Kamis, 26 Maret 2026

Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Stok Aman Jelang Lebaran

Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Stok Aman Jelang Lebaran
Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Stok Aman Jelang Lebaran

JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, perhatian pemerintah terhadap kondisi harga kebutuhan pokok semakin ditingkatkan. 

Pemerintah berupaya memastikan bahwa masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar serta ketersediaan barang yang cukup di pasar.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan pemantauan langsung ke pasar tradisional untuk melihat kondisi harga dan pasokan komoditas penting. Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan peninjauan langsung ke Pasar Rawasari di Jakarta untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Baca Juga

Pemerintah Usul Tambahan Anggaran Revitalisasi Sekolah Demi Pendidikan Lebih Baik

Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok masih berada pada kondisi relatif stabil. Selain itu, pasokan barang di pasar juga dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode menjelang hari raya.

Saat melakukan peninjauan langsung di Pasar Rawasari Jakarta, Senin, Budi mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pengawasan langsung ke pasar untuk memastikan ketersediaan barang dan kestabilan harga di tingkat pedagang.

Pemantauan Pasar Dilakukan Secara Langsung

Menurut Budi Santoso, pemerintah secara aktif melakukan pengawasan di berbagai pasar tradisional untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Kehadiran pemerintah di pasar tidak hanya untuk memantau ketersediaan barang, tetapi juga untuk memastikan para pedagang mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan.

Ia menjelaskan bahwa langkah ini juga memiliki dampak psikologis bagi para pedagang agar tidak menjual barang dengan harga yang terlalu tinggi atau melampaui batas yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut dia, kehadiran pemerintah di pasar juga dapat memberikan efek psikologis kepada pedagang agar tidak menjual komoditas di atas harga acuan penjualan (HAP) dan harga eceran tertinggi (HET).

"Selain itu sebenarnya dengan pengecekan ke pasar itu secara psikologis bisa mempengaruhi pedagang untuk tidak menjual mahal atau tidak menjual di atas HET ya. Itu terus kita lakukan," ujar Budi.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara langsung, pemerintah berharap stabilitas harga di pasar dapat terus terjaga, terutama pada masa menjelang Lebaran ketika permintaan masyarakat biasanya meningkat.

Harga Sejumlah Komoditas Masih Dalam Batas Wajar

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan di Pasar Rawasari, sejumlah komoditas utama masih dijual dengan harga yang tergolong stabil dan berada dalam kisaran yang wajar.

Salah satu komoditas yang dipantau adalah daging ayam. Di pasar tersebut, harga ayam tercatat sekitar Rp40 ribu per kilogram, yang masih sesuai dengan harga acuan penjualan yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, bawang merah dijual dengan harga sekitar Rp40 ribu per kilogram. Harga ini juga masih berada di bawah harga acuan penjualan yang ditetapkan sebesar Rp41.500 per kilogram.

Untuk minyak goreng rakyat atau Minyakita, harga yang dijual di pasar sekitar Rp15.700 per liter. Harga tersebut dinilai masih sesuai dengan harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

Kondisi harga tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar komoditas penting masih dapat diperoleh masyarakat dengan harga yang relatif stabil menjelang perayaan Idul Fitri.

Pemerintah Dorong Alternatif Minyak Goreng Terjangkau

Selain memastikan harga minyak goreng rakyat tetap terkendali, pemerintah juga mendorong ketersediaan berbagai merek minyak goreng lain yang dapat menjadi pilihan bagi masyarakat.

Menurut Budi, minyak goreng merek lain yang dikenal sebagai minyak second brand juga tersedia di pasaran. Produk-produk tersebut berfungsi sebagai alternatif atau pendamping bagi Minyakita agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dengan harga yang tetap terjangkau.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan minyak goreng alternatif tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan pasar sekaligus memberikan pilihan yang lebih luas kepada konsumen.

"Minyak second brand juga banyak. Minyak second brand ini sebenarnya minyak pendamping Minyakita jadi biar masyarakat punya banyak pilihan. Tidak hanya Minyakita yang yang terjangkau tapi juga kita ingin ada minyak-minyak lain yang terjangkau oleh masyarakat ya," katanya.

Dengan adanya berbagai pilihan minyak goreng di pasar, diharapkan masyarakat dapat memperoleh produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daya beli masing-masing.

Beberapa Komoditas Mengalami Kenaikan Tipis

Meski sebagian besar harga bahan pokok masih relatif stabil, pemerintah mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu. Komoditas tersebut antara lain cabai rawit dan telur ayam.

Menurut Budi, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran. Namun demikian, ia menilai kenaikan tersebut masih berada dalam batas yang wajar dan tidak menimbulkan gangguan terhadap stabilitas pasar.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan bahan pokok hingga menjelang dan selama periode Lebaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok atau SP2KP.

"Jadi setiap hari itu kan ada kontribusi dari beberapa daerah. Jadi ada 550 titik pasar yang terus kita awasi, kita ikuti perkembangan harganya," terangnya.

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau kondisi harga bahan pokok di berbagai wilayah secara rutin dan memperoleh data yang lebih akurat mengenai perkembangan pasar.

Berdasarkan data SP2KP per 13 Maret 2026, harga beras medium tercatat Rp13.680 per kilogram, sementara beras premium berada pada kisaran Rp15.342 per kilogram.

Harga Minyakita tercatat Rp15.872 per liter, sedangkan minyak goreng premium mencapai Rp21.180 per liter. Untuk komoditas lain, harga daging ayam ras tercatat Rp40.462 per kilogram dan telur ayam ras Rp30.879 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah keriting berada pada kisaran Rp39.79 per kilogram, cabai rawit Rp78.079 per kilogram, cabai merah besar Rp41.630 per kilogram, bawang merah Rp39.934 per kilogram, serta bawang putih Rp36.146 per kilogram.

Dengan pemantauan yang terus dilakukan pemerintah, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan lebih tenang menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Targetkan 101 Sekolah Rakyat Tahap 2 Rampung Juni 2026 Nasional

Pemerintah Targetkan 101 Sekolah Rakyat Tahap 2 Rampung Juni 2026 Nasional

Strategi Pemerintah Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Lebih Terukur

Strategi Pemerintah Hadapi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Lebih Terukur

Pemerintah Tegaskan Belajar Tatap Muka Demi Cegah Learning Loss Siswa

Pemerintah Tegaskan Belajar Tatap Muka Demi Cegah Learning Loss Siswa

Infrastruktur Jalan Jateng Prima Saat Lebaran 2026 Pemudik Beri Apresiasi Tinggi

Infrastruktur Jalan Jateng Prima Saat Lebaran 2026 Pemudik Beri Apresiasi Tinggi

Efektivitas Layanan Transportasi Arus Balik Lebaran 1447 Hijriah Jadi Sorotan Publik

Efektivitas Layanan Transportasi Arus Balik Lebaran 1447 Hijriah Jadi Sorotan Publik