JAKARTA - Menjelang awal Februari 2026, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) dan pelaku usaha BBM melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku mulai 6 Februari 2026 di seluruh SPBU Indonesia. Penyesuaian ini menunjukkan kecenderungan penurunan untuk sebagian besar jenis BBM non-subsidi.
Harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan seri BBM diesel hasil produksi Pertamina tercatat turun dibandingkan periode sebelumnya. Misalnya, Pertamina Dex turun menjadi sekitar Rp 13.500 per liter dari level sebelumnya Rp 13.600 per liter. Penurunan ini merupakan bagian dari kebijakan penyesuaian harga BBM secara berkala.
Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi tetap dipatok pada level harga yang sama seperti sebelumnya, menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah untuk menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil masih berlanjut.
Baca JugaMassiv Thunder EV: Aki 12V Revolusioner yang Didesain untuk Mobil Listrik Indonesia
Harga BBM Subsidi & Non-Subsidi: Tak Semua Turun
Walau headline utama menyoroti penurunan, perlu dicatat bahwa tidak semua jenis bahan bakar ikut tersentuh perubahan harga. Di bawah ini uraian singkatnya:
BBM Subsidi:
Pertalite tetap dijual dengan harga Rp 10.000 per liter.
Solar Subsidi pun stabil di angka Rp 6.800 per liter.
BBM Non-Subsidi:
Banyak jenis non-subsidi mengalami penurunan harga menjelang 6 Februari 2026, seperti Pertamina Dex dan produk Pertamax Series.
Fakta bahwa harga BBM bersubsidi tidak berubah membantu menegaskan fokus kebijakan pemerintah untuk tetap memberikan kejelasan dan kepastian bagi konsumen yang paling banyak menggunakan produk subsidi.
Rinciannya Per Wilayah: Harga BBM di Seluruh SPBU RI
Berikutnya, daftar harga BBM yang berlaku di berbagai wilayah Indonesia mulai berlaku pada 6 Februari 2026 — sesuai update resmi yang dirangkum oleh CNBC Indonesia.
Sumatera:
Pertalite: Rp 10.000
Pertamax: Sekitar Rp 12.100 – Rp 12.400
Pertamax Turbo: Sekitar Rp 13.000 – Rp 13.250
Dexlite: Sekitar Rp 13.550 – Rp 13.850
Pertamina Dex: Sekitar Rp 13.800 – Rp 14.100
Jabodetabek & Jawa:
Pertalite: Rp 10.000
Pertamax: Rp 11.800
Pertamax Green 95: Rp 12.450
Pertamax Turbo: Rp 12.700
Dexlite: Rp 13.250
Pertamina Dex: Rp 13.500
Wilayah FTZ (Zona Perdagangan Bebas):
Pertamax bisa lebih murah, misalnya di Batam sekitar Rp 11.300 – Rp 12.050 tergantung jenis BBM.
Daftar ini memperlihatkan bahwa meskipun ada penurunan harga BBM pada beberapa jenis, ada pula variasi yang dipengaruhi oleh kebijakan pajak daerah (PBBKB) dan biaya logistik untuk setiap wilayah.
Mengapa Harganya Berubah? Perspektif Kebijakan & Pasar
Penyesuaian harga BBM non-subsidi bukan terjadi secara tiba-tiba. Sistem penetapan harga BBM di Indonesia mengikuti formula penyesuaian berkala yang dipengaruhi oleh beberapa faktor:
Fluktuasi harga minyak mentah di pasar global.
Perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Kebijakan terkait distribusi dan biaya logistik.
Kebijakan ini dioperasikan oleh Pertamina Patra Niaga sebagai bagian rangkaian penetapan harga BBM yang kompetitif dan wajar. Penyesuaian dilakukan agar harga jual BBM non-subsidi tetap mencerminkan kondisi pasar tanpa membebani konsumen secara berlebihan.
Dampak Bagi Konsumen & Kepastian Harga
Bagi pengguna BBM, terutama pemilik kendaraan bermotor, perubahan harga BBM non-subsidi memberikan beberapa dampak nyata:
Penggunaan BBM Non-Subsidi jadi lebih terjangkau di beberapa wilayah berbeda.
Harga BBM Subsidi tetap stabil mempertahankan daya beli masyarakat yang paling luas menggunakan jenis BBM ini.
Perbedaan harga antar wilayah masih mungkin ada sebagai konsekuensi berbeda besaran pajak daerah dan biaya distribusi.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengantisipasi pengeluaran bahan bakar sesuai daerahnya masing-masing tanpa kaget terhadap perubahan mendadak.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal Samsat Keliling Jadetabek Jumat Ini Layani Warga Empat Belas Wilayah
- Jumat, 06 Februari 2026
Insentif PPN 2026 Perkuat Permintaan Properti Hunian di Kawasan Industri Jawa Barat
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Peran Industri Sawit dalam Mengokohkan Energi dan Menekan Pengeluaran Devisa Negara
- Jumat, 06 Februari 2026
Optimisme di Balik Rantai Pasok: Logistik Indonesia Diproyeksikan Tumbuh Tajam
- Jumat, 06 Februari 2026
Dermaga Logistik PSN Wanam Hampir Rampung, Operasional Ditargetkan Maret 2026
- Jumat, 06 Februari 2026













