Sabtu, 14 Maret 2026

Prodia Catat Pendapatan Rp2,28 Triliun, Siap Ekspansi Specialty Clinic Tahun Ini

Prodia Catat Pendapatan Rp2,28 Triliun, Siap Ekspansi Specialty Clinic Tahun Ini
Prodia Catat Pendapatan Rp2,28 Triliun, Siap Ekspansi Specialty Clinic Tahun Ini

JAKARTA - Industri layanan kesehatan diagnostik di Indonesia terus menunjukkan dinamika yang berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan. 

Kondisi tersebut turut mendorong berbagai perusahaan layanan kesehatan untuk memperkuat inovasi layanan sekaligus memperluas jaringan fasilitas medis guna menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam.

Salah satu perusahaan yang terus mengembangkan strategi pertumbuhan adalah PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA). Perusahaan layanan laboratorium kesehatan ini mencatatkan kinerja keuangan yang relatif stabil sepanjang tahun buku 2025, sekaligus mempersiapkan langkah ekspansi pada tahun berikutnya.

Baca Juga

Tender Wajib LAPD Dorong Pertumbuhan Jumlah Pemegang Saham Signifikan

Dengan dukungan permintaan layanan diagnostik yang tetap kuat, Prodia menilai momentum pertumbuhan industri kesehatan masih terbuka lebar. Hal ini menjadi dasar bagi perusahaan untuk memperluas layanan bernilai tambah tinggi serta memperkuat infrastruktur teknologi yang mendukung ekosistem kesehatan digital.

Pendapatan Prodia Tumbuh di Tengah Dinamika Industri Kesehatan

PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) membukukan pendapatan sebesar Rp2,28 triliun sepanjang 2025, naik tipis 1,31% secara tahunan (yoy), seiring dengan kontribusi pemeriksaan rutin dan layanan esoterik yang tetap menjadi penopang utama bisnis perseroan.

Berdasarkan keterangan resmi perseroan, pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan kinerja Prodia di tengah dinamika industri layanan kesehatan. Permintaan terhadap pemeriksaan esoterik yang bernilai tambah lebih tinggi juga turut menopang pertumbuhan pendapatan.

Di sisi lain, beban pokok penjualan (COGS) tercatat meningkat 5,42% yoy menjadi Rp949 miliar, seiring dengan meningkatnya volume tes serta ekspansi layanan di berbagai wilayah.

Kenaikan biaya tersebut juga dipengaruhi oleh harga bahan medis dan reagen yang lebih tinggi serta investasi perseroan pada peningkatan kualitas layanan dan teknologi diagnostik.

Alhasil, laba kotor perseroan tercatat turun tipis 1,43% yoy menjadi Rp1,33 triliun. Meski demikian, Prodia masih mampu menjaga profitabilitas operasional dengan mencatatkan laba usaha (EBIT) sebesar Rp225 miliar serta laba sebelum pajak (EBT) Rp264 miliar.

Dengan beban pajak sebesar Rp58 miliar, perseroan membukukan laba bersih Rp207 miliar pada 2025.

Struktur Keuangan Tetap Sehat dan Arus Kas Stabil

Dari sisi neraca, total aset Prodia tercatat sebesar Rp2,70 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp302 miliar dan ekuitas mencapai Rp2,39 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang relatif sehat dengan tingkat leverage yang rendah.

Perseroan juga mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp424 miliar, menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas secara konsisten dari kegiatan inti bisnisnya.

Sepanjang 2025, Prodia merealisasikan belanja modal (capex) lebih dari Rp165 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk pengembangan infrastruktur, modernisasi peralatan laboratorium, serta inovasi layanan digital guna memperkuat daya saing dan efisiensi operasional.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan kinerja 2025 mencerminkan efektivitas strategi perusahaan dalam memperkuat inovasi layanan, ekosistem digital, serta jaringan layanan kesehatan.

