JAKARTA - PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) bersiap memulai babak baru dalam pengembangan layanan kesehatan dengan memperluas specialty clinic di tahun 2026.
Langkah ini dilakukan menyusul pencapaian pendapatan sebesar Rp2,28 triliun sepanjang 2025, naik tipis 1,31% dibandingkan tahun sebelumnya, meski di tengah dinamika industri layanan kesehatan.
Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan bisnis perseroan serta efektivitas strategi dalam memperkuat inovasi layanan, jaringan digital, dan ekosistem layanan kesehatan.
Baca JugaTender Wajib LAPD Dorong Pertumbuhan Jumlah Pemegang Saham Signifikan
“Pendapatan sebesar Rp2,28 triliun pada tahun buku 2025 mencerminkan efektivitas strategi kami dalam mengakselerasi inovasi, memperkuat ekosistem digital, serta mengoptimalkan jaringan layanan,” ujarnya.
Kontribusi utama pendapatan tetap datang dari pemeriksaan rutin serta layanan esoterik yang bernilai tambah tinggi.
Permintaan yang konsisten terhadap layanan ini menjadi penopang utama pertumbuhan Prodia, sekaligus mengokohkan posisi perseroan dalam pasar diagnostik kesehatan yang semakin kompetitif.
Kinerja Keuangan 2025: Stabil Meski Beban Meningkat
Beban pokok penjualan (COGS) meningkat 5,42% yoy menjadi Rp949 miliar, terdorong oleh meningkatnya volume pemeriksaan, ekspansi layanan di berbagai wilayah, harga bahan medis yang naik, serta investasi dalam peralatan dan teknologi diagnostik.
Meski laba kotor turun tipis 1,43% yoy menjadi Rp1,33 triliun, perseroan tetap mampu mempertahankan profitabilitas dengan laba usaha (EBIT) Rp225 miliar dan laba sebelum pajak (EBT) Rp264 miliar.
Setelah dikurangi beban pajak Rp58 miliar, laba bersih 2025 tercatat Rp207 miliar, menunjukkan ketahanan operasional yang solid.
Dari sisi neraca, total aset tercatat Rp2,70 triliun, total liabilitas Rp302 miliar, dan ekuitas Rp2,39 triliun, menegaskan struktur keuangan yang sehat dan fondasi kuat untuk ekspansi dan pengembangan bisnis lebih lanjut.
Arus Kas dan Belanja Modal Mendukung Ekspansi
Arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat Rp424 miliar, menunjukkan kemampuan Prodia menghasilkan kas yang konsisten dari kegiatan inti.
Sepanjang 2025, belanja modal (capex) lebih dari Rp165 miliar difokuskan pada modernisasi laboratorium, pengembangan infrastruktur, serta inovasi layanan digital.
Direktur Keuangan Liana Kuswandi menegaskan bahwa fondasi keuangan yang solid ini memungkinkan perusahaan untuk menjalankan agenda ekspansi dengan lancar.
“Profitabilitas dan arus kas tetap kuat mendukung pengembangan specialty clinic, layanan esoterik, dan diagnostik klinis kompleks,” ujarnya.
Ekspansi Specialty Clinic dan Precision Medicine
Memasuki 2026, Prodia berfokus memperkuat layanan specialty clinic di bidang stem cell, autoimmune, dan longevity.
Selain itu, perusahaan mengembangkan ekosistem digital melalui aplikasi U by Prodia, Prodia for Doctor, dan WebPortal, guna meningkatkan interaksi dan keterlibatan pelanggan.
Layanan diagnostik klinis kompleks juga diperkuat melalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) berbasis mass spectrometry yang didukung clinical decision support, sehingga memperluas jangkauan layanan presisi yang bernilai tinggi.
Strategi ini diharapkan meningkatkan kualitas pendapatan sekaligus memaksimalkan utilitas jaringan laboratorium.
Jaringan Laboratorium dan Outlet Mendukung Akses Layanan
Sepanjang 2025, Prodia menambah 1 laboratorium medis, 2 genomic site, dan 71 point of care (POC), sehingga total outlet kini mencapai 402 unit di seluruh 34 provinsi.
Jumlah pelanggan baru tercatat lebih dari 888.000, dengan total tes lebih dari 20 juta.
Total kunjungan layanan mencapai 2,79 juta, memperlihatkan tingginya permintaan terhadap layanan diagnostik, termasuk pemeriksaan esoterik dan layanan bernilai tambah lainnya.
Digitalisasi dan Kemitraan Internasional
Pertumbuhan kanal digital juga signifikan, dengan aplikasi U by Prodia terunduh lebih dari 2,9 juta kali, naik 70% yoy.
Prodia juga memperluas kemitraan internasional ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste, memperkuat posisi global sekaligus membuka peluang kolaborasi diagnostik modern.
Digitalisasi dan penguatan ekosistem ini memungkinkan optimasi utilisasi jaringan laboratorium dan klinik, mendorong pertumbuhan volume pemeriksaan, sekaligus menjaga kualitas layanan tinggi.
Keberlanjutan dan Dampak Sosial
Prodia menjalankan sejumlah inisiatif keberlanjutan, termasuk penurunan emisi karbon lebih dari 5% yoy.
Program pemeriksaan demensia gratis menjangkau hampir 30.000 peserta, memperlihatkan komitmen perusahaan pada kesehatan masyarakat dan tanggung jawab sosial.
Kegiatan keberlanjutan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan nilai lebih bagi pasien dan masyarakat, sejalan dengan ekspansi dan inovasi layanan diagnostik.
Fondasi Kuat untuk Ekspansi dan Inovasi Layanan
Pendapatan Rp2,28 triliun dan struktur permodalan yang sehat menjadi fondasi Prodia dalam memperluas specialty clinic, meningkatkan layanan diagnostik kompleks, serta mengembangkan ekosistem digital.
Fokus pada inovasi layanan, layanan bernilai tambah, dan penguatan jaringan laboratorium, memastikan Prodia tetap kompetitif sekaligus siap menghadirkan layanan modern yang memenuhi kebutuhan pasien dengan kualitas tinggi.
Strategi ini tidak hanya memperkuat profitabilitas, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Baznas Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Penyandang Disabilitas di Bandung
- Jumat, 13 Maret 2026
TNI dan Polri Dikerahkan untuk Menjamin Keselamatan Pemudik Sepanjang Jalur
- Jumat, 13 Maret 2026
Kemensos Salurkan Bantuan Rp83,7 Juta Untuk 15 Keluarga Banjir Pariaman
- Jumat, 13 Maret 2026
BPJS Kesehatan Hadirkan Posko Mudik Gratis Layani Pemudik Lebaran 2026
- Jumat, 13 Maret 2026
Berita Lainnya
Menjelang Puncak Mudik Ramadan, Pengiriman Motor KAI Logistik Terus Naik
- Jumat, 13 Maret 2026
Jelang 70 Tahun, Gobel Group Salurkan Bantuan Bencana Rp2,4 Miliar ke Sumatra
- Jumat, 13 Maret 2026







.jpg)




