JAKARTA - Menjelang periode Ramadan dan Lebaran, pasar kendaraan biasanya mengalami peningkatan aktivitas, terutama pada segmen mobil bekas.
Banyak konsumen yang memilih kendaraan second sebagai alternatif yang lebih terjangkau untuk kebutuhan perjalanan maupun mobilitas keluarga saat musim mudik.
Fenomena ini turut membuka peluang bagi sejumlah perusahaan yang bergerak di bisnis otomotif dan lelang kendaraan. Salah satunya adalah PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) yang melihat adanya potensi peningkatan transaksi mobil bekas menjelang Lebaran 2026.
Baca JugaPelni Jakarta Ajak Masyarakat Manfaatkan Diskon Tiket Kapal Mudik Lebaran 30 Persen
Emiten terafiliasi Grup Saratoga, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) berpotensi meraup cuan dari tren kenaikan permintaan mobil bekas menjelang Lebaran 2026.
GM Corporate Communications & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita mengatakan, prospek penjualan mobil bekas pada periode menjelang Ramadan dan Lebaran 2026 menunjukkan tren positif dan diperkirakan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Tren peningkatan penjualan mobil bekas mulai terlihat sejak minggu ketiga Januari 2026. Aktivitas transaksi lelang melalui unit bisnis kami, AUKSI menunjukkan pergerakan yang lebih aktif dibandingkan periode awal tahun sebelumnya," ujar Natalia.
Aktivitas Lelang Mobil Bekas Mulai Menguat
Peningkatan minat terhadap mobil bekas mulai terlihat dari aktivitas lelang kendaraan yang semakin ramai. Unit bisnis AUKSI milik MPMX menjadi salah satu indikator yang menunjukkan meningkatnya transaksi di pasar mobil bekas.
Lebih lanjut, dia mengatakan, hingga pertengahan Februari 2026, penjualan mobil melalui mekanisme lelang tercatat telah melampaui 500 unit.
Capaian tersebut menjadi indikasi awal menguatnya permintaan kendaraan menjelang periode Lebaran tahun ini.
Momentum ini menjadi sinyal bahwa pasar mobil bekas kembali menggeliat, terutama seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi menjelang musim mudik.
Permintaan kendaraan pribadi biasanya meningkat karena banyak keluarga yang memilih menggunakan mobil untuk perjalanan jarak jauh saat Lebaran.
Segmen Mobil Keluarga Masih Jadi Favorit Konsumen
Permintaan mobil bekas menjelang Lebaran tidak hanya terjadi pada satu jenis kendaraan saja. Berbagai segmen mobil penumpang tercatat mengalami peningkatan permintaan.
Terlebih, menjelang musim mudik, permintaan tercatat relatif merata di berbagai segmen mobil penumpang, mulai dari LCGC, MPV 7 penumpang, SUV, hingga sedan.
"Sejauh ini belum terlihat adanya perubahan preferensi yang signifikan dibandingkan tahun lalu. Kendaraan berkapasitas keluarga masih menjadi salah satu pilihan utama konsumen," katanya.
Mobil dengan kapasitas penumpang yang lebih besar memang menjadi pilihan utama bagi banyak konsumen, terutama bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan bersama keluarga selama periode mudik.
Jenis kendaraan seperti MPV dan SUV biasanya menjadi favorit karena menawarkan ruang kabin yang luas serta kenyamanan saat menempuh perjalanan jauh.
Penjualan Mobil Bekas MPMX Tumbuh Sepanjang 2025
Selain melihat peluang pada tahun berjalan, kinerja bisnis mobil bekas MPMX sebelumnya juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup stabil.
Terkait kinerja, total penjualan mobil bekas melalui AUKSI sepanjang 2025 tercatat mencapai 4.127 unit atau tumbuh 5,8% (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan 2024.
Perseroan pun tetap optimistis terhadap prospek pasar mobil bekas yang dinilai masih menunjukkan momentum positif.
Segmen ini mencatatkan pertumbuhan yang relatif solid di tengah pelemahan pasar mobil baru, mencerminkan pergeseran preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih terjangkau dan likuid.
Bagi banyak konsumen, mobil bekas menjadi pilihan yang lebih realistis karena harga yang lebih terjangkau dibandingkan mobil baru.
Selain itu, kondisi ekonomi yang menuntut kehati-hatian dalam pengeluaran membuat sebagian masyarakat mempertimbangkan kendaraan bekas sebagai alternatif yang lebih rasional.
Prospek Mobil Bekas Diprediksi Masih Positif
Melihat tren yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, MPMX memperkirakan bahwa pasar mobil bekas masih memiliki potensi pertumbuhan pada tahun berjalan.
Pada tahun berjalan, menurutnya tren tersebut diperkirakan masih berlanjut, terutama karena mobil bekas kerap menjadi alternatif bagi konsumen yang lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian bernilai besar.
Hal ini menunjukkan bahwa kendaraan bekas masih memiliki daya tarik kuat di tengah kondisi pasar otomotif yang dinamis.
Selain faktor harga, kemudahan akses terhadap kendaraan bekas melalui berbagai platform dan balai lelang juga turut mendorong peningkatan transaksi.
Strategi Ekspansi AUKSI untuk Perluas Pasar
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis mobil bekas, MPMX juga menyiapkan langkah ekspansi melalui penguatan jaringan balai lelang AUKSI.
Terkait ekspansi balai lelang AUKSI, perseroan berencana mengoptimalkan 10 kantor cabang MPMRent untuk juga difungsikan sebagai cabang AUKSI.
Langkah ini ditujukan untuk memperluas cakupan layanan, meningkatkan volume unit yang dilelang (consignments), menambah jumlah peserta lelang (buyers), serta mengakomodasi kebutuhan klien.
Dengan memperluas jaringan layanan, perusahaan berharap dapat meningkatkan volume transaksi kendaraan bekas melalui platform lelang yang dimiliki.
Sebagai tambahan informasi, mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) tercatat memiliki 2,53 miliar saham MPMX, atau setara 57,67%.
Kepemilikan tersebut menunjukkan keterkaitan kuat antara MPMX dan Grup Saratoga dalam pengembangan bisnis otomotif dan layanan terkait kendaraan di Indonesia.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Program MBG Dinilai DPR RI Contoh Menu Sehat Bergizi Dengan Biaya Terjangkau
- Rabu, 11 Maret 2026
Berita Lainnya
Tren Co-Living Naik, Cove Indonesia Buka Peluang Passive Income Properti
- Rabu, 11 Maret 2026











