JAKARTA - Perubahan harga kebutuhan pokok kembali terjadi di Jawa Timur.
Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan harga pada hari ini, sementara sebagian lainnya tercatat stabil atau bahkan turun. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya pemantauan harga sembako secara berkala, terutama bagi rumah tangga yang harus menyesuaikan pengeluaran di tengah dinamika pasar.
Berdasarkan pantauan terbaru, harga gas elpiji, cabai rawit merah, telur ayam ras, serta minyak goreng kemasan premium tercatat mengalami kenaikan.
Baca JugaMudik Gratis Kereta Api 2026 Resmi Dibuka Awal, Warga Sumsel Bisa Mendaftar Sekarang
Di sisi lain, harga telur ayam kampung justru menunjukkan tren penurunan. Fluktuasi ini mencerminkan kondisi pasar yang masih dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pasokan hingga biaya distribusi.
Informasi harga sembako menjadi acuan penting bagi masyarakat dalam merencanakan belanja harian. Dengan mengetahui perubahan harga sejak awal, rumah tangga dapat mengatur prioritas konsumsi agar pengeluaran tetap terkendali.
Pengertian dan Cakupan Sembako
Sembako merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Komoditas ini berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari, sehingga pergerakan harganya sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Sembilan bahan pokok tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam. Selain itu, cabai juga menjadi kebutuhan dapur penting yang pergerakan harganya kerap menjadi perhatian karena volatilitasnya cukup tinggi.
Update Harga Sembako Jawa Timur 6 Februari 2026
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, berikut daftar harga rata-rata sembako di Jawa Timur pada Jumat, 6 Februari 2026:
Beras premium: Rp14.811/kg
Beras medium: Rp12.965/kg
Gula kristal putih: Rp16.508/kg
Minyak goreng curah: Rp18.733/kg
Minyak goreng kemasan premium: Rp20.630/liter
Minyak goreng kemasan sederhana: Rp17.477/liter
Minyak goreng Minyakita: Rp16.435/liter
Daging sapi paha belakang: Rp119.086/kg
Daging ayam ras: Rp36.442/kg
Daging ayam kampung: Rp69.177/kg
Telur ayam ras: Rp27.873/kg
Telur ayam kampung: Rp45.309/kg
Susu kental manis merek Bendera: Rp12.455/370 gr
Susu kental manis merek Indomilk: Rp12.369/370 gr
Susu bubuk merek Bendera: Rp41.743/400 gr
Susu bubuk merek Indomilk: Rp40.938/400 gr
Garam bata: Rp1.772
Garam halus: Rp9.324/kg
Cabai merah keriting: Rp29.609/kg
Cabai merah besar: Rp27.962/kg
Cabai rawit merah: Rp76.824/kg
Bawang merah: Rp33.969/kg
Bawang putih: Rp32.506/kg
Gas elpiji: Rp19.988
Harga-harga tersebut merupakan rata-rata di Jawa Timur dan dapat berbeda di tiap pasar.
Komoditas Mengalami Kenaikan dan Penurunan
Berdasarkan perbandingan dengan hari sebelumnya, beberapa komoditas mengalami perubahan harga. Gas elpiji tercatat naik Rp227 atau 1,15 persen. Minyak goreng kemasan premium naik Rp316 atau 1,55 persen. Cabai rawit merah mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar Rp2.634 atau 3,55 persen. Telur ayam ras juga naik Rp364 atau 1,32 persen.
Sementara itu, harga telur ayam kampung justru turun Rp658 atau 1,43 persen. Perbedaan arah pergerakan harga ini menunjukkan bahwa kondisi pasokan dan permintaan setiap komoditas tidak selalu sama.
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga Sembako
Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Salah satu yang utama adalah keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga cenderung naik. Sebaliknya, pasokan melimpah dapat menekan harga.
Cuaca juga menjadi faktor penting. Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mengganggu produksi pertanian dan distribusi, sehingga menyebabkan pasokan berkurang dan harga naik. Selain itu, kebijakan pemerintah seperti impor, subsidi, pajak, dan regulasi perdagangan turut memengaruhi harga di pasar.
Kenaikan biaya produksi, termasuk harga pupuk, bahan bakar, dan upah tenaga kerja, dapat meningkatkan biaya distribusi dan berdampak langsung pada harga jual. Fluktuasi nilai tukar juga berpengaruh, terutama untuk komoditas yang masih bergantung pada impor.
Inflasi dan kondisi ekonomi yang tidak stabil turut memperbesar tekanan harga. Di sisi lain, masalah rantai distribusi seperti kendala logistik dan transportasi dapat menyebabkan keterlambatan pasokan, yang berujung pada kenaikan harga di tingkat konsumen.
Pentingnya Pengawasan Harga
Fluktuasi harga sembako yang terjadi hampir setiap hari menunjukkan perlunya pengawasan berkelanjutan. Pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat perlu berperan aktif menjaga stabilitas pasokan dan harga agar daya beli tetap terjaga.
Bagi masyarakat, memantau harga sembako secara rutin dapat membantu mengatur strategi belanja yang lebih bijak. Sementara itu, kebijakan yang tepat dan responsif sangat dibutuhkan agar gejolak harga tidak berdampak luas pada kesejahteraan rumah tangga di Jawa Timur.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Komitmen Jasa Marga Pastikan Keamanan Berkendara Melalui Perbaikan Jalan Tol Japek
- Jumat, 06 Februari 2026
Jasa Marga Bekali Calon Karyawan Melalui Pembelajaran Inovatif di Rest Area Travoy
- Jumat, 06 Februari 2026
PTPP Perkuat Infrastruktur Hukum Lewat Pembangunan Gedung Baru Kejaksaan Agung RI
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Ucapan Hari Australia dari Prabowo Tegaskan Hubungan Tetangga Dekat Mitra Strategis Regional
- Jumat, 06 Februari 2026
Suzuki eVitara Masuk Pasar Mobil Listrik Indonesia dengan Strategi Nilai Premium Berbeda
- Jumat, 06 Februari 2026
Regulasi Keselamatan Baru Cina Ubah Desain Mobil Listrik dan Tren Gagang Pintu
- Jumat, 06 Februari 2026












