JAKARTA - Mudik Lebaran identik dengan perjalanan panjang yang membutuhkan persiapan matang, tak terkecuali bagi pengguna mobil listrik.
Salah satu tantangan utama adalah daya jelajah atau range kendaraan yang terbatas dibandingkan mobil konvensional. Agar perjalanan tetap lancar, pengemudi perlu memahami cara menghemat energi dan memanfaatkan fitur kendaraan secara optimal.
Ryan Ferdiean Tirto, Head of Product Jaecoo Indonesia, menyarankan agar pengemudi mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat. Hal ini mencakup memastikan baterai terisi penuh, tekanan ban sesuai standar, dan pengaturan suhu kabin. Persiapan ini menjadi langkah awal untuk menjaga efisiensi energi sepanjang perjalanan.
Baca JugaMenko Pangan Pastikan Program MBG Berjalan Sesuai Standar Gizi Pemerintah
“Pengemudi harus memastikan semua aspek teknis kendaraan optimal, mulai dari baterai hingga pengaturan AC, agar konsumsi energi tidak boros,” ujar Ryan.
Teknik Berkendara yang Efisien
Gaya berkendara menjadi faktor krusial dalam menentukan jarak tempuh mobil listrik. Ryan menekankan pentingnya menjaga kecepatan tetap stabil, menghindari akselerasi mendadak, serta pengereman yang terlalu sering.
Untuk perjalanan di jalan tol, disarankan agar kecepatan rata-rata berada di kisaran 80–90 km per jam. Kecepatan ini dianggap paling efisien untuk menghemat daya tanpa mengorbankan waktu tempuh. Teknik berkendara ini juga mengurangi beban motor listrik, sehingga baterai dapat bertahan lebih lama hingga titik pengisian berikutnya.
Selain itu, pengemudi dapat memanfaatkan Adaptive Cruise Control (ACC). Fitur ini menjaga kecepatan konstan sekaligus memastikan jarak aman dengan kendaraan di depan. Penggunaan ACC tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga mengurangi kelelahan saat menempuh perjalanan jauh.
Pengaturan Teknis dan Fitur Kendaraan
Faktor teknis lain yang memengaruhi konsumsi daya adalah tekanan ban dan pengaturan suhu kabin. Pada mobil listrik, penggunaan AC tidak membebani mesin karena tidak ada panas yang dihasilkan dari pembakaran, berbeda dengan mobil bensin. Dengan demikian, pengaturan AC dapat disesuaikan sesuai kebutuhan tanpa mengurangi efisiensi secara signifikan.
Selain itu, hampir semua mobil listrik modern dilengkapi dengan Regenerative Braking, teknologi yang mengubah energi kinetik menjadi listrik saat kendaraan melambat. Fitur ini membantu mengisi kembali baterai, meningkatkan daya jelajah kendaraan.
Ryan menjelaskan bahwa Jaecoo J5 EV memiliki pengaturan regenerative braking low, mid, dan high. Untuk perjalanan jauh di jalan tol atau tanjakan panjang, pengemudi bisa memilih mode low untuk mengurangi beban motor listrik, sementara mode mid atau high lebih cocok saat mengemudi di rute berhenti-start atau menurun.
“Dengan pengaturan yang tepat, regenerative braking dapat dioptimalkan untuk memaksimalkan efisiensi energi,” tambah Ryan.
Strategi Perjalanan dan Pengisian Daya
Selain gaya berkendara dan fitur kendaraan, perencanaan perjalanan menjadi kunci efisiensi daya. Pengemudi sebaiknya mengetahui lokasi stasiun pengisian atau charging station sepanjang rute mudik.
Mengetahui titik pengisian memungkinkan pengisian baterai lebih strategis, mencegah terjadinya kehabisan daya di tengah perjalanan.
Ryan menyarankan untuk mengisi daya mulai dari level 20 persen hingga 80 persen. Pola pengisian ini dinilai optimal karena mengurangi panas berlebih dan memperpanjang umur baterai.
Dengan kombinasi gaya berkendara stabil, pengaturan fitur kendaraan, dan manajemen pengisian, mobil listrik dapat menempuh jarak lebih panjang secara efisien.
Selain itu, pemantauan kondisi kendaraan secara real-time, seperti level baterai dan konsumsi energi per km, membantu pengemudi menyesuaikan strategi mengemudi di jalan tol atau jalan arteri.
Manfaat Berkendara Efisien bagi Pemudik
Menghemat daya mobil listrik bukan sekadar menekan biaya energi, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan mudik. Konsumsi energi yang efisien membuat pengemudi lebih tenang, mengurangi stres karena kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan.
Dengan kecepatan stabil, pemanfaatan fitur bantuan berkendara, pengaturan AC, dan regenerative braking, perjalanan mudik menggunakan mobil listrik menjadi lebih ramah lingkungan, hemat energi, dan nyaman.
Strategi ini juga memperpanjang usia baterai kendaraan, mengurangi kebutuhan pengisian berulang, serta meminimalkan risiko gangguan selama perjalanan panjang.
Ryan menekankan, kesadaran pengemudi menjadi faktor utama keberhasilan penggunaan mobil listrik untuk mudik. “Dengan cara berkendara yang benar dan pemanfaatan fitur kendaraan, mudik dengan mobil listrik tidak kalah praktis dibandingkan kendaraan konvensional,” pungkasnya.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
7 Resep Kue Kukus Praktis Memanfaatkan Buah Terlalu Matang Mudah Dibuat
- Rabu, 11 Maret 2026












