Rabu, 11 Maret 2026

Menko Pangan Pastikan Program MBG Berjalan Sesuai Standar Gizi Pemerintah

Menko Pangan Pastikan Program MBG Berjalan Sesuai Standar Gizi Pemerintah
Menko Pangan Pastikan Program MBG Berjalan Sesuai Standar Gizi Pemerintah

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar gizi pemerintah. 

Program ini dirancang untuk memastikan setiap siswa menerima asupan nutrisi yang cukup guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak.

Saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jepara, Zulkifli Hasan meninjau pelaksanaan MBG di sejumlah sekolah menengah atas dan sederajat. Ia menyatakan, program MBG diterima dengan antusias oleh para siswa. 

Baca Juga

Cara Efektif Menghemat Daya Mobil Listrik Saat Mudik Lebaran 2026

“Semua senang, semua bergembira. Anak-anak senang menerima makanan bergizi, termasuk pelajar SMA dan sederajat juga menyambut baik Program MBG,” ujarnya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Ibnu Hajar, serta jajaran pemerintah daerah. Sekolah yang dikunjungi meliputi SMA Negeri 1 Jepara, SMK Negeri 3 Jepara, dan MAN 1 Jepara.

Zulkifli Hasan juga menyempatkan berdialog dengan siswa, memberikan motivasi melalui cerita tentang perjalanan makanan sebelum sampai ke meja makan. Tujuannya agar siswa lebih menghargai makanan dan tidak membuang-buangnya. 

Menurutnya, makan makanan bergizi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tubuh, konsentrasi, dan prestasi akademik.

Cakupan Program MBG di Sekolah

Secara umum, pelaksanaan MBG di sekolah umum, baik negeri maupun swasta, telah berjalan hampir menyeluruh. Zulkifli menyebutkan, sekitar 97 persen sekolah umum, termasuk SMP dan SMA, sudah mendapatkan layanan program ini. Hal ini memungkinkan proses distribusi makanan bergizi berjalan cepat dan efisien.

Namun, cakupan di sekolah berbasis agama, seperti madrasah atau pondok pesantren, masih perlu ditingkatkan. Kendala utama yang ditemui adalah pendataan siswa yang belum lengkap. Sementara di sekolah umum, data lebih mudah diperoleh sehingga distribusi program lebih lancar.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menekankan pentingnya MBG sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. 

“Pemkab Jepara akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta instansi terkait agar pendataan di sekolah-sekolah, termasuk madrasah dan pondok pesantren, dapat segera diselesaikan sehingga seluruh siswa dapat merasakan manfaat Program MBG,” ujarnya.

Program MBG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan siswa yang sehat, konsentrasi belajar lebih optimal, sehingga prestasi akademik juga meningkat.

Pelayanan MBG di Madrasah dan Pesantren

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, menjelaskan jumlah madrasah dari tingkat MI hingga MA di Kabupaten Jepara mencapai 580 lembaga, baik negeri maupun swasta. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen sudah menerima layanan MBG, sedangkan 10 persen lainnya masih dalam proses pendataan dan penyesuaian program.

Salah satu madrasah yang dikunjungi adalah MAN 1 Jepara, yang hari itu mendapat kunjungan langsung Menko Bidang Pangan. Akhsan menjelaskan, madrasah yang masih menunggu pendataan diperkirakan dapat menikmati layanan MBG setelah Lebaran 2026. 

“Insya Allah setelah Lebaran sudah dapat karena sudah masuk data SPPG,” ujarnya.

Pelayanan MBG di madrasah menjadi fokus penting karena lembaga pendidikan berbasis agama ini memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi, diharapkan kualitas belajar dan prestasi siswa meningkat. 

Pemerintah daerah pun berkomitmen mendukung penuh program ini agar mencakup seluruh madrasah dan pondok pesantren di wilayah Jepara.

Manfaat MBG bagi Siswa dan Pendidikan

Program MBG memberikan manfaat ganda bagi siswa. Pertama, dari sisi kesehatan dan gizi, siswa mendapatkan makanan bergizi sesuai standar pemerintah. Kedua, dari sisi pendidikan, siswa lebih fokus dan memiliki energi optimal untuk belajar di sekolah.

Zulkifli Hasan menekankan pentingnya mengedukasi siswa tentang nilai makanan bergizi dan perjalanan makanan dari sumber hingga sampai di meja mereka. 

Cerita ini diharapkan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan disiplin dalam mengonsumsi makanan, serta menghargai jerih payah petani dan produsen makanan.

Menurut Bupati Jepara, program MBG juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sekolah. Dengan sinergi ini, distribusi makanan bergizi menjadi lebih efektif dan merata, tidak hanya di sekolah negeri tetapi juga di madrasah dan pondok pesantren.

Akhsan Muhyiddin menambahkan, MBG merupakan bagian dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. 

Dengan penerapan yang konsisten, program ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi akademik, kesehatan, dan budaya makan anak-anak di Kabupaten Jepara.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan siswa di Indonesia. Dengan cakupan yang terus diperluas, termasuk ke madrasah dan pondok pesantren, program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi tetapi juga mendukung prestasi akademik siswa.

Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak sekolah menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan pengawasan yang tepat, distribusi makanan bergizi dapat berjalan lancar, mencegah pemborosan, dan menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya nutrisi bagi pertumbuhan dan prestasi.

Zulkifli Hasan menegaskan, keberhasilan MBG akan mempengaruhi generasi muda Indonesia, memastikan mereka sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan pendidikan serta pembangunan bangsa. Dengan begitu, program ini menjadi investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Daftar Mudik Gratis Kemenhub 2026 Agar Tidak Kehabisan Kuota

Cara Daftar Mudik Gratis Kemenhub 2026 Agar Tidak Kehabisan Kuota

Kemendikdasmen Dorong Guru SD Siap Mengajar Bahasa Inggris Tahun 2027

Kemendikdasmen Dorong Guru SD Siap Mengajar Bahasa Inggris Tahun 2027

BMKG Prediksi Cuaca Rabu 11 Maret 2026 Hujan Ringan Hingga Sedang

BMKG Prediksi Cuaca Rabu 11 Maret 2026 Hujan Ringan Hingga Sedang

Lokasi Layanan SIM Keliling Jakarta Rabu 11 Maret 2026 Terbaru

Lokasi Layanan SIM Keliling Jakarta Rabu 11 Maret 2026 Terbaru

Mabes Polri Imbau Masyarakat Maksimalkan Layanan Kepolisian Saat Mudik

Mabes Polri Imbau Masyarakat Maksimalkan Layanan Kepolisian Saat Mudik