Rabu, 11 Maret 2026

BRIN dan Kemenbud Kolaborasi Riset Peradaban Nusantara dan Digitalisasi Bahasa

BRIN dan Kemenbud Kolaborasi Riset Peradaban Nusantara dan Digitalisasi Bahasa
BRIN dan Kemenbud Kolaborasi Riset Peradaban Nusantara dan Digitalisasi Bahasa

JAKARTA - Upaya memahami jejak sejarah panjang Nusantara sekaligus menjaga keberagaman bahasa daerah kini menjadi perhatian penting di tengah perkembangan teknologi digital. 

Kekayaan budaya Indonesia yang sangat besar tidak hanya menjadi identitas bangsa, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi penting bagi kajian peradaban dunia. 

Untuk memperkuat kajian tersebut, kerja sama antara lembaga riset dan pemerintah menjadi langkah strategis dalam memperdalam penelitian sekaligus memastikan pelestarian budaya di era modern.

Baca Juga

Polri Minta Pemudik Gunakan Hotline 110 Saat Butuh Bantuan Keamanan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kolaborasi strategis dengan Kementerian Kebudayaan dalam pengembangan riset kebudayaan. Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang penelitian, mulai dari pengungkapan jejak peradaban Nusantara hingga pengembangan digitalisasi bahasa daerah.

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa salah satu fokus riset yang tengah dilakukan adalah mengkaji potensi jejak peradaban Nusantara yang diperkirakan telah ada sejak sekitar 1,8 juta tahun lalu. Penelitian ini dilakukan melalui berbagai pendekatan ilmiah yang melibatkan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu.

Menurut Arif, apabila dugaan tersebut dapat dibuktikan secara ilmiah, maka Indonesia akan memiliki makna strategis yang sangat penting dalam konteks geografis maupun peradaban dunia.

Ia menjelaskan bahwa posisi geografis Indonesia berada di antara kawasan Pasifik dan Samudra Hindia. Letak tersebut menjadikan wilayah Nusantara sebagai titik pertemuan berbagai peradaban besar dunia sejak masa lampau.

Selain itu, Indonesia juga memiliki keragaman budaya yang sangat besar, termasuk keberadaan ratusan bahasa daerah serta berbagai kelompok etnis yang tersebar di seluruh wilayah kepulauan.

Potensi Jejak Peradaban Nusantara

Arif memaparkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 708 bahasa, dengan sekitar 10 persen di antaranya berada di wilayah Nusantara. Selain itu, terdapat sekitar 1.340 kelompok etnis yang mencerminkan kekayaan sosial dan budaya yang luar biasa.

Jika potensi usia peradaban Nusantara yang diperkirakan mencapai 1,8 juta tahun dapat dibuktikan melalui penelitian ilmiah, maka hal tersebut akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu simpul penting dalam dinamika peradaban dunia.

"Ini adalah tugas BRIN yang memiliki Organisasi Riset Arbastra (Arkeologi, Bahasa dan Sastra). Tugas kita untuk bisa membuktikan tentang dugaan-dugaan tersebut. Jadi para peneliti arkeologi di BRIN sekarang sudah bekerja keras untuk menemukan karya-karya terbaik dari masyarakat kita sejak dulu," katanya.

Menurut Arif, penelitian yang dilakukan tidak hanya bertujuan mengungkap sejarah masa lalu, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang kontribusi masyarakat Nusantara dalam perjalanan peradaban manusia.

Melalui penelitian tersebut, berbagai artefak, situs arkeologi, serta bukti sejarah lainnya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kehidupan masyarakat di masa lampau.

Tantangan Digitalisasi Bahasa di Era AI

Selain penelitian mengenai jejak peradaban, BRIN juga menyoroti pentingnya digitalisasi bahasa di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

Menurut Arif, perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru bagi pelestarian bahasa, terutama bahasa daerah yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa tingkat akurasi sistem AI sangat dipengaruhi oleh bahasa yang digunakan dalam proses pengembangan teknologi tersebut.

Saat menggunakan Bahasa Inggris, tingkat akurasi AI dapat mencapai sekitar 80 persen. Namun ketika menggunakan Bahasa Indonesia, angka tersebut menurun menjadi sekitar 60 persen.

