Schneider Electric Jadikan Batam Basis Smart Factory Asia Masa Depan
- Jumat, 27 Februari 2026
JAKARTA - Transformasi industri manufaktur berbasis teknologi pintar semakin menjadi fokus pengembangan sektor ekonomi modern di Indonesia.
Salah satu contoh nyata implementasi konsep tersebut dapat ditemukan pada fasilitas produksi milik Schneider Electric yang menjadikan Batam sebagai pusat pengembangan smart factory dan digitalisasi energi global.
Komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Indonesia diwujudkan melalui pembangunan ekosistem industri terintegrasi. Model pengembangan tersebut menggabungkan manufaktur cerdas, layanan berstandar internasional, serta transformasi digital dalam pengelolaan energi dan operasional produksi.
Baca JugaBlue Bird Siapkan 25.000 Armada untuk Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026 di Seluruh Indonesia
Batam dipilih sebagai lokasi strategis karena posisinya yang berada di kawasan Asia dengan potensi konektivitas perdagangan global yang tinggi. Kawasan ini dipandang memiliki daya dukung infrastruktur industri yang memungkinkan pengembangan manufaktur berteknologi tinggi secara berkelanjutan.
Transformasi Digital Dimulai Sejak 2017 di Batam
Transformasi digital pada fasilitas produksi Schneider Electric Manufacturing Batam (SEMB) telah dimulai sejak 2017. Proses modernisasi ini menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya saing perusahaan pada level global.
Batam Cluster Plant Director SEMB, Kodrat Sutarhadiyanto, menjelaskan bahwa perubahan sistem produksi dilakukan secara bertahap dari metode konvensional menuju sistem berbasis konektivitas real-time.
“Kami bergerak dari proses yang sebelumnya konvensional menjadi sistem yang terkoneksi secara real time. Semua peralatan utama terhubung ke sistem sehingga data produksi, konsumsi energi, hingga performa mesin dapat dipantau langsung,” ujarnya.
Pendekatan transformasi dimulai dengan pengembangan sistem deskriptif yang bertujuan menghadirkan visibilitas data secara menyeluruh. Selanjutnya, perusahaan mengadopsi teknologi machine learning untuk membangun model prediktif dalam mendeteksi potensi gangguan mesin.
Teknologi prediktif tersebut memungkinkan perusahaan melakukan pemeliharaan sebelum kerusakan terjadi. Sistem ini menggantikan pendekatan lama yang bersifat reaktif, di mana perbaikan dilakukan setelah mesin mengalami kerusakan.
Pada tahap lanjutan, SEMB mengembangkan sistem preskriptif berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Sistem ini mampu melakukan penyesuaian otomatis terhadap parameter operasional seperti suhu produksi dan konsumsi energi tanpa intervensi manusia.
Pengakuan Global Lighthouse Network dari WEF
Transformasi digital yang diterapkan di Batam membuahkan pengakuan internasional.
Pada 2019, fasilitas produksi Batam ditetapkan sebagai bagian dari World Economic Forum Global Lighthouse Network. Predikat ini diberikan kepada pabrik yang berhasil menerapkan konsep Revolusi Industri 4.0 secara terukur dan komprehensif.
Dari lebih dari 100 fasilitas manufaktur Schneider Electric di seluruh dunia, hanya sebagian kecil yang memperoleh pengakuan tersebut.
Kodrat Sutarhadiyanto menyatakan bahwa fasilitas Batam menjadi representasi Indonesia dalam jaringan manufaktur global perusahaan.
Hingga saat ini, lebih dari 500 perusahaan dan institusi telah melakukan kunjungan benchmarking untuk mempelajari implementasi konsep Making Indonesia 4.0 di fasilitas tersebut.
Dari sisi keamanan digital, sistem produksi menggunakan infrastruktur berbasis cloud global dengan standar keamanan siber ketat. Fasilitas Batam juga telah menjalani asesmen keamanan oleh Badan Siber dan Sandi Negara dan memperoleh skor tinggi pada indeks ketahanan manufaktur.
