Rabu, 11 Maret 2026

Mendikdasmen Tegaskan TKA 2026 Fokus Ukur Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa

Mendikdasmen Tegaskan TKA 2026 Fokus Ukur Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa
Mendikdasmen Tegaskan TKA 2026 Fokus Ukur Kemampuan Literasi dan Numerasi Siswa

JAKARTA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada tahun 2026 menjadi salah satu program penting dalam sistem evaluasi pendidikan nasional.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan bahwa ujian ini tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen untuk memetakan kemampuan dasar siswa dalam memahami pelajaran inti.

Penilaian terhadap kemampuan literasi dan numerasi dinilai penting karena keduanya menjadi fondasi utama dalam proses belajar siswa. Kemampuan memahami bacaan, menganalisis informasi, serta mengolah angka dianggap sebagai keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik.

Baca Juga

Kabar Baik untuk Peserta BPJS PRB, Obat Bisa Diambil 7 Hari Lebih Awal Saat Mudik

Melalui pelaksanaan TKA, pemerintah berupaya memperoleh gambaran mengenai kemampuan akademik siswa secara lebih terukur. Hasil pengukuran tersebut nantinya juga dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan kebijakan pendidikan serta perbaikan proses pembelajaran di sekolah.

TKA 2026 Difokuskan pada Literasi dan Numerasi

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026 bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa.

"Kedua jenjang tersebut akan diujikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, untuk mengukur literasi dan tingkat numerasi," katanya saat meninjau persiapan pelaksanaan TKA tahun 2026 di UPTD SMP Negeri 2 Peudada Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, Selasa.

Menurutnya, kedua mata pelajaran tersebut dipilih karena memiliki peran penting dalam menilai kemampuan dasar siswa. Bahasa Indonesia menjadi indikator utama untuk menilai kemampuan literasi, sementara Matematika digunakan untuk mengukur kemampuan numerasi.

Peninjauan Persiapan TKA di Sekolah

Ia menjelaskan kunjungan ke UPTD SMPN 2 Peudada untuk memastikan persiapan TKA agar berjalan dengan baik.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memantau kesiapan sekolah dalam melaksanakan TKA. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk berdialog langsung dengan guru serta pihak sekolah mengenai pelaksanaan ujian tersebut.

"Tentunya kami mendorong para murid untuk melaksanakan TKA ini dengan slogan serta semangat jujur dan gembira," katanya.

Pesan tersebut disampaikan agar siswa dapat mengikuti ujian dengan suasana yang positif tanpa tekanan berlebihan, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam proses evaluasi pendidikan.

Hasil TKA Masuk Penilaian Jalur Prestasi SPMB 2026

Selain berfungsi sebagai alat pengukuran kemampuan akademik siswa, hasil TKA juga akan digunakan dalam proses penerimaan peserta didik baru pada tahun berikutnya.

Ia mengatakan hasil TKA nanti menjadi salah satu aspek penilaian dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jalur prestasi.

Hal ini berarti nilai yang diperoleh siswa dalam TKA dapat menjadi pertimbangan dalam proses seleksi masuk sekolah melalui jalur prestasi. Dengan demikian, ujian tersebut memiliki peran penting dalam menentukan peluang siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

"Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan bidang pendidikan Kabupaten Bireuen agar pelaksanaan TKA nanti berjalan dengan lancar," katanya.

Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan ujian dapat berjalan sesuai rencana, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di lapangan.

Peran Guru dan Teknologi dalam Persiapan TKA

Sementara itu, Guru Matematika UPTD SMPN 2 Peudada, Dewi Nofita mengatakan bahwa penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) sangat membantunya dan para murid dalam persiapan TKA.

Menurutnya, media tersebut memacu para guru untuk dapat membuat soal-soal dengan visual yang kreatif, dan membuat murid menjadi tidak bosan saat mengerjakan soal maupun pendalaman materi.

Pemanfaatan teknologi pembelajaran dinilai mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, terutama dalam membantu siswa memahami materi secara lebih menarik dan interaktif.

Untuk persiapan TKA, para murid sudah melakukan pendalaman materi ujian sejak awal masuk semester genap.

"Dua mata pelajaran tersebut masing-masing kami diberikan waktu belajar 10 jam per satu minggu secara bergilir. Persiapan sudah sangat baik dan semoga murid-murid kami mendapatkan hasil yang terbaik," kata Dewi.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh sekolah dan guru, diharapkan para siswa dapat mengikuti TKA dengan baik serta memperoleh hasil yang maksimal. Upaya tersebut juga diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kemampuan literasi dan numerasi siswa di tingkat nasional.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Catat! Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Lebaran 2026 Selama Tujuh Hari

Catat! Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Lebaran 2026 Selama Tujuh Hari

Panduan Lengkap Mengatasi NIK Tidak Terdaftar, Lupa Password, dan Gagal Submit CPNS

Panduan Lengkap Mengatasi NIK Tidak Terdaftar, Lupa Password, dan Gagal Submit CPNS

Gubernur Sumsel Pastikan Tol Kayuagung Siap Dilintasi Pemudik pada Lebaran 2026

Gubernur Sumsel Pastikan Tol Kayuagung Siap Dilintasi Pemudik pada Lebaran 2026

IDAI Rekomendasikan 6 Langkah Strategis Tangani Lonjakan Kasus Campak di Indonesia

IDAI Rekomendasikan 6 Langkah Strategis Tangani Lonjakan Kasus Campak di Indonesia

Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Tokoh Ormas Islam Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara

Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Tokoh Ormas Islam Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara