Analisa IHSG Pekan Ini Berpotensi Naik 3 Persen Saham Energi BUMI Menarik
- Senin, 23 Februari 2026
JAKARTA - Optimisme pelaku pasar mulai kembali menguat menjelang perdagangan awal pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang naik hingga 3 persen menuju area resistance terdekat.
Proyeksi ini muncul di tengah fase konsolidasi yang dinilai sehat secara teknikal. Selain pergerakan indeks, sejumlah saham seperti BUMI, Dewa, hingga sektor energi disebut memiliki potensi upside menarik, bahkan mencapai 17 persen.
Dalam ulasan analisa teknikal terbaru untuk perdagangan Senin, IHSG ditutup tipis pada akhir pekan lalu dengan volume di bawah MA20. Kondisi tersebut mencerminkan keseimbangan antara tekanan jual dan beli. Artinya, meskipun belum ada dorongan besar, indeks juga tidak mengalami koreksi dalam. Situasi ini membuat ruang penguatan jangka pendek masih terbuka.
Baca JugaKemenag Siapkan Pembangunan Pendidikan Terpadu di IKN dengan Lahan Sekitar 21 Hektare
Secara teknikal, IHSG saat ini berada di fase konsolidasi sehat. Terdapat gap yang berpotensi ditutup dalam waktu dekat. Resistance terdekat berada sekitar 3 persen dari posisi terakhir indeks. Jika muncul sentimen positif atau katalis baru, maka peluang kenaikan menuju level tersebut semakin besar.
IHSG Stabil, Tunggu Sentimen Positif
Penutupan tipis IHSG di akhir pekan dinilai sebagai sinyal pasar yang relatif stabil. Tidak terlihat tekanan distribusi besar yang biasanya menjadi tanda pelemahan lanjutan. Meski demikian, volume transaksi yang masih rendah menunjukkan indeks membutuhkan dorongan tambahan. Tanpa katalis kuat, pergerakan cenderung terbatas.
Analis menilai, minimal IHSG perlu menyentuh area resistance terdekat sebelum menentukan arah berikutnya. Apabila mampu menembus level tersebut, potensi kenaikan lanjutan terbuka. Namun jika gagal breakout, skenario sideways masih lebih dominan. Investor pun disarankan tetap mencermati pergerakan volume sebagai konfirmasi.
Keseimbangan antara buyer dan seller saat ini menjadi kunci arah selanjutnya. Pasar belum menunjukkan tekanan jual agresif, tetapi juga belum ada akumulasi besar. Oleh karena itu, momentum positif tambahan sangat dibutuhkan agar indeks dapat bergerak lebih dinamis.
Saham BUMI dan Dewa dalam Fase Uji Kekuatan
Saham BUMI terkoreksi sekitar 2 persen pada akhir pekan. Menariknya, penurunan tersebut tidak diiringi lonjakan volume. Secara teknikal, kondisi ini disebut anomali dan kerap menjadi sinyal jeda sebelum tren berlanjut. Artinya, koreksi bisa saja bersifat sementara.
Resistance kuat saham BUMI berada di area 330. Untuk menembus level ini dibutuhkan power buy signifikan dari pelaku pasar besar. Jika koreksi berlanjut, area Fibonacci menunjukkan potensi support di kisaran 236–252. Level ini menjadi zona penting yang patut diawasi.
Dari sisi transaksi, broker AK tercatat melakukan penjualan cukup signifikan. Sementara broker MG sebelumnya mencatatkan akumulasi dan masih berada dalam posisi floating profit. Dengan kondisi tersebut, arah selanjutnya sangat bergantung pada aksi lanjutan big player.
Saham Dewa juga terkoreksi hampir 4 persen dengan volume mengecil. Secara teknikal, harga mengalami rejection di area resistance 655. Support kuat berada di kisaran 500–530 berdasarkan Fibonacci. Selama harga belum menembus trendline utama, koreksi masih dianggap wajar. Namun jika jebol 460, risiko penurunan lebih dalam terbuka.
Saham Energi Menguat Tajam, Masih Lanjut?
Sektor energi menjadi salah satu sorotan utama setelah mencatat kenaikan hingga 70 persen dari level bawahnya. Lonjakan tersebut dikaitkan dengan sentimen geopolitik global yang mendorong penguatan harga komoditas energi. Minat beli yang besar membuat sektor ini tampil dominan dalam beberapa waktu terakhir.
