Presiden Prabowo Instruksikan Stabilitas Harga Sembako Dan Stok Pangan Jelang Idulfitri 2026
- Rabu, 11 Maret 2026
JAKARTA - Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, pemerintah mulai memperkuat berbagai langkah strategis untuk memastikan masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan tersebut dengan tenang.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok serta memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di seluruh wilayah.
Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini dengan menginstruksikan jajaran Kabinet Merah Putih agar bekerja maksimal dalam mengawasi harga sembako dan menjamin kelancaran distribusi logistik. Upaya tersebut dinilai penting karena meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran sering kali berdampak pada kenaikan harga barang.
Baca JugaPolri Minta Pemudik Gunakan Hotline 110 Saat Butuh Bantuan Keamanan
Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di lingkungan kabinet. Dalam pertemuan itu, pemerintah membahas berbagai aspek kesiapan nasional untuk menghadapi periode Idulfitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran Kabinet Merah Putih untuk menjaga harga barang-barang kebutuhan pokok termasuk sembako agar tetap terjangkau untuk masyarakat, kemudian memastikan stok pangan dan distribusinya berjalan lancar terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Rapat Terbatas Bahas Kesiapan Idulfitri
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta. Rapat tersebut menjadi forum koordinasi penting bagi para menteri untuk mempersiapkan berbagai sektor menjelang Idulfitri.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026 malam, menjelaskan perintah itu diberikan oleh Presiden Prabowo kepada jajarannya di Kabinet saat rapat terbatas di Istana Merdeka.
Dalam rapat tersebut, berbagai isu strategis dibahas secara menyeluruh, mulai dari stabilitas harga kebutuhan pokok hingga kesiapan layanan publik. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh sektor yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran telah dipersiapkan dengan baik.
"Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih pada Selasa, 10 Maret 2026, di Istana Merdeka, untuk membahas kesiapan pemerintah menjelang Hari Raya Idulfitri. Rapat tersebut membahas stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, kelancaran distribusi logistik, serta kesiapan infrastruktur dan layanan publik agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman," kata Seskab Teddy menjelaskan agenda rapat di Istana, Selasa.
Koordinasi Lintas Kementerian Jadi Kunci
Dalam pembahasan rapat tersebut, Presiden menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara berbagai kementerian dan lembaga. Hal ini diperlukan untuk memastikan berbagai kebijakan yang diambil dapat berjalan secara efektif di lapangan.
Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa stabilitas pasokan pangan tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada sistem distribusi yang baik. Oleh karena itu, kerja sama antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Teddy melanjutkan, Presiden menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga ketersediaan pangan, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke berbagai daerah.
Selain sektor pangan, pemerintah juga memperhatikan kesiapan sektor lain yang memiliki peran penting selama periode Lebaran.
"Kesiapan sektor energi, transportasi, dan dukungan BUMN juga menjadi perhatian pemerintah," ujar Seskab Teddy, yang turut mengikuti rapat.
Kesiapan sektor energi dan transportasi dinilai sangat penting karena meningkatnya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik.
Sejumlah Menteri dan Pimpinan BUMN Hadiri Rapat
Rapat terbatas tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan pemerintahan. Kehadiran para menteri dan pimpinan lembaga negara menunjukkan bahwa persiapan menghadapi Idulfitri dilakukan secara serius dan melibatkan berbagai sektor.
Menteri-menteri lain yang turut menghadiri rapat terbatas tersebut, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Dananatra Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Selain para menteri, sejumlah pimpinan perusahaan milik negara juga hadir dalam rapat tersebut untuk memberikan laporan terkait kesiapan sektor yang mereka tangani.
Ada pula Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dan Sekretaris Pribadi Presiden Agung Surahman.
Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya memastikan seluruh aspek yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri telah dipersiapkan secara matang.
Rangkaian Rapat Persiapan Idulfitri
Persiapan pemerintah menjelang Idulfitri tidak hanya dilakukan dalam satu kali pertemuan. Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Prabowo secara rutin memanggil para menteri untuk membahas berbagai isu yang berkaitan dengan kesiapan menghadapi Lebaran.
Dalam tiga hari terakhir, Presiden Prabowo rutin memanggil beberapa menterinya untuk rapat membahas kesiapan pemerintah menjelang Hari Raya Idulfitri.
Rangkaian rapat tersebut telah digelar di beberapa lokasi, termasuk di kediaman pribadi Presiden di Hambalang serta di Istana Merdeka.
Rapat dengan agenda persiapan pemerintah jelang Idulfitri itu setidaknya telah digelar sejak akhir pekan lalu (8/3) di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, kemudian pada Senin (9/3) juga di Hambalang, dan terakhir di Istana Merdeka, Selasa.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Hambalang pada Senin, Presiden memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan pasokan energi, terutama LPG dan bahan bakar minyak yang sangat dibutuhkan masyarakat selama libur Lebaran.
Dalam rapat terbatas di Hambalang, Senin, Presiden Prabowo fokus menyoroti pasokan LPG dan bahan bakar minyak (BBM) menjelang libur lebaran, sementara pada Minggu, rapat banyak menyoroti masalah keamanan dan kelancaran mudik terutama selama 10 hari menuju Hari Raya Idulfitri, yang akan diperingati pada pertengahan Maret 2026.
Melalui berbagai rapat koordinasi tersebut, pemerintah berharap seluruh persiapan dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, serta tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenpar Promosikan Destinasi Indonesia di Los Angeles Travel Adventure Show
- Rabu, 11 Maret 2026
BRIN Kembangkan Sistem AI Berbasis Data untuk Ketahanan Pangan Nasional
- Rabu, 11 Maret 2026
Berita Lainnya
Program MBG Dinilai DPR RI Contoh Menu Sehat Bergizi Dengan Biaya Terjangkau
- Rabu, 11 Maret 2026