Keberlanjutan Energi dan Target Net Zero Carbon
Keberlanjutan lingkungan menjadi bagian penting dari strategi bisnis global perusahaan.
Secara internasional, Schneider Electric menetapkan target operasional net zero carbon pada tahun 2030.
Di fasilitas Batam, penggunaan energi terbarukan terus ditingkatkan secara bertahap. Optimalisasi konsumsi energi dilakukan melalui sistem manajemen berbasis kecerdasan buatan.
“Kami tidak hanya mengubah sumber energi menjadi lebih hijau, tetapi juga memastikan konsumsi energi semakin efisien dari tahun ke tahun,” ujar Kodrat.
Implementasi platform digital Schneider Electric EcoStruxure™ memberikan dampak nyata terhadap kinerja produksi.
Data internal perusahaan menunjukkan bahwa produktivitas meningkat sekitar 35 persen. Pada saat yang sama, konsumsi energi berhasil ditekan hingga 37 persen dan emisi karbon berkurang lebih dari 1.000 ton.
Downtime mesin juga mengalami penurunan signifikan hingga 44 persen dalam periode satu tahun setelah penerapan otomasi digital.
Smart Factory Batam dan Penguatan Ekosistem Talenta Lokal
Fasilitas Batam tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekosistem industri.
Produk yang dihasilkan mencakup berbagai perangkat kelistrikan dan otomasi, seperti relay, variable speed drives, sensor industri, circuit breakers, serta papan elektronik untuk pasar domestik dan ekspor.
Transformasi manufaktur mencakup sistem pemantauan real-time, analitik prediktif berbasis machine learning, dan prescriptive control yang mampu melakukan penyesuaian parameter mesin secara otomatis.
Program preventive maintenance juga diterapkan untuk memprediksi potensi kegagalan komponen sebelum terjadi kerusakan besar yang dapat mengganggu produksi.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Schneider Electric menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan di Batam, termasuk politeknik dan sekolah kejuruan.
Program kolaborasi meliputi kelas industri, magang terstruktur, serta pengembangan solusi digital oleh mahasiswa yang sebagian berpotensi diadopsi secara global.
Pendekatan ini bertujuan menciptakan sumber daya manusia lokal yang siap menghadapi era industri berbasis teknologi cerdas.
Batam Sebagai Hub Manufaktur Cerdas Global Masa Depan
Melalui integrasi teknologi smart factory, digitalisasi end-to-end, serta pembangunan talenta lokal, Schneider Electric menegaskan posisi Batam sebagai bagian dari jaringan manufaktur global.
Perusahaan ingin memastikan bahwa Batam tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat inovasi industri yang kompetitif di tingkat internasional.
Dengan dukungan teknologi digital, keberlanjutan energi, dan kolaborasi pendidikan, transformasi manufaktur di Batam diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri global.
Komitmen tersebut menjadi bukti bahwa masa depan manufaktur tidak hanya bertumpu pada volume produksi, tetapi juga pada kualitas teknologi, efisiensi energi, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Catat! Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo 27 dan 28 Februari 2026 dari Pagi sampai Malam
- Jumat, 27 Februari 2026
Jadwal Lengkap Bus DAMRI Jogja–YIA 27 Februari 2026, Cek Jam Operasional dan Tarif Terbaru
- Jumat, 27 Februari 2026
Berita Lainnya
Merdeka Gold Kirim 44,04 Kg Emas Dore Perdana ke Antam untuk Proses Pemurnian Proyek Pani
- Jumat, 27 Februari 2026
Catat! Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo 27 dan 28 Februari 2026 dari Pagi sampai Malam
- Jumat, 27 Februari 2026
Info Lengkap KA Bandara YIA Reguler dan Xpress 27 Februari 2026, Simak Jam dan Harga Tiket
- Jumat, 27 Februari 2026
Terpopuler
1.
Wamenimipas Apresiasi 5 Kantor Imigrasi Raih Predikat WBBM Terbaik
- 27 Februari 2026
2.
3.
4.
Cek Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Baru di Pekanbaru 2026
- 27 Februari 2026
5.
Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Syariah Rp9,8 Triliun pada 2025
- 27 Februari 2026










