Rabu, 11 Maret 2026

Program MBG Dinilai DPR RI Contoh Menu Sehat Bergizi Dengan Biaya Terjangkau

Program MBG Dinilai DPR RI Contoh Menu Sehat Bergizi Dengan Biaya Terjangkau
Program MBG Dinilai DPR RI Contoh Menu Sehat Bergizi Dengan Biaya Terjangkau

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. 

Selain bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga dinilai menjadi contoh bahwa makanan sehat tidak selalu identik dengan biaya mahal. Melalui menu yang sederhana namun lengkap kandungan nutrisinya, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pola makan yang seimbang.

Anggota Komisi IX DPR RI Sri Meliyana menyampaikan bahwa program MBG merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh asupan gizi yang baik. Ia menilai menu yang disediakan dalam program tersebut sudah mencerminkan keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, mulai dari protein hingga vitamin.

Baca Juga

Polri Minta Pemudik Gunakan Hotline 110 Saat Butuh Bantuan Keamanan

"Menu makanan MBG cukup lengkap dan tidak mahal, terkandung di dalamnya ada protein, karbohidrat, serat, vitamin dari buah dan sayuran," kata Sri Meliyana seusai melakukan kegiatan sosialisasi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Selasa.

MBG Dinilai Menunjukkan Makanan Bergizi Tidak Harus Mahal

Sri Meliyana menjelaskan bahwa selama ini masih ada anggapan di masyarakat bahwa makanan bergizi harus memiliki harga mahal. Padahal, menurutnya, banyak bahan makanan sederhana yang mudah diperoleh dan tetap memiliki nilai gizi tinggi.

Ia mencontohkan bahan makanan seperti telur dan berbagai jenis sayuran yang tersedia di berbagai daerah sebagai pilihan sumber gizi yang baik dan terjangkau. Bahan-bahan tersebut dapat diolah menjadi menu sehat yang memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Menurut dia, makanan bergizi itu tidak harus mahal karena banyak pilihan dan tersedia sesuai dengan kondisi suatu daerah seperti telur dan sayuran.

"Inti dari MBG adalah menyehatkan dan mengedukasi masyarakat dalam pemenuhan gizi terutama untuk anak- anak generasi penerus bangsa," ujarnya.

Melalui program tersebut, pemerintah tidak hanya menyediakan makanan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan pemahaman bahwa pemenuhan gizi yang baik dapat dilakukan dengan cara yang sederhana.

Dukungan DPR untuk Perluasan Program MBG

Melihat berbagai manfaat yang dihasilkan dari program MBG, Sri Meliyana menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam memperluas implementasi program tersebut di berbagai daerah di Indonesia.

Ia menilai program seperti yang telah dijalankan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dapat menjadi contoh pelaksanaan yang baik dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi.

Melihat manfaat MBG itu, Sri Meliyana menyatakan pihaknya mendukung pemerintah terus memperluas implementasi program MBG seperti yang dilakukan di Kabupaten Lahat, Sumsel itu.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran Badan Gizi Nasional dalam mengoordinasikan berbagai program gizi yang ada. Menurutnya, lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Dia menegaskan bahwa kehadiran Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program-program gizi di tingkat nasional maupun daerah.

Melalui koordinasi yang baik, berbagai program terkait pemenuhan gizi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Peran Masyarakat dalam Mengawal Program Gizi

Sri Meliyana juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memastikan program MBG berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Partisipasi masyarakat dinilai penting sebagai bentuk kontrol sosial terhadap pelaksanaan program pemerintah.

Dengan melibatkan masyarakat sebagai kontrol, diharapkan program tersebut tetap berjalan baik, berkesinambungan dan berhasil bagi masa depan Bangsa Indonesia yang lebih baik.

Ia menambahkan bahwa ketika pemerintah menyediakan program makan bergizi secara gratis, hal itu menjadi peluang bagi masyarakat untuk lebih mudah memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Ketika pemerintah menghadirkannya secara gratis, itu memudahkan rakyat untuk memenuhi kebutuhan gizi yang benar.

Program tersebut juga memberikan pemahaman baru bagi masyarakat bahwa makanan bergizi tidak selalu identik dengan makanan yang tinggi lemak atau mahal, melainkan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi tubuh.

Program tersebut juga menjadi edukasi bahwa makanan bergizi bukan makanan berlemak, tetapi makanan sehat sesuai kebutuhan tubuh.

Dengan adanya program ini, diharapkan pola makan sehat dapat menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

"Saya berharap MBG mampu menjadi kebiasaan baik, khususnya bagi anak-anak," katanya.

Upaya Pemerintah Bangun Generasi Sehat dan Cegah Stunting

Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Layanan Ops Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Rahma Dewi Auliyasari menjelaskan bahwa program MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang memiliki tujuan jangka panjang bagi pembangunan bangsa.

Menurutnya, program ini dirancang untuk membantu menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing yang kuat di masa depan.

Sementara Tenaga Layanan Ops Deputi Bidang Promosi dan Kerja sama Badan Gizi Nasional (BGN) Rahma Dewi Auliyasari pada kesempatan itu menambahkan MBG adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto bertujuan membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Selain meningkatkan kualitas gizi, program MBG juga diarahkan untuk menekan angka kasus kekerdilan atau gangguan tumbuh kembang pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis.

Selain itu, melalui MBG pemerintah juga berupaya menekan angka kasus kekerdilan atau gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis (stunting).

Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, program MBG juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Pelaksanaannya di berbagai daerah dinilai berpotensi membuka peluang kerja baru serta menggerakkan perekonomian lokal.

Program MBG bukan sekadar pemenuhan makan bergizi, tetapi juga dirancang untuk dapat menciptakan lapangan kerja yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

Dengan berbagai tujuan tersebut, pemerintah berharap program ini mampu memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan akses terhadap makanan sehat yang cukup.

"Melalui MBG, pemerintah ingin memastikan seluruh anak Indonesia mendapat asupan makanan sehat dan bergizi," jelas Rahma.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BRIN dan Kemenbud Kolaborasi Riset Peradaban Nusantara dan Digitalisasi Bahasa

BRIN dan Kemenbud Kolaborasi Riset Peradaban Nusantara dan Digitalisasi Bahasa

Menag Tekankan Pentingnya Nilai Al-Quran Dalam Kehidupan Berbangsa

Menag Tekankan Pentingnya Nilai Al-Quran Dalam Kehidupan Berbangsa

Menag Ajak Jadikan Al Quran Sebagai Inspirasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Bersama

Menag Ajak Jadikan Al Quran Sebagai Inspirasi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Bersama

Mensos Ajak Penerima Bansos Bergabung Koperasi Merah Putih Untuk Pemberdayaan Ekonomi

Mensos Ajak Penerima Bansos Bergabung Koperasi Merah Putih Untuk Pemberdayaan Ekonomi

Presiden Prabowo Instruksikan Stabilitas Harga Sembako Dan Stok Pangan Jelang Idulfitri 2026

Presiden Prabowo Instruksikan Stabilitas Harga Sembako Dan Stok Pangan Jelang Idulfitri 2026