Jumat, 06 Februari 2026

Asuransi Siap Tambah Amunisi di Pasar Modal: Fokus Utama pada Saham LQ45

Asuransi Siap Tambah Amunisi di Pasar Modal: Fokus Utama pada Saham LQ45
Asuransi Siap Tambah Amunisi di Pasar Modal: Fokus Utama pada Saham LQ45

JAKARTA - Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi membuka ruang lebih luas bagi perusahaan asuransi untuk memperkuat perannya di pasar modal.

Kebijakan kenaikan limit investasi saham hingga 20% disambut positif oleh pelaku industri sebagai langkah strategis untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan menjaga stabilitas indeks di tengah guncangan global.

Strategi Penempatan: Mengapa Saham LQ45?

Baca Juga

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM

Industri asuransi tidak akan sembarangan dalam menempatkan tambahan modalnya. Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia, Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe, menegaskan bahwa fokus utama investasi akan tertuju pada indeks LQ45.

Berikut adalah alasan mengapa saham LQ45 menjadi pilihan utama:

Likuiditas Tinggi: Memudahkan perusahaan asuransi untuk masuk dan keluar pasar tanpa mengganggu stabilitas harga secara drastis.

Kapitalisasi Pasar Besar: Sejalan dengan karakter dana asuransi yang membutuhkan aset yang kokoh (blue chip).

Stabilitas & Keberlanjutan: Menjamin keamanan dana nasabah dalam jangka panjang dibandingkan saham-saham dengan volatilitas tinggi.

Fungsi Strategis Investor Institusional Domestik

Peningkatan kapasitas investasi asuransi mengemban misi penting bagi ketahanan ekonomi nasional:

Peredam Fluktuasi Pasar: Menjadi "penyangga" saat terjadi arus keluar dana asing (capital outflow) besar-besaran agar IHSG tidak jatuh terlalu dalam.

Keseimbangan Struktur Investor: Mengurangi dominasi investor asing sehingga pasar modal Indonesia lebih resilien dan tidak mudah goyang oleh sentimen global.

Indikator Kedalaman Pasar: Investor domestik yang kuat merupakan sinyal bagi dunia internasional bahwa pasar modal Indonesia sehat dan berkelanjutan.

Kapasitas vs Kewajiban: Tetap Mengutamakan Kehati-hatian

Dody mengingatkan bahwa kenaikan limit ini harus dilihat sebagai perluasan kapasitas investasi, bukan instruksi untuk membelanjakan seluruh dana secara otomatis.

Prinsip kehati-hatian (prudential principle) tetap menjadi kompas utama bagi pengelola dana asuransi guna memastikan keamanan aset pemegang polis di atas segalanya.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026

Investasi EBT Triliunan Buka Peluang Asuransi Energi Hijau bagi ACA

Investasi EBT Triliunan Buka Peluang Asuransi Energi Hijau bagi ACA

BI dan Bank of Korea Perpanjang Swap Mata Uang Lokal Hingga 2031

BI dan Bank of Korea Perpanjang Swap Mata Uang Lokal Hingga 2031

Jasindo Syariah Tetap Optimistis Kelola SBSN Seiring Arah Suku Bunga BI

Jasindo Syariah Tetap Optimistis Kelola SBSN Seiring Arah Suku Bunga BI