“Pendapatan sebesar Rp2,28 triliun pada tahun buku 2025 mencerminkan efektivitas strategi kami dalam mengakselerasi inovasi, memperkuat ekosistem digital, serta mengoptimalkan jaringan layanan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (13/3/2026).

Strategi Ekspansi Specialty Clinic pada 2026

Memasuki 2026, Prodia berencana memperkuat pengembangan layanan precision medicine melalui ekspansi specialty clinic di bidang stem cell, autoimmune, dan longevity.

Perseroan juga akan memperkuat ekosistem digital seperti aplikasi U by Prodia, Prodia for Doctor, serta WebPortal guna meningkatkan keterlibatan pelanggan.

Selain itu, perusahaan juga mendorong pengembangan layanan diagnostik klinis kompleks melalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC) berbasis teknologi mass spectrometry yang didukung clinical decision support.

Direktur Keuangan Prodia Liana Kuswandi mengatakan kinerja keuangan yang solid menjadi fondasi bagi agenda ekspansi perusahaan pada tahun ini.

“Sepanjang 2025, Prodia menjaga profitabilitas dan arus kas tetap solid melalui pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan serta pengelolaan biaya yang produktif, didukung struktur permodalan yang tetap sehat,” ujarnya.

Menurutnya, pada 2026 perseroan akan fokus meningkatkan kualitas pendapatan melalui bauran tes bernilai tinggi seperti pemeriksaan esoterik serta layanan diagnostik klinis yang lebih komprehensif.

Pertumbuhan Pelanggan dan Ekspansi Jaringan Layanan

Di sisi operasional, Prodia juga akan mengoptimalkan utilisasi jaringan laboratorium dan klinik guna mendorong pertumbuhan volume pemeriksaan sekaligus menjaga kualitas layanan.

Sepanjang 2025, Prodia mencatat lebih dari 888.000 pelanggan baru dengan total lebih dari 20 juta tes yang dilakukan sepanjang tahun.

Kinerja kanal digital melalui aplikasi U by Prodia juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan lebih dari 2,9 juta unduhan atau meningkat 70% yoy.

Selain itu, total kunjungan layanan perseroan tercatat lebih dari 2,79 juta kunjungan, mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan kesehatan diagnostik.

Di sisi ekspansi jaringan, perseroan menambah 1 laboratorium medis, 2 genomic site, dan 71 point of care (POC) sepanjang 2025. Dengan tambahan tersebut, Prodia kini memiliki 402 outlet yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Perseroan juga memperluas kemitraan internasional ke sejumlah negara, seperti Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste.

Selain ekspansi bisnis, Prodia juga mencatat sejumlah pencapaian dalam aspek keberlanjutan. Perseroan berhasil menurunkan emisi karbon lebih dari 5% yoy serta menjalankan program pemeriksaan demensia gratis yang menjangkau hampir 30.000 peserta.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Prodia Perluas Specialty Clinic Usai Raih Pendapatan 2025 Tinggi

Prodia Perluas Specialty Clinic Usai Raih Pendapatan 2025 Tinggi

Menjelang Puncak Mudik Ramadan, Pengiriman Motor KAI Logistik Terus Naik

Menjelang Puncak Mudik Ramadan, Pengiriman Motor KAI Logistik Terus Naik

Jelang 70 Tahun, Gobel Group Salurkan Bantuan Bencana Rp2,4 Miliar ke Sumatra

Jelang 70 Tahun, Gobel Group Salurkan Bantuan Bencana Rp2,4 Miliar ke Sumatra

Update Jadwal KA Prameks Jogja–Kutoarjo 13 Maret 2026, Cek Jam Berangkat dan Cara Beli Tiket

Update Jadwal KA Prameks Jogja–Kutoarjo 13 Maret 2026, Cek Jam Berangkat dan Cara Beli Tiket

Update Jadwal KA Bandara YIA 13 Maret 2026,Lengkap Jam Keberangkatan dan Harga Tiket

Update Jadwal KA Bandara YIA 13 Maret 2026,Lengkap Jam Keberangkatan dan Harga Tiket