Pertamina Hulu Energi dan Tantangan Energi Transisi: Strategi yang Efektif
- Sabtu, 08 Juni 2024
JAKARTA - Anak perusahaan Pertamina yang menjadi anggota subholding upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), menunjukkan prestasinya dalam menghadapi era energi transisi. Dalam sebuah acara Media Gathering Pertamina EP Cepu di Bandung, Corporate Secretary PHE, Arya Dwi Paramita, menyampaikan bahwa PHE telah menerapkan strategi dekarbonisasi secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mengadopsi operasi ramah lingkungan.
Arya menjelaskan bahwa di tengah tuntutan industri hulu migas untuk berinovasi, PHE telah memprioritaskan strategi energi transisi, termasuk pengembangan gas, dekarbonisasi, serta potensi bisnis baru seperti penyimpanan dan pemanfaatan karbon (CCS dan CCUS). Hal ini sejalan dengan perubahan komposisi bauran energi yang menunjukkan peningkatan penggunaan gas sebagai energi bersih.
Dalam menjawab tantangan energi nasional, Pertamina, melalui PHE, telah melaksanakan berbagai proyek pengembangan gas, termasuk proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) di wilayah kerja Zona 12 Regional Indonesia Timur. Capaian produksi penuh JTB sebesar 192 MMSCFD menandai kontribusi signifikan PHE dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Baca JugaBCA Memperkuat Strategi Mitigasi untuk Menekan Risiko Kredit KPR
Nyimas Fauziah Rikani dari SKK Migas menegaskan peran penting industri hulu migas sebagai sumber pendapatan negara, dengan target produksi nasional yang ambisius hingga tahun 2033. Sementara itu, Arya juga menyoroti pencapaian PHE pada tahun 2023, termasuk peningkatan produksi gas yang signifikan.
PHE tidak hanya fokus pada aspek produksi, namun juga pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG). Melalui penilaian dari lembaga rating internasional, PHE berhasil meraih rating ESG yang positif. Mereka juga aktif dalam inisiatif global seperti United Nations Global Compact (UNGC) dan menerapkan teknologi ramah lingkungan seperti teknologi CCUS di lapangan Sukowati Field.
Dengan komitmen pada Prinsip Universal UNGC dan Zero Tolerance on Bribery, serta implementasi sistem manajemen anti penyuapan, PHE berusaha memastikan operasinya dilakukan dengan integritas dan keberlanjutan. Melalui pengelolaan operasi yang profesional dan bertanggung jawab, PHE bertekad menjadi perusahaan minyak dan gas bumi yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan memiliki tata kelola perusahaan yang baik.
Redaksi
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Komitmen Jasa Marga Pastikan Keamanan Berkendara Melalui Perbaikan Jalan Tol Japek
- Jumat, 06 Februari 2026
Jasa Marga Bekali Calon Karyawan Melalui Pembelajaran Inovatif di Rest Area Travoy
- Jumat, 06 Februari 2026
PTPP Perkuat Infrastruktur Hukum Lewat Pembangunan Gedung Baru Kejaksaan Agung RI
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Strategi KUR BRI Katalis Pertanian dan Ketahanan Pangan Nasional 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Medco Energi Amankan Kredit Rp8 Triliun dari BNI untuk Strategi Korporasi Masa Depan
- Jumat, 06 Februari 2026
Harga Emas Perhiasan 6 Februari 2026: Koreksi Tajam di Level Rp2,415 Juta
- Jumat, 06 Februari 2026
Permintaan Emas Dunia 2025 Cetak Rekor, Perubahan Pola Investor Global
- Jumat, 06 Februari 2026













