Rekomendasi 5 Tempat Makan Legendaris di Tangerang Cocok Untuk Wisata Kuliner
- Jumat, 13 Maret 2026
JAKARTA - Tangerang bukan hanya kota industri, tapi juga gudangnya kuliner legendaris yang telah bertahan lintas generasi.
Dari makanan kaki lima hingga restoran klasik, setiap sudut kota menyimpan cerita panjang di balik cita rasa yang unik. Banyak kuliner legendaris di Tangerang eksis hingga puluhan tahun, bahkan beberapa sudah dikenal sejak pertengahan abad ke-20.
Bagi warga lokal maupun wisatawan, menjelajahi kuliner ini bukan sekadar menikmati makanan, tapi juga merasakan nostalgia dan sejarah yang melekat pada setiap gigitan.
Baca JugaApakah Kurma Perlu Dicuci Sebelum Dimakan? Simak Penjelasan Lengkap Faktanya
Salah satu kawasan kuliner yang wajib dikunjungi adalah Pasar Lama Tangerang. Di sini, aroma bumbu dan rempah tradisional yang khas menciptakan pengalaman makan yang berbeda.
Tidak heran, kawasan ini tetap ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan atau sore hari. Beberapa kuliner legendaris bahkan telah eksis sejak tahun 1950-an, membuat setiap hidangan seakan membawa pengunjung kembali ke masa lalu.
1. Sate Ayam H. Ishak
Sate Ayam H. Ishak menjadi ikon kuliner legendaris Tangerang, berdiri sejak 1954. Awalnya dijajakan secara keliling oleh Haji Ishak, kini usaha ini diteruskan oleh anak-anaknya dengan tetap menjaga resep asli.
Sate di sini berbeda dari sate Madura pada umumnya karena menyajikan berbagai bagian ayam, mulai dari daging, kulit, ati, ampela, hingga uritan (telur muda).
Penggunaan arang batok dan kacang Madura untuk bumbu kacang menjadikan rasanya khas dan autentik. Setiap hari, sekitar 6.000 tusuk sate laku terjual dengan kisaran harga Rp 25.000 per porsi. Tempat ini tidak hanya memuaskan rasa lapar, tetapi juga menghadirkan pengalaman kuliner legendaris yang sulit dilupakan.
2. Es Buntin
Tidak lengkap ke kawasan Pecinan Tangerang tanpa mencicipi Es Buntin. Kedai legendaris ini berlokasi dekat dengan Klenteng Boen Tek Bio, klenteng bersejarah sejak abad ke-17.
Dikelola oleh Lim Bun Tin sejak tahun 1980, Es Buntin menyajikan es serut berbentuk kerucut dengan topping beragam seperti alpukat, kelapa, cincau, cendol, pacar China, dan jelly.
Menu favorit termasuk es campur, es buah, serta varian unik seperti Es Putsal dan Es Bumi Hangus. Dengan harga Rp 12.000–30.000, kelezatan dan kesegaran es ini membuatnya tetap populer hingga kini.
3. Bubur Ayam Spesial Ko Iyo
Bubur Ayam Spesial Ko Iyo adalah pilihan kuliner malam yang legendaris sejak 1966. Berlokasi di Pasar Lama, kedai ini pertama kali dirintis oleh mendiang Ko Iyo. Keunikan bubur ini terletak pada topping lengkap seperti ayam cincang, tongcai, cakwe, ati ampela, dan daun selada.
Perpaduan rasa gurih, segar, dan sedikit manis membuat bubur ini berbeda dari bubur ayam lain. Dengan harga mulai Rp 15.000, bubur ini tetap mempertahankan cita rasa klasiknya yang telah dicintai puluhan tahun.
4. Nasi Jagal Ibu Zahra
Bagi pecinta hidangan daging sapi, Nasi Jagal Ibu Zahra adalah destinasi wajib. Terletak di kawasan Bayur, tempat makan ini eksis sejak 1990-an. Menu andalannya berupa nasi hangat disajikan bersama tumisan daging sapi dari sandung lamur atau tetelan, dimasak dengan kecap manis kental.
Hidangan ini semakin lengkap dengan sambal pedas yang menggugah selera. Nasi goreng jagal juga populer di sini. Kedai buka 24 jam, cocok untuk kuliner malam, dengan harga mulai Rp 15.000 per porsi.
5. Ayam Goreng dan Ayam Bakar Borobudur
Berbeda dengan kuliner kaki lima lainnya, Ayam Goreng dan Ayam Bakar Borobudur berdiri sejak 1992 di M. Haryono, Tangerang. Rumah makan ini terkenal dengan ayam kampung yang empuk dan bumbu ungkep khas turun-temurun.
Ayam goreng disajikan dengan kremesan gurih, sedangkan ayam bakar memiliki rasa manis, pedas, dan sedikit asam, lengkap dengan sambal terasi. Menu pelengkap seperti sayur asem, tahu, dan tempe semakin menambah kenikmatan hidangan. Harga mulai Rp 25.000, cocok untuk makan bersama keluarga.
Setiap kuliner legendaris di Tangerang tidak hanya menghadirkan rasa lezat, tetapi juga cerita sejarah panjang yang membuatnya tetap eksis hingga saat ini. Menikmati kuliner ini memberikan pengalaman lebih dari sekadar makan, yaitu merasakan budaya dan tradisi lokal yang terjaga dari generasi ke generasi.
Dari Sate H. Ishak hingga Ayam Borobudur, setiap hidangan adalah bagian dari perjalanan sejarah kuliner Tangerang yang patut dicoba bagi siapa pun yang ingin mencicipi rasa autentik kota ini.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Baznas Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Penyandang Disabilitas di Bandung
- Jumat, 13 Maret 2026
TNI dan Polri Dikerahkan untuk Menjamin Keselamatan Pemudik Sepanjang Jalur
- Jumat, 13 Maret 2026
Kemensos Salurkan Bantuan Rp83,7 Juta Untuk 15 Keluarga Banjir Pariaman
- Jumat, 13 Maret 2026
BPJS Kesehatan Hadirkan Posko Mudik Gratis Layani Pemudik Lebaran 2026
- Jumat, 13 Maret 2026
Berita Lainnya
3 Resep Udang Saus Asam Manis, Tiram, Padang, Cocok Buka Puasa Bersama
- Jumat, 13 Maret 2026







.jpg)




