Rabu, 25 Maret 2026

Kurs Dolar AS Hari Ini Di Bank BCA BRI Mandiri BNI Terbaru

Kurs Dolar AS Hari Ini Di Bank BCA BRI Mandiri BNI Terbaru
Kurs Dolar AS Hari Ini Di Bank BCA BRI Mandiri BNI Terbaru

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah dibuka melemah pada perdagangan hari ini. 

Kondisi ini semakin menarik untuk dicermati karena terjadi di tengah dinamika global yang masih fluktuatif. Selain itu, perbandingan kurs di sejumlah bank besar juga memberikan gambaran nyata kondisi pasar domestik.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada level Rp16.917 pada perdagangan hari ini, Rabu. Berikut kurs dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI hari ini.

Baca Juga

Rekomendasi Saham Hari Ini Rabu 25 Maret 2026 IHSG Menguat Positif

Mengutip data Bloomberg pukul 09.00 WIB, rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp16.917 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada saat yang sama, indeks dolar AS turun 0,23% ke level 99,20.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan terhadap rupiah meskipun indeks dolar tidak sepenuhnya menguat. Hal tersebut mencerminkan adanya faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan nilai tukar di pasar domestik.

Pergerakan Mata Uang Asia Pasifik Beragam

Sementara itu, sejumlah mata uang di kawasan Asia Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan hari ini. Yen Jepang dan dolar Hong Kong misalnya, dibuka stagnan tanpa perubahan signifikan.

Lalu, dolar Singapura menguat 0,02%, dolar Taiwan menguat 0,24%, dan won Korea Selatan naik 0,43%. Pergerakan ini menunjukkan adanya sentimen positif di sebagian kawasan.

Peso Filipina naik 0,01%, yuan China menguat 0,09%, ringgit Malaysia menguat 0,09%, dan baht Thailand naik 0,20% pagi ini.

Variasi ini mencerminkan kondisi pasar regional yang tidak seragam. Di tengah penguatan beberapa mata uang, rupiah justru masih berada dalam tekanan.

Proyeksi Rupiah Dipengaruhi Sentimen Eksternal

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi sebelumnya memperkirakan nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan pascalibur panjang Idulfitri 1447 H/2026 M, Selasa.

Sentimen eksternal diprediksi membayangi pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot sepanjang pekan ini. Hal ini disebabkan oleh aktivitas pasar yang baru kembali normal setelah libur panjang.

Menurutnya, mata uang Garuda akan diperdagangkan pada rentang Rp16.990 hingga Rp17.075 per dolar AS. Rentang ini menjadi acuan bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi.

Tekanan ini sejalan dengan potensi penguatan indeks dolar AS yang diperkirakan bergerak di kisaran 98,73 hingga 101,20.

Penguatan Dolar Didorong Kebijakan Global

“Dalam perdagangan pekan ini, indeks dolar kemungkinan kembali menguat menuju level 101,20. Kecil kemungkinan terjadi pelemahan ke area support 98,73,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya.

Dia menilai, keperkasaan dolar AS dipicu oleh sikap bank sentral global yang tetap mempertahankan suku bunga tinggi atau hawkish guna meredam inflasi.

Kebijakan tersebut membuat aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor global. Akibatnya, permintaan terhadap dolar meningkat.

Kondisi itu diperparah oleh lonjakan harga energi, di mana minyak mentah jenis Brent diprediksi menembus ke kisaran US$110 hingga US$116 per barel.

Rincian Kurs Dolar AS Di Bank BCA

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 09.39 WIB mematok harga beli dolar AS sebesar Rp16.873 dan harga jual sebesar Rp16.893 berdasarkan e-rate.

Berdasarkan TT counter, bank swasta terbesar di Indonesia itu menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.760 dan harga jual Rp17.060.

Lalu berdasarkan bank notes, harga beli dan harga jual dolar AS masing-masing ditetapkan sebesar Rp16.760 dan Rp17.060.

Perbedaan metode transaksi ini memberikan pilihan bagi nasabah sesuai kebutuhan transaksi mereka di pasar valuta asing.

Rincian Kurs Dolar AS Di BRI Mandiri Dan BNI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS pada pukul 09.41 WIB masing-masing sebesar Rp16.858 dan Rp16.889 untuk e-rate.

Lalu untuk TT counter, bank pelat merah itu mematok harga beli sebesar Rp16.805 per dolar AS dan harga jual Rp17.005 per dolar AS.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 09.08 WIB menetapkan harga beli dan harga jual untuk special rate masing-masing sebesar Rp16.910 dan Rp16.940 per dolar AS.

Kemudian, bank dengan logo pita emas itu mematok harga beli dolar AS sebesar Rp16.710 dan harga jual Rp17.010 untuk TT counter serta bank notes.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan harga beli dan jual dolar AS untuk special rates pada pukul 09.35 WIB masing-masing sebesar Rp16.874 dan Rp16.894.

Berdasarkan TT counter, BNI menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp16.845 dan harga jual Rp17.145, termasuk untuk transaksi bank notes pada periode yang sama.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

AAJI Dukung Program Penjaminan Polis Asuransi Resmi Diluncurkan Tahun 2027

AAJI Dukung Program Penjaminan Polis Asuransi Resmi Diluncurkan Tahun 2027

Memulai Investasi Dari THR Lebaran Agar Kebiasaan Finansial Lebih Sehat

Memulai Investasi Dari THR Lebaran Agar Kebiasaan Finansial Lebih Sehat

Update Kurs Dolar AS di Bank-Bank Nasional 25 Maret 2026 Hari Ini

Update Kurs Dolar AS di Bank-Bank Nasional 25 Maret 2026 Hari Ini

Jadwal Operasional Bank Mandiri BRI BNI BTN BSI Libur Lebaran 2026

Jadwal Operasional Bank Mandiri BRI BNI BTN BSI Libur Lebaran 2026

Update Terbaru Suku Bunga Deposito Mandiri BRI BNI Stabil Tahun 2026

Update Terbaru Suku Bunga Deposito Mandiri BRI BNI Stabil Tahun 2026