Rabu, 11 Februari 2026

Harga Pangan Nasional Rabu 11 Februari 2026 Cabai Daging Tinggi

Harga Pangan Nasional Rabu 11 Februari 2026 Cabai Daging Tinggi
Harga Pangan Nasional Rabu 11 Februari 2026 Cabai Daging Tinggi

JAKARTA - Pergerakan harga bahan pokok kembali menjadi sorotan pada pertengahan pekan ini. 

Sejumlah komoditas utama tercatat masih bertahan di level tinggi, terutama cabai dan daging yang menjadi kebutuhan harian masyarakat. Kondisi ini memengaruhi pola belanja rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia kembali merilis perkembangan harga bahan pokok. Laporan rutin tersebut menjadi rujukan untuk memantau dinamika harga di berbagai daerah.

Baca Juga

Cek PIHPS Rabu 11 Februari 2026: Harga Cabai Rawit Merah Naik

Data terbaru yang dipantau pada Rabu pukul 08.14 WIB menunjukkan sejumlah komoditas masih berada di level tinggi, terutama kelompok cabai dan daging. Angka-angka ini mencerminkan kondisi pasar eceran secara nasional.

Berdasarkan pantauan nasional di tingkat pedagang eceran, harga bawang merah tercatat Rp44.000 per kilogram. Harga tersebut menunjukkan komoditas bumbu dapur masih relatif mahal.

Sementara itu, cabai rawit merah menyentuh Rp76.150 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas dengan harga paling tinggi saat ini. Angka ini membuat cabai kembali menjadi perhatian utama konsumen.

Cabai dan Bawang Masih Dominasi Harga Tinggi

Selain cabai rawit merah, harga bawang putih berada di angka Rp40.800 per kilogram. Komoditas impor ini turut memberi kontribusi pada beban belanja dapur.

Untuk jenis cabai lainnya, cabai merah besar dijual Rp44.200 per kilogram dan cabai merah keriting Rp45.700 per kilogram. Pergerakan harga ini menunjukkan seluruh jenis cabai berada pada kisaran tinggi.

Adapun cabai rawit hijau berada di level Rp54.150 per kilogram. Meski lebih rendah dari cabai rawit merah, nilainya tetap tergolong mahal dibandingkan komoditas sayuran lain.

Kenaikan harga cabai ini masih menjadi perhatian, mengingat komoditas tersebut merupakan bahan utama dalam konsumsi rumah tangga sehari-hari. Stabilitas harganya sangat berpengaruh terhadap inflasi pangan.

Harga Beras dari Kualitas Bawah hingga Super

Kelompok beras menunjukkan variasi harga berdasarkan kualitasnya. Segmentasi ini memberikan pilihan bagi konsumen sesuai daya beli dan kebutuhan.

Beras kualitas bawah I: Rp14.400 per kilogram.
Beras kualitas bawah II: Rp14.400 per kilogram.
Harga ini relatif lebih terjangkau dibandingkan kelas lainnya.

Beras kualitas medium I: Rp15.900 per kilogram.
Beras kualitas medium II: Rp15.750 per kilogram.
Kategori medium menjadi pilihan mayoritas rumah tangga.

Beras kualitas super I: Rp17.150 per kilogram.
Beras kualitas super II: Rp16.650 per kilogram.
Perbedaan harga ini mencerminkan segmentasi pasar berdasarkan mutu dan preferensi konsumen.

Daging, Gula, dan Minyak Goreng Ikut Dipantau

Daging ayam ras tercatat Rp41.200 per kilogram. Harga ini masih berada pada kisaran yang cukup tinggi untuk konsumsi rutin keluarga.

Daging sapi kualitas I berada di angka Rp143.450 per kilogram.
Daging sapi kualitas II dijual Rp136.000 per kilogram.
Kedua jenis daging sapi tersebut menunjukkan selisih harga berdasarkan mutu.

Gula pasir kualitas premium dibanderol Rp19.850 per kilogram,
Gula pasir lokal Rp18.400 per kilogram.
Perbedaan ini menunjukkan adanya variasi harga antara produk premium dan lokal.

Minyak goreng curah: Rp18.950 per liter.
Minyak goreng kemasan bermerek I: Rp22.600 per liter.
Minyak goreng kemasan bermerek II: Rp21.800 per liter.

Tak ketinggalan, telur ayam ras berada di harga Rp31.850 per kilogram. Komoditas ini menjadi salah satu sumber protein terjangkau yang tetap dibutuhkan masyarakat.

Data PIHPS Jadi Acuan Stabilitas Harga Pangan

Data PIHPS ini menjadi acuan penting untuk memantau stabilitas harga pangan nasional, khususnya bagi konsumen dan pelaku usaha yang terdampak langsung oleh fluktuasi harga bahan pokok. Informasi yang diperbarui secara berkala membantu pengambilan keputusan ekonomi.

Kondisi harga yang masih tinggi pada beberapa komoditas strategis menandakan perlunya perhatian terhadap distribusi dan pasokan. Terutama untuk cabai dan daging yang memiliki dampak besar pada konsumsi harian.

Pemantauan harga secara nasional juga berfungsi sebagai indikator tekanan inflasi pangan. Perubahan harga di tingkat eceran sering kali menjadi sinyal awal dinamika pasar yang lebih luas.

Dengan perkembangan terbaru ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan pola belanja secara bijak. Sementara itu, pelaku usaha dan pemerintah terus memantau agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga di tengah dinamika pasar.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Mudah Daftar Antrean KJP Pasar Jaya Secara Online 2026

Cara Mudah Daftar Antrean KJP Pasar Jaya Secara Online 2026

Harga BBM Turun Lagi di Rabu 11 Februari 2026, Cek Daftar Terbaru

Harga BBM Turun Lagi di Rabu 11 Februari 2026, Cek Daftar Terbaru

5 Pilihan Rumah Murah di Makassar, Harga Mulai Dari Rp 156 Juta

5 Pilihan Rumah Murah di Makassar, Harga Mulai Dari Rp 156 Juta

Menaker Dorong Penguatan Budaya K3 Nasional Lewat Lima Strategi Utama

Menaker Dorong Penguatan Budaya K3 Nasional Lewat Lima Strategi Utama

Prediksi 1,67 Juta Penumpang Padati Ketapang Gilimanuk Saat Lebaran 2026

Prediksi 1,67 Juta Penumpang Padati Ketapang Gilimanuk Saat Lebaran 2026