Sementara itu, ketika menggunakan bahasa daerah, tingkat akurasinya bahkan hanya sekitar 42 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa bahasa yang lebih banyak digunakan dalam sistem digital global akan memiliki tingkat pengenalan yang lebih tinggi oleh teknologi kecerdasan buatan.

Menurut Arif, situasi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk memperkuat digitalisasi Bahasa Indonesia maupun bahasa daerah agar dapat lebih dikenal dalam ekosistem teknologi global.

Upaya ini diharapkan dapat memastikan bahwa kekayaan bahasa Nusantara tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi digital.

"Semoga kerjasama dengan Kementerian Kebudayaan semakin membangun kepercayaan diri kita dengan kekayaan social diversity kita akan menjadi model kita untuk bisa mewarnai dunia dan menginspirasi dunia," ujar Arif Satria.

Mandat Konstitusi Memajukan Kebudayaan Nasional

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pengembangan kebudayaan nasional merupakan amanat konstitusi yang harus dilaksanakan oleh seluruh elemen bangsa.

Ia mengutip Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia. Selain itu, negara juga berkewajiban menjamin masyarakat dalam memelihara serta mengembangkan nilai-nilai budayanya.

Menurut Fadli Zon, tanggung jawab tersebut tidak hanya berada pada Kementerian Kebudayaan saja, tetapi juga melibatkan seluruh unsur di Indonesia, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, serta berbagai pihak lainnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah provinsi, pemerintah kota, hingga masyarakat di tingkat paling bawah memiliki peran penting dalam memajukan kebudayaan nasional.

Selain itu, sektor swasta juga diharapkan dapat turut berkontribusi dalam mendukung pengembangan serta pelestarian budaya Indonesia.

Sinergi Antar Kementerian dan Lembaga

Melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dan BRIN, berbagai potensi riset kebudayaan diharapkan dapat dikembangkan secara lebih optimal. Kolaborasi ini juga melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga lain yang memiliki peran penting dalam pengelolaan budaya dan teknologi.

Beberapa pihak yang terlibat antara lain Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kehutanan, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Fadli Zon menilai bahwa sinergi antar berbagai pihak tersebut sangat penting untuk mengombinasikan berbagai sumber daya dan data yang dimiliki masing-masing lembaga.

Dengan kerja sama tersebut, pengelolaan kekayaan budaya Indonesia diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.

Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) yang bernilai ekonomi.

Namun hingga saat ini, potensi tersebut dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

"Aset-aset budaya ini kemudian nanti diturunkan di Kekayaan Intelektual/Intellectual Property (IP) juga belum banyak, dan belum kita maksimalkan sama sekali. Dengan BRIN saya kira banyak sekali penelitian baru-baru ini baru diumumkan," tutur Fadli Zon.

Melalui kolaborasi riset yang terus dikembangkan, diharapkan kekayaan budaya Nusantara tidak hanya dapat dilestarikan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan peradaban dunia.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menag Tekankan Pentingnya Nilai Al-Quran Dalam Kehidupan Berbangsa

Menag Tekankan Pentingnya Nilai Al-Quran Dalam Kehidupan Berbangsa

Menag Ajak Jadikan Al Quran Sebagai Inspirasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Bersama

Menag Ajak Jadikan Al Quran Sebagai Inspirasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Bersama

Program MBG Dinilai DPR RI Contoh Menu Sehat Bergizi Dengan Biaya Terjangkau

Program MBG Dinilai DPR RI Contoh Menu Sehat Bergizi Dengan Biaya Terjangkau

Mensos Ajak Penerima Bansos Bergabung Koperasi Merah Putih Untuk Pemberdayaan Ekonomi

Mensos Ajak Penerima Bansos Bergabung Koperasi Merah Putih Untuk Pemberdayaan Ekonomi

Presiden Prabowo Instruksikan Stabilitas Harga Sembako Dan Stok Pangan Jelang Idulfitri 2026

Presiden Prabowo Instruksikan Stabilitas Harga Sembako Dan Stok Pangan Jelang Idulfitri 2026