Saat ini saham energi berada di area resistance kuat 1680–1720. Meski sempat terjadi rejection, volume tinggi menunjukkan minat beli masih terjaga. Hal ini mengindikasikan peluang breakout tetap ada selama tekanan jual tidak meningkat signifikan.
Jika terjadi koreksi, area 1170–1300 menjadi batas koreksi sehat berdasarkan analisa teknikal. Selama masih bertahan di atas zona tersebut, tren naik jangka menengah dinilai belum berubah. Namun investor tetap perlu disiplin mengelola risiko.
BUVA, MINA dan Saham Lain Berpotensi Upside 17 Persen
Saham BUVA tengah mengalami koreksi dan telah menutup gap sebelumnya. Area support berada di 1035–1140. Jika mampu bertahan, target terdekat ada di 1845 dengan potensi upside sekitar 26 persen. Level ini menjadi acuan penting bagi trader jangka pendek.
Sementara saham MINA memiliki target di 446. Dari harga saat ini, terdapat potensi upside sekitar 17 persen. Namun dominasi transaksi oleh investor retail menjadi perhatian tersendiri. Biasanya, pergerakan lebih kuat terjadi ketika big player aktif melakukan akumulasi.
RAJA sudah menutup gap dan memiliki potensi upside 17 persen menuju resistance berikutnya. Meski demikian, support di 4.780 menjadi level krusial yang tidak boleh ditembus. Jika bertahan, peluang kenaikan masih terbuka.
PADI menghadapi potensi penurunan hingga 12 persen untuk menutup gap bawah di 116–119. INET sudah breakout trendline, tetapi rawan retest support sebelum melanjutkan kenaikan. ANTAM berpotensi koreksi sehat ke area 3.820–3.930 sebelum melanjutkan tren dengan upside sekitar 6 persen. Sementara HRTA telah menyentuh all time high di 2.800 dan berpeluang melanjutkan kenaikan jika breakout valid terjadi.
Investor Diminta Tidak FOMO
Analis mengingatkan investor untuk tidak FOMO dalam mengambil keputusan. Analisa teknikal seperti support-resistance, trendline, dan Fibonacci perlu dikombinasikan dengan analisa transaksi melalui broker summary. Pendekatan ini membantu membaca pergerakan big player yang kerap menjadi penggerak utama harga.
Pergerakan saham sangat dipengaruhi aksi institusi dan pemodal besar. Investor retail umumnya sulit menggerakkan harga tanpa dukungan dana besar. Oleh karena itu, disiplin dalam menentukan entry dan stop loss menjadi hal penting.
Dengan kondisi IHSG yang stabil dan sejumlah saham memiliki potensi upside hingga 17 persen, peluang tetap terbuka. Namun strategi yang terukur dan pengelolaan risiko yang ketat tetap menjadi kunci dalam menghadapi dinamika pasar pekan ini.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Garuda Indonesia Diskon Tiket Mudik Aceh Ramadhan 2026 Hingga 20 Persen
- Senin, 23 Februari 2026
Rekomendasi Tempat Berburu Takjil Jakarta Terpopuler Favorit Warga 2026
- Senin, 23 Februari 2026
Berita Lainnya
DPR Desak Kemenhub Upayakan Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 20 Persen
- Senin, 23 Februari 2026
Garuda Indonesia Tidak Ekspansi, Ini Fakta di Balik Pembelian 50 Boeing Untuk Maskapai
- Senin, 23 Februari 2026
TNI Percepat Rehabilitasi Bangunan SMPN 26 Takengon Hingga Capai 45 Persen
- Senin, 23 Februari 2026
Sinergitas TNI Dan Polri Jamin Keamanan Salat Tarawih Hari Ke 5 Di Bokondini
- Senin, 23 Februari 2026
Terpopuler
1.
Resep Kue Kering Tanpa Butter Enak Renyah Hemat Biaya Terbaru
- 23 Februari 2026
2.
3.
4.
5.
Rekomendasi Es Durian Jogja Terbaik untuk Takjil Ramadan 2026
- 23 Februari 2026





.jpg)





.jpg)
