Gedung AAJI, Jakarta, belum lama ini.

Terdapat tren penurunan dalam perolehan premi industri asuransi jiwa tahun 2025. Selain total premi unweighted yang turun 1,8%, rupanya terjadi penurunan juga dari sisi premi weighted atau premi disetahunkan periode Januari—Desember 2025.

Nilainya tercatat sebesar Rp111,56 triliun atau turun 1,2% (YoY) dari sebelumnya Rp112,92 triliun. Penurunan ini menjadi indikator bahwa pertumbuhan premi belum sepenuhnya pulih.

Kondisi tersebut tidak serta merta mencerminkan pelemahan industri secara keseluruhan. Sebaliknya, terdapat faktor struktural yang memengaruhi perhitungan premi dalam periode berjalan.

Memahami Perhitungan Premi Weighted Dalam Industri

Premi weighted atau premi terimbang adalah perhitungan premi dari berbagai jenis bisnis untuk tahun awal polis. Metode ini memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi bisnis dalam satu tahun tertentu.

Sebagai contoh, jika perusahaan asuransi memperoleh premi tunggal (single premium) untuk asuransi dengan masa perlindungan 15 tahun, maka tidak seluruh premi dihitung sebagai hasil bisnis tahun ini.

Melainkan hanya 10% dari total premi yang dihitung sebagai premi weighted tahun ini. Pendekatan ini bertujuan untuk mencerminkan distribusi pendapatan secara lebih realistis.

Dengan metode tersebut, penurunan premi weighted dapat memberikan perspektif yang lebih dalam terkait performa industri. Hal ini membantu pelaku pasar memahami kondisi sebenarnya.

Komposisi Premi Berdasarkan Jenis Pembayaran

Adapun, berdasarkan tipe pembayaran, premi tunggal tercatat mencapai Rp77,45 triliun. Angka ini turun 2,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp79,60 triliun.

Nilai tersebut masih lebih besar dibandingkan premi reguler tahun pertama yang tercatat sebesar Rp30,05 triliun. Hal ini menunjukkan dominasi premi tunggal dalam struktur industri.

Sementara itu, untuk premi reguler tahun lanjutan tercatat sebesar Rp73,76, turun 4,3%. Penurunan ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi total premi secara keseluruhan.

Menurut Albertus, kondisi tersebut berkaitan dengan banyaknya polis yang telah mencapai masa akhir kontrak. Hal ini berdampak langsung pada penerimaan premi lanjutan.

Pengaruh Maturity Polis Terhadap Penurunan Premi

“Jadi kenapa ada penurunan dari premium lanjutan ini? Salah satu yang utamanya adalah bahwa banyak sekali polis-polis yang habis kontrak,” ujar Albertus.

Fenomena maturity ini menjadi faktor penting dalam memahami penurunan premi lanjutan. Ketika banyak polis berakhir, maka kontribusi premi dari nasabah otomatis berkurang.

Hal ini merupakan siklus alami dalam industri asuransi jiwa. Perusahaan harus terus mengimbangi dengan akuisisi nasabah baru untuk menjaga pertumbuhan.

Di sisi lain, kondisi ini juga mencerminkan bahwa banyak nasabah telah menyelesaikan kontrak perlindungan mereka. Hal tersebut dapat menjadi indikator keberhasilan layanan dalam jangka panjang.

Dominasi Produk Dan Kanal Distribusi Premi

Sementara itu, premi asuransi tradisional tercatat sebesar Rp113,03 triliun sepanjang periode 2025. Angka ini menunjukkan bahwa produk tradisional masih menjadi tulang punggung industri.

Berbeda dengan yang tradisional, premi produk unit-linked mencatatkan penurunan 8,2% menjadi Rp68,24 triliun. Hal ini menandakan adanya pergeseran preferensi nasabah.

Kemudian, untuk premi berdasarkan unit usaha, premi unit konvensional tercatat turun tipis 1,2% menjadi Rp160,08 triliun. Sedangkan unit syariah juga turun sebesar 6,2% menjadi Rp21,19 triliun.

Jika dilihat dari jenis kepesertaan, premi perorangan mencapai Rp149,56 triliun. Angka ini lebih besar dibandingkan premi kumpulan sebesar Rp31,71 triliun.

Adapun jika dilihat dari kanal distribusi, bancassurance menjadi yang terbesar dengan nilai Rp96,91 triliun. Disusul keagenan sebesar Rp58,40 triliun dan distribusi alternatif Rp45,96 triliun.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

AAJI Dukung Program Penjaminan Polis Asuransi Resmi Diluncurkan Tahun 2027

AAJI Dukung Program Penjaminan Polis Asuransi Resmi Diluncurkan Tahun 2027

Memulai Investasi Dari THR Lebaran Agar Kebiasaan Finansial Lebih Sehat

Memulai Investasi Dari THR Lebaran Agar Kebiasaan Finansial Lebih Sehat

Update Kurs Dolar AS di Bank-Bank Nasional 25 Maret 2026 Hari Ini

Update Kurs Dolar AS di Bank-Bank Nasional 25 Maret 2026 Hari Ini

Jadwal Operasional Bank Mandiri BRI BNI BTN BSI Libur Lebaran 2026

Jadwal Operasional Bank Mandiri BRI BNI BTN BSI Libur Lebaran 2026

Update Terbaru Suku Bunga Deposito Mandiri BRI BNI Stabil Tahun 2026

Update Terbaru Suku Bunga Deposito Mandiri BRI BNI Stabil Tahun 2026