Rabu, 11 Februari 2026

Memahami Cara Kerja DCA: Rahasia Investor Crypto Tetap Tenang Di Tengah Volatilitas

Memahami Cara Kerja DCA: Rahasia Investor Crypto Tetap Tenang Di Tengah Volatilitas
Memahami Cara Kerja DCA: Rahasia Investor Crypto Tetap Tenang Di Tengah Volatilitas

JAKARTA - Meningkatnya minat investor terhadap strategi Dollar Cost Averaging (DCA) menandai pergeseran gaya investasi di pasar kripto—dari yang sebelumnya didominasi oleh spekulasi jangka pendek (trading) menjadi akumulasi jangka panjang (investing).

Strategi ini bekerja dengan prinsip matematika sederhana yang bertujuan untuk meredam risiko fluktuasi harga yang ekstrem.

Bagi investor yang ingin membangun kekayaan di masa depan melalui aset digital, memahami cara kerja teknis DCA adalah langkah awal untuk menghindari jebakan psikologis pasar.

Baca Juga

Mengapa AI Paling Pintar Sekalipun Masih Keok Hadapi Soal Matematika Orisinal?

Mekanisme Teknis: Bagaimana DCA Bekerja?

Prinsip utama DCA adalah konsistensi terhadap waktu dan nominal, bukan terhadap harga. Berikut adalah mekanisme kerjanya secara bertahap:

Penentuan Anggaran Tetap: Investor menetapkan nominal uang yang akan diinvestasikan (misalnya Rp500.000 per minggu).

Abaikan Fluktuasi Harga: Pembelian dilakukan tepat waktu sesuai jadwal, tanpa mempedulikan apakah harga sedang "hijau" (naik) atau "merah" (turun).

Akumulasi Unit Berbeda: * Saat harga turun, nominal Rp500.000 Anda akan mendapatkan jumlah koin yang lebih banyak.

Saat harga naik, nominal yang sama akan mendapatkan jumlah koin yang lebih sedikit.

Efek Rata-rata: Seiring berjalannya waktu, biaya perolehan aset Anda akan terakumulasi menjadi satu angka rata-rata yang sering kali lebih rendah daripada harga puncak pasar.

Simulasi Sederhana Efektivitas DCA

Misalkan Anda menginvestasikan Rp1.000.000 setiap bulan selama 3 bulan pada aset "Koin X":

BulanHarga Koin XNominal InvestasiJumlah Koin Didapat
Bulan 1Rp500.000Rp1.000.0002,0 koin
Bulan 2Rp250.000 (Turun)Rp1.000.0004,0 koin
Bulan 3Rp400.000 (Naik)Rp1.000.0002,5 koin
Total Rp3.000.0008,5 koin

Tanpa DCA (Beli semua di bulan 1): Anda hanya punya 6 koin.

Dengan DCA: Anda memiliki 8,5 koin dengan harga rata-rata per koin hanya Rp352.941, jauh di bawah harga beli pertama Anda (Rp500.000).

Mengapa Strategi Ini Relevan di Tahun 2026?

Di tengah pasar kripto yang semakin dewasa namun tetap fluktuatif, DCA menawarkan keunggulan yang tidak dimiliki strategi lain:

Mitigasi Risiko Timing Error: Anda tidak perlu takut membeli di "pucuk" (harga tertinggi), karena pembelian Anda tersebar di berbagai titik harga.

Kedisiplinan Finansial: Mengubah kebiasaan konsumtif menjadi produktif dengan menyisihkan dana secara rutin.

Pemanfaatan Fitur Otomatis: Saat ini hampir semua exchange kripto di Indonesia menyediakan fitur "Auto-Invest", yang memungkinkan sistem melakukan pembelian otomatis sehingga investor tidak perlu masuk ke aplikasi setiap jadwal beli tiba.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Antusiasme Tinggi Konsumen Indonesia Nantikan Kehadiran SUV Hybrid Denza B5

Antusiasme Tinggi Konsumen Indonesia Nantikan Kehadiran SUV Hybrid Denza B5

Dominasi BYD Kuasai 60 Persen Pasar Mobil Listrik Indonesia 2026

Dominasi BYD Kuasai 60 Persen Pasar Mobil Listrik Indonesia 2026

Profil Saint Kitts and Nevis Lawan Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Profil Saint Kitts and Nevis Lawan Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Profil Iga Swiatek Lawan Janice Tjen di Putaran Kedua Qatar Open

Profil Iga Swiatek Lawan Janice Tjen di Putaran Kedua Qatar Open

Nias Utara Kuliahkan Dokter Spesialis Demi Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat

Nias Utara Kuliahkan Dokter Spesialis Demi Tingkatkan Layanan Kesehatan Masyarakat