Pemudik Lebaran 2026 Pilih Kereta Api Sebagai Moda Transportasi Teraman
- Rabu, 25 Maret 2026
JAKARTA - Kereta api kembali menegaskan dominasinya sebagai moda transportasi utama bagi masyarakat pada Lebaran 2026.
Kementerian Perhubungan mencatat bahwa pergerakan penumpang angkutan umum pada hari H Lebaran, Sabtu, 21 Maret 2026, mencapai 873.916 orang.
“Pemudik dengan angkutan umum hingga hari Lebaran masih cukup tinggi, tetapi tetap terkendali. Moda transportasi terbanyak yang digunakan masih kereta api,” ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Ernita Titits Dewi.
Baca JugaPemerintah Usul Tambahan Anggaran Revitalisasi Sekolah Demi Pendidikan Lebih Baik
Pergerakan kereta api terdiri atas 205.335 penumpang antar-kota dan 159.314 penumpang regional perkotaan, total 364.649 orang.
Moda angkutan udara mengangkut 206.785 penumpang, terdiri atas 155.675 domestik dan 51.110 internasional. Angkutan penyeberangan tercatat 177.564 orang, angkutan laut 21.141 orang, dan bus/angkutan darat 103.777 orang.
Fenomena ini menunjukkan kereta api tidak hanya populer, tetapi juga menjadi pilihan bagi pemudik yang mengutamakan ketepatan waktu dan kenyamanan.
Capaian Kumulatif Angkutan Umum
Jika dihitung sejak H-8, 13 Maret 2026, hingga H Lebaran, 21 Maret 2026, total pergerakan penumpang angkutan umum mencapai 10.887.584 orang. Angka ini meningkat 8,58% dibandingkan Lebaran 2025, yang tercatat 10.027.482 orang.
Distribusi kumulatif per moda adalah:
Kereta api: 3.349.343 orang, naik 13,46% dari 2.952.055 orang.
Angkutan udara: 2.397.192 orang, naik 2,95% dari 2.328.551 orang.
Angkutan penyeberangan: 2.664.004 orang, naik 14,01% dari 2.336.619 orang.
Angkutan bus/darat: 1.693.931 orang, naik 9,37% dari 1.548.874 orang.
Angkutan laut: 783.114 orang.
Data ini menegaskan kereta api sebagai moda favorit, sedangkan angkutan udara dan laut tetap mendukung mobilitas secara menyeluruh.
Arus Kendaraan dan Posko Transportasi
Selain penumpang, arus kendaraan juga tetap tinggi tetapi terpantau terkendali di berbagai simpul transportasi.
Di gerbang Tol Jakarta, kendaraan keluar tercatat 193.237 unit, masuk 122.074 unit. Total pergerakan kendaraan di gerbang Tol Jabodetabek tercatat 380.753 unit, sementara gerbang Tol Non-Jabodetabek sebanyak 353.546 unit.
Di ruas arteri Jabodetabek, kendaraan keluar mencapai 601.275 unit dan masuk 460.089 unit. Sedangkan arteri Non-Jabodetabek mencapai 607.366 unit. Kondisi ini menunjukkan pengaturan lalu lintas yang efektif dan koordinasi antar-pemangku kepentingan berjalan baik.
Pada titik simpul transportasi, petugas dari Kemenhub, Kepolisian, dan operator transportasi berkolaborasi mengatur lalu lintas, memaksimalkan penggunaan rest area, serta menyiapkan layanan darurat seperti derek 24 jam untuk mengurangi potensi hambatan perjalanan.
Ketepatan Waktu Angkutan (OTP)
Kemenhub juga memantau kinerja ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) angkutan umum selama Lebaran 2026. Hasil monitoring menunjukkan:
Kereta api antar-kota: 97,70%
Kereta api regional: 99,40%
Angkutan udara domestik: 88,09%
Angkutan udara internasional: 69,31%
Angkutan laut: 95,92%
Angkutan penyeberangan: 93,20%
Angkutan darat (bus): 64,97%
Hasil ini menegaskan bahwa kereta api tidak hanya favorit tetapi juga sangat andal dalam hal ketepatan jadwal. Moda udara domestik tetap tinggi, sementara internasional relatif lebih rendah karena prosedur check-in yang panjang.
Imbauan Keselamatan dan Perencanaan Perjalanan
Kemenhub mengimbau pemudik untuk merencanakan perjalanan secara matang. Pengendara dan penumpang diminta memeriksa kondisi kendaraan, memastikan kesehatan prima, mematuhi aturan lalu lintas, serta memanfaatkan fasilitas istirahat di terminal, stasiun, pelabuhan, atau rest area tol.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Pemudik diminta memilih waktu perjalanan bijak, kondisi tubuh dan kendaraan prima, serta mematuhi arahan petugas,” tambah Ernita.
Koordinasi antara Kemenhub, Kepolisian, dan operator transportasi memastikan arus mudik tetap lancar, aman, dan nyaman. Penggunaan kereta api sebagai moda transportasi utama terbukti efektif, dengan OTP tinggi dan fasilitas pendukung yang lengkap.
Lebaran 2026 menunjukkan bahwa kereta api menjadi moda transportasi paling dipilih pemudik. Angkutan udara, laut, dan penyeberangan tetap signifikan, sedangkan bus dan angkutan darat melengkapi mobilitas nasional.
Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan arus kendaraan menunjukkan efektivitas koordinasi antar-pemangku kepentingan. OTP tinggi pada kereta api memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.
Pemudik diimbau selalu memprioritaskan keselamatan, merencanakan perjalanan dengan baik, dan memanfaatkan fasilitas pendukung agar arus mudik dan balik tetap lancar. Moda kereta api tetap menjadi pilihan favorit yang menjamin perjalanan nyaman, aman, dan tepat waktu.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal KA Prameks Jogja Purworejo Hari Ini Lengkap Jam Berangkat Dan Rute
- Rabu, 25 Maret 2026
PLN Jaga Pasokan Listrik Nasional Stabil Saat Salat Idulfitri 1447 Hijriah
- Rabu, 25 Maret 2026
Berita Lainnya
Pemerintah Targetkan 101 Sekolah Rakyat Tahap 2 Rampung Juni 2026 Nasional
- Rabu, 25 Maret 2026
Strategi Pemerintah Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Lebih Terukur
- Rabu, 25 Maret 2026












