SIG Catat Nol Fatalitas Sepanjang 2025, Produktivitas Operasional Tetap Optimal
- Jumat, 27 Februari 2026
JAKARTA - Menjaga kesinambungan operasional di industri semen bukan hanya soal kapasitas produksi dan distribusi, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu memastikan setiap insan yang terlibat bekerja dalam kondisi aman.
Di tengah masih tingginya angka kecelakaan kerja nasional, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sepanjang 2025 justru menorehkan capaian nihil fatalitas (recordable) di seluruh wilayah operasi pabrik semen. Hasil tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga produktivitas perusahaan tetap stabil sekaligus berkelanjutan.
Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan angka kecelakaan kerja nasional pada 2024 mencapai 300.000 kasus. Situasi ini menjadi pengingat bahwa tantangan keselamatan kerja masih nyata di berbagai sektor industri. Dalam konteks tersebut, capaian nol fatalitas yang diraih SIG pada 2025 mencerminkan keseriusan perusahaan dalam menempatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai prioritas utama, bukan sekadar kewajiban administratif.
Baca JugaBlue Bird Siapkan 25.000 Armada untuk Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026 di Seluruh Indonesia
Komitmen K3 sebagai Nilai Utama Perusahaan
Direktur Operasi SIG Reni Wulandari mengatakan, peringatan Bulan K3 Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan. "Bulan K3 Nasional juga menjadi pengingat komitmen SIG untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama yang tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK)," kata Reni dalam keterangan resmi. "tetapi juga untuk memastikan kenyamanan karyawan dan mitra Perusahaan dalam bekerja sehingga lebih optimal dan produktif."
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keselamatan kerja di lingkungan SIG dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis. Kenyamanan dan rasa aman karyawan diyakini berbanding lurus dengan peningkatan kinerja. Dengan demikian, produktivitas tidak dibangun dengan mengorbankan aspek keselamatan, melainkan justru diperkuat olehnya.
SIG memandang K3 sebagai budaya kerja yang harus hidup dalam setiap lini aktivitas, mulai dari operasional pabrik hingga distribusi. Komitmen ini tercermin dalam kebijakan yang diterapkan secara konsisten di seluruh entitas anak usaha.
Indikator Keselamatan Tekan Risiko Operasional
Reni menjelaskan, penerapan aspek K3 di SIG didukung komitmen manajemen melalui kebijakan dan standarisasi di seluruh anak usaha, serta pengawasan berkesinambungan yang menjadi wujud kepemimpinan di lapangan. Pendekatan ini memastikan bahwa standar keselamatan tidak hanya tertulis di atas kertas, tetapi benar-benar dijalankan dan diawasi secara rutin.
Selain nihil fatalitas, pada 2025 SIG mencatatkan Lost Time Injury Frequency Rate di angka 0,13 dari target 0,3 serta Lost Time Injury Severity Rate di angka 1,01 dari target 5. Capaian tersebut menunjukkan tingkat kecelakaan yang menyebabkan kehilangan waktu kerja berada jauh di bawah ambang target perusahaan.
SIG juga mencatat implementasi leading indicator melalui sejumlah program seperti Safety Observation Tour, Corporate Life Saving Rules (CLSR) improvement plan, Visible Safety Leadership (VSL) Ambassador, CSMS, Safety Academy hingga kesiapan respon darurat (emergency response preparedness). Rangkaian program tersebut dirancang untuk mendeteksi potensi bahaya sejak dini sekaligus membangun kesadaran kolektif di lingkungan kerja.
Pendekatan berbasis indikator ini menjadi instrumen penting dalam menekan risiko operasional. Dengan pemantauan yang terukur, potensi kecelakaan dapat diidentifikasi sebelum berkembang menjadi insiden serius.
Penghargaan atas Implementasi Budaya K3
Upaya konsisten dalam menerapkan budaya K3 membuahkan berbagai apresiasi eksternal. SIG meraih Zero Accident Award dari Kementerian Ketenagakerjaan, Tropi & Aditama Terbaik atas Pengelolaan Keselamatan Pertambangan dari Kementerian ESDM, serta Indonesian Conference & Competition on Occupational Safety & Health (ICC-OSH) Award.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas sistem manajemen keselamatan yang dijalankan perusahaan. Namun, lebih dari sekadar simbol prestasi, capaian ini memperkuat kredibilitas SIG sebagai korporasi yang menempatkan keselamatan sebagai fondasi operasional.
Di sektor industri berat seperti semen dan pertambangan bahan baku, risiko kerja tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Karena itu, sistem pencegahan dan pengendalian menjadi kunci utama. Pengakuan dari berbagai institusi menunjukkan bahwa standar yang diterapkan SIG telah memenuhi bahkan melampaui ekspektasi regulator.
Transformasi Menuju Visible-Felt Safety Leadership
Salah satu langkah strategis dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan SIG Group dilakukan melalui implementasi VSL, yakni keterlibatan aktif lini manajemen yang terjun langsung ke lapangan untuk berdialog, melakukan observasi, serta intervensi konstruktif ketika ditemukan kondisi maupun tindakan tidak aman.
Kehadiran pimpinan di area operasional bukan hanya untuk melakukan pengawasan, melainkan juga membangun komunikasi dua arah dengan pekerja. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
Untuk meningkatkan upaya tersebut, SIG juga mendorong transformasi menuju Visible-Felt Safety Leadership (VFSL). "Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap keselamatan," tutup dia.
Transformasi menuju VFSL menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan dampaknya oleh karyawan. Dengan pendekatan ini, keselamatan kerja tidak lagi dipandang sebagai instruksi sepihak dari manajemen, melainkan sebagai komitmen kolektif yang tumbuh dari kesadaran bersama.
Melalui kombinasi kebijakan yang terstandarisasi, indikator keselamatan yang terukur, keterlibatan aktif manajemen, serta penguatan budaya K3, SIG menunjukkan bahwa produktivitas dan keselamatan dapat berjalan beriringan. Capaian nol fatalitas sepanjang 2025 menjadi bukti bahwa strategi tersebut tidak hanya relevan, tetapi juga efektif dalam menjawab tantangan keselamatan kerja nasional.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Catat! Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo 27 dan 28 Februari 2026 dari Pagi sampai Malam
- Jumat, 27 Februari 2026
Jadwal Lengkap Bus DAMRI Jogja–YIA 27 Februari 2026, Cek Jam Operasional dan Tarif Terbaru
- Jumat, 27 Februari 2026
Berita Lainnya
Merdeka Gold Kirim 44,04 Kg Emas Dore Perdana ke Antam untuk Proses Pemurnian Proyek Pani
- Jumat, 27 Februari 2026
Catat! Jadwal Lengkap KRL Jogja Solo 27 dan 28 Februari 2026 dari Pagi sampai Malam
- Jumat, 27 Februari 2026
Info Lengkap KA Bandara YIA Reguler dan Xpress 27 Februari 2026, Simak Jam dan Harga Tiket
- Jumat, 27 Februari 2026
Terpopuler
1.
Wamenimipas Apresiasi 5 Kantor Imigrasi Raih Predikat WBBM Terbaik
- 27 Februari 2026
2.
3.
4.
Cek Jadwal dan Lokasi Penukaran Uang Baru di Pekanbaru 2026
- 27 Februari 2026
5.
Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Syariah Rp9,8 Triliun pada 2025
- 27 Februari 2026










