Jumat, 06 Februari 2026

Purbaya Nilai Kebijakan Terpadu Pemerintah Sukses Menguatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Purbaya Nilai Kebijakan Terpadu Pemerintah Sukses Menguatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

JAKARTA - Perubahan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tidak terjadi secara tiba-tiba. Di balik capaian positif tersebut, terdapat rangkaian kebijakan terpadu yang dijalankan pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi, menjaga daya beli, serta memperkuat likuiditas sektor keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, sinergi berbagai program strategis menjadi faktor utama yang mampu mengembalikan kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus membalikkan tren perlambatan yang sempat terjadi sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan. Khusus pada triwulan IV 2025, pertumbuhan bahkan mencapai 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak masa pandemi. Capaian ini dinilai mencerminkan keberhasilan langkah-langkah pemerintah dalam menstimulasi konsumsi, investasi, dan aktivitas sektor riil secara berkelanjutan.

Kebijakan Terpadu Menjadi Kunci Pemulihan Ekonomi

Baca Juga

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa kebijakan pemerintah dirancang secara terpadu agar mampu menjawab berbagai tantangan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas jangka panjang. Sejumlah program strategis dijalankan secara simultan, mulai dari penempatan dana pemerintah di perbankan hingga program sosial yang mendorong konsumsi rumah tangga.

Salah satu kebijakan utama adalah penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini bertujuan meningkatkan likuiditas perbankan sehingga penyaluran kredit ke sektor produktif dapat berjalan lebih lancar. Dengan ketersediaan dana yang memadai, perbankan memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan pembiayaan kepada dunia usaha, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sejumlah program strategis lainnya yang berorientasi pada penguatan daya beli masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di tingkat lokal melalui peningkatan permintaan terhadap produk pangan dan jasa pendukung.

Pertumbuhan Ekonomi 2025 Capai Level Tertinggi Sejak Pandemi

Data BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi nasional mulai kembali ke jalur pertumbuhan yang sehat setelah melewati periode ketidakpastian global dan dampak pandemi.

Pada triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi bahkan menembus 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak pandemi melanda. Pencapaian tersebut mencerminkan membaiknya berbagai indikator ekonomi, mulai dari konsumsi rumah tangga, investasi, hingga kinerja ekspor.

Menurut Purbaya, hasil tersebut merupakan buah dari kebijakan fiskal yang ekspansif namun tetap terukur, serta koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan sektor perbankan. Sinergi ini dinilai krusial dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas makroekonomi.

Dampak Penempatan Dana pada Aktivitas Sektor Riil

Penempatan dana Rp200 triliun di perbankan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong aktivitas sektor riil. Dengan meningkatnya likuiditas, perbankan dapat menurunkan biaya dana dan memperluas penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif.

Langkah ini memberikan stimulus langsung terhadap dunia usaha, terutama pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Akses pembiayaan yang lebih mudah memungkinkan pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan distribusi, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Efek berantai dari kebijakan ini juga terlihat pada meningkatnya konsumsi masyarakat. Ketika aktivitas usaha bergerak dan pendapatan meningkat, daya beli pun ikut terangkat. Hal ini menciptakan siklus positif yang berkontribusi pada penguatan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Optimisme Pemerintah terhadap Momentum Pertumbuhan

Purbaya menyampaikan keyakinannya bahwa momentum pertumbuhan yang telah terbentuk akan terus berlanjut dan semakin menguat pada tahun-tahun mendatang. Pemerintah, menurutnya, berkomitmen menjaga kesinambungan kebijakan agar perekonomian tetap berada pada lintasan yang sehat dan inklusif.

Ia menegaskan, kunci utama keberlanjutan pertumbuhan adalah konsistensi dalam menjalankan kebijakan, disiplin fiskal, serta penguatan koordinasi antar lembaga. Pemerintah juga terus memantau dinamika global yang berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi domestik, termasuk volatilitas harga komoditas, kebijakan moneter global, dan perkembangan geopolitik.

Dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis data, pemerintah berharap dapat merespons berbagai tantangan secara cepat dan tepat, sehingga stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Sinergi Program Strategis dan Stabilitas Makroekonomi

Selain kebijakan fiskal dan moneter, pemerintah juga menempatkan perhatian besar pada penguatan program strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Program MBG, misalnya, tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga mendukung sektor pertanian, peternakan, dan distribusi pangan.

Program-program tersebut dirancang agar saling melengkapi dengan kebijakan makroekonomi, sehingga tercipta ekosistem pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Ke depan, pemerintah berkomitmen memperkuat fondasi ekonomi melalui reformasi struktural, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta percepatan transformasi digital. Langkah-langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nasional dan daya saing Indonesia di kancah global.

Dengan kombinasi kebijakan terpadu, dukungan sektor keuangan, serta penguatan program sosial, pemerintah optimistis arah pertumbuhan ekonomi nasional akan semakin solid. Capaian 2025 menjadi pijakan penting untuk melangkah menuju target pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif di masa depan.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Investasi EBT Triliunan Buka Peluang Asuransi Energi Hijau bagi ACA

Investasi EBT Triliunan Buka Peluang Asuransi Energi Hijau bagi ACA

BI dan Bank of Korea Perpanjang Swap Mata Uang Lokal Hingga 2031

BI dan Bank of Korea Perpanjang Swap Mata Uang Lokal Hingga 2031

Jasindo Syariah Tetap Optimistis Kelola SBSN Seiring Arah Suku Bunga BI

Jasindo Syariah Tetap Optimistis Kelola SBSN Seiring Arah Suku Bunga BI