JAKARTA - Momentum Ramadhan kembali menjadi perhatian platform transportasi daring dalam memberikan dukungan kepada para mitra pengemudi.
Di tengah dinamika industri dan kebutuhan ekonomi yang meningkat jelang Lebaran, perusahaan mulai menyiapkan berbagai program tematik. Salah satunya adalah bantuan hari raya yang dirancang untuk mitra dengan kriteria tertentu. Langkah ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
inDrive berencana untuk memberikan bantuan hari raya kepada para mitra pengemudi. Kebijakan ini disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap kontribusi mitra selama setahun terakhir. Program tersebut tidak diberikan secara otomatis kepada seluruh pengemudi. Ada indikator performa yang menjadi dasar penilaian.
Baca JugaGrab Tingkatkan Kepemilikan Saham Super Bank Jadi 15,04 Persen
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan, BHR adalah inisiatif tahunan bagi pengemudi dengan kualifikasi kinerja tertentu. “Program tematik seperti BHR menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan kami,” kata Rio di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Pernyataan ini menegaskan konsistensi perusahaan menjalankan program serupa setiap tahun. Komitmen tersebut diklaim terus diperkuat.
Baca juga: Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Pastikan Ojol Kembali Terima THR Lebaran 2026. Informasi ini menjadi konteks tambahan terkait dukungan terhadap pengemudi transportasi daring. Isu kesejahteraan mitra memang menjadi perhatian publik. Pemerintah dan aplikator turut membahas skema terbaiknya.
Komitmen Berkelanjutan untuk Mitra
Rio menjelaskan, program BHR dirancang untuk menghadirkan dukungan yang relevan dengan kebutuhan pengemudi, sekaligus mendorong peningkatan kesadaran dan kemampuan dalam mengakses perlindungan sosial secara mandiri. Program ini tidak hanya berorientasi pada insentif finansial. Ada aspek edukasi yang ingin ditekankan perusahaan. Mitra diharapkan lebih memahami pentingnya perlindungan sosial.
“Kami berharap program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata serta terus berjalan secara berkelanjutan,” tambahnya. Harapan tersebut mencerminkan arah kebijakan jangka panjang perusahaan. Program tidak bersifat sesaat atau musiman semata. Keberlanjutan menjadi kata kunci dalam implementasinya.
Perusahaan memandang Ramadhan sebagai momentum tepat untuk menghadirkan skema dukungan tambahan. Kebutuhan ekonomi mitra biasanya meningkat pada periode tersebut. Oleh karena itu, bantuan hari raya dirancang lebih terukur. Skema yang diterapkan tetap berbasis performa.
Program ini juga menyesuaikan dinamika operasional dan capaian masing-masing mitra. Tidak ada pendekatan seragam dalam menentukan penerima manfaat. Setiap pengemudi memiliki peluang berbeda sesuai kinerjanya. Transparansi informasi menjadi bagian dari sistem yang diterapkan.
Skema Insentif dan Personal Goal
Selama program Ramadhan, skema insentif berupa personal goal atau bonus individu bagi para mitra umumnya diberikan dalam bentuk poin yang dapat dikumpulkan dan ditukarkan melalui aplikasi. Sistem poin ini telah diterapkan pada periode sebelumnya. Mekanisme tersebut dinilai memudahkan pemantauan capaian. Mitra dapat melihat progres secara langsung.
“Adapun kriteria untuk memperoleh personal goal tersebut tidak bersifat seragam, melainkan dapat berbeda antara satu mitra dengan mitra lainnya, menyesuaikan dengan performa maupun skema yang ditetapkan pada periode berjalan,” ujar dia. Skema ini memberi ruang fleksibilitas bagi perusahaan. Penyesuaian dilakukan berdasarkan evaluasi berkala. Setiap periode dapat memiliki indikator berbeda.
“Besaran bonus dan persyaratannya juga bisa berubah dari waktu ke waktu,” tambahnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa tidak ada angka tetap dalam program. Kebijakan dapat diperbarui sesuai kebutuhan bisnis. Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari dinamika operasional.
Dia mengatakan, seluruh informasi terkait target personal maupun bonus yang bisa diperoleh selama Ramadhan dapat dipantau langsung melalui aplikasi. Dengan demikian, para mitra dapat memantau capaian mereka secara transparan sekaligus mengetahui peluang insentif yang tersedia di setiap periode program. Akses informasi digital menjadi elemen penting. Sistem ini meminimalkan kesalahpahaman terkait perhitungan bonus.
Pembahasan Intensif Bersama Pemerintah
Rio menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dan berdiskusi intensif dengan pemerintah. Pembahasan ini bukan sekadar wacana, tetapi sudah masuk pada tahap yang lebih serius dan terstruktur. Dialog dilakukan untuk memastikan kesesuaian regulasi. Perusahaan ingin kebijakan selaras dengan arahan pemerintah.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan kembali melakukan pertemuan lanjutan untuk memperdalam pembahasan tersebut. Agenda ini menunjukkan adanya proses yang berkelanjutan. Koordinasi dilakukan secara formal dan sistematis. Setiap poin dibahas secara komprehensif.
Beberapa poin yang didiskusikan mencakup sistem keaktifan serta formulasi perhitungan BHR, termasuk mekanisme dan skema yang dinilai paling adil bagi para mitra. Aspek keadilan menjadi perhatian utama dalam perumusan kebijakan. Perhitungan insentif dipertimbangkan secara detail. Tujuannya agar tidak menimbulkan polemik di lapangan.
Seluruh masukan dan konsep juga sudah disiapkan dan disampaikan kepada pemerintah, yang mana saat ini masih dalam tahap pendalaman bersama. Proses ini menandakan bahwa kebijakan belum bersifat final. Evaluasi terus dilakukan sebelum implementasi penuh. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berharap skema BHR dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi para mitra pengemudi.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
Pemerintah Alokasikan 214 Juta Liter BBM Subsidi Bagi KAI Tahun 2026
- 26 Februari 2026
5.
Update Terbaru Bunga KUR BRI 2026: Apakah Masih 6 Persen Per Tahun?
- 26 Februari 2026







.jpg)
