Jumat, 06 Februari 2026

Audit Keselamatan KAI Daop 6 Jamin Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Audit Keselamatan KAI Daop 6 Jamin Kelancaran Mudik Lebaran 2026
Audit Keselamatan KAI Daop 6 Jamin Kelancaran Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Menghadapi siklus tahunan lonjakan penumpang pada masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengambil langkah preventif dengan memperketat pengawasan kelaikan armada. Melalui kerja sama strategis dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, audit komprehensif atau ramp check mulai digelar untuk memastikan setiap aspek teknis dan fasilitas penunjang berada dalam kondisi prima sebelum arus mudik tiba.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah dan operator untuk memberikan jaminan keamanan tanpa kompromi bagi jutaan pemudik yang diprediksi akan memadati stasiun-stasiun di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sinergi Otoritas Transportasi Demi Standar Keselamatan

Baca Juga

Komitmen Jasa Marga Pastikan Keamanan Berkendara Melalui Perbaikan Jalan Tol Japek

Kegiatan inspeksi yang berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026, ini menitikberatkan pada sinkronisasi antara standar operasional internal KAI dengan regulasi keselamatan nasional. Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa audit ini bukan sekadar prosedur rutin, melainkan instrumen vital untuk menjaga kepercayaan publik yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi utama mereka.

"Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami. Melalui ramp check bersama DJKA ini, kami memastikan seluruh sarana dan fasilitas stasiun telah memenuhi standar pelayanan,” ungkap Feni saat memberikan keterangan kepada awak media di Solo, Jawa Tengah.

Sinergi antara KAI dan regulator ini bertujuan untuk menutup celah risiko sekecil apa pun di lapangan, sehingga kelancaran mobilitas masyarakat selama momentum hari raya dapat berlangsung tanpa hambatan berarti.

Audit Menyeluruh Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 48 Tahun 2015. Regulasi tersebut menetapkan parameter baku mengenai Standar Pelayanan Minimum angkutan kereta api yang wajib dipenuhi oleh operator. Fokus audit tidak hanya berhenti pada komponen teknis gerbong dan lokomotif, tetapi juga menyentuh aspek-aspek detail yang memengaruhi kenyamanan penumpang.

Pemeriksaan mencakup ketersediaan dan keberfungsian fasilitas keselamatan, tingkat kebersihan gerbong, hingga standar kenyamanan baik di dalam rangkaian kereta maupun di seluruh area publik stasiun. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa peningkatan volume penumpang tidak akan menurunkan kualitas layanan yang diterima oleh masyarakat.

Sebaran Lokasi Inspeksi dan Daftar Armada Terdampak

Audit kelaikan ini menyisir berbagai simpul transportasi penting yang berada di bawah kendali Daop 6. Stasiun-stasiun besar yang menjadi objek pemeriksaan antara lain Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, Wates, Maguwo, hingga stasiun penghubung seperti Klaten, Solo Balapan, dan Solo Jebres. Bahkan, fasilitas di Stasiun Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pun tidak luput dari pantauan ketat tim gabungan.

Selain infrastruktur stasiun, tim auditor melakukan pengecekan mendalam terhadap 34 rangkaian kereta api yang menjadi tulang punggung mobilitas di wilayah tersebut. Rangkaian kereta yang menjalani ramp check mencakup berbagai kelas layanan, mulai dari kereta eksekutif seperti KA Argo Lawu, Argo Dwipangga, Taksaka, dan Manahan, hingga kereta kelas campuran dan ekonomi seperti Lodaya, Sancaka, Joglosemarkerto, Progo, dan Bogowonto.

Komitmen pada Keberlanjutan dan Keandalan Operasional

Bagi KAI Daop 6, kesiapan menghadapi Angkutan Lebaran adalah cerminan dari keseriusan perusahaan dalam mengelola layanan transportasi publik secara profesional. Sinergi yang dibangun bersama DJKA diharapkan mampu memperkuat sistem pengamanan perjalanan kereta api di tengah tekanan jumlah penumpang yang tinggi.

"Kami ingin memastikan seluruh unsur pelayanan, mulai dari sarana, prasarana hingga petugas, siap mendukung kelancaran mobilitas masyarakat,” tutur Feni menambahkan.

Lebih lanjut, Feni menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dampak jangka panjang terhadap reputasi moda transportasi rel. Melalui audit berkala, keandalan operasional dapat terus ditingkatkan demi menjaga loyalitas masyarakat.

"Kami berharap, melalui pemeriksaan berkala ini, keandalan operasional tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api terus meningkat selama Angkutan Lebaran 2026," pungkasnya.

Dengan berakhirnya rangkaian ramp check ini, KAI Daop 6 Yogyakarta optimistis dapat menyambut arus mudik 2026 dengan performa armada yang optimal, sekaligus memberikan rasa tenang bagi para penumpang yang akan kembali ke kampung halaman untuk merayakan lebaran bersama keluarga.

David

David

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PTPP Perkuat Infrastruktur Hukum Lewat Pembangunan Gedung Baru Kejaksaan Agung RI

PTPP Perkuat Infrastruktur Hukum Lewat Pembangunan Gedung Baru Kejaksaan Agung RI

Stabilitas Keuangan PTPP Terjaga Usai Pemegang Obligasi Restujui Perpanjangan Tenor Instrumen

Stabilitas Keuangan PTPP Terjaga Usai Pemegang Obligasi Restujui Perpanjangan Tenor Instrumen

Transformasi Layanan PLN Mudahkan Masyarakat Laporkan Potensi Bahaya Listrik Secara Digital

Transformasi Layanan PLN Mudahkan Masyarakat Laporkan Potensi Bahaya Listrik Secara Digital

Upaya PLN Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Pemeliharaan Jaringan di Wilayah Bali Timur

Upaya PLN Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Pemeliharaan Jaringan di Wilayah Bali Timur

Antusiasme Pemudik Tinggi Terlihat Dari Penjualan Ratusan Ribu Tiket Lebaran KAI

Antusiasme Pemudik Tinggi Terlihat Dari Penjualan Ratusan Ribu Tiket Lebaran KAI