Sabtu, 07 Februari 2026

Era Baru Otomotif: Mobil Listrik Resmi Salip Mobil Bensin di Pasar Eropa

Era Baru Otomotif: Mobil Listrik Resmi Salip Mobil Bensin di Pasar Eropa
Era Baru Otomotif: Mobil Listrik Resmi Salip Mobil Bensin di Pasar Eropa

JAKARTA - Sejarah baru tercipta di pengujung tahun 2025. Untuk pertama kalinya, penjualan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) berhasil mengungguli mobil berbahan bakar bensin di kawasan Uni Eropa.

Pencapaian ini menandai pergeseran struktural dalam mobilitas global menuju kendaraan ramah lingkungan.

Pencapaian Historis di Eropa (Desember 2025)

Baca Juga

PaninBank Perkenalkan MyPanin: Aplikasi Layanan Perbankan Digital Terbaru untuk Transaksi Lebih Mudah

Berdasarkan data terbaru dari European Automobile Manufacturers Association (ACEA), terjadi persaingan ketat di pasar Uni Eropa pada bulan Desember 2025:

Jenis KendaraanPangsa Pasar (Desember 2025)Tren Penjualan
Mobil Listrik Murni (BEV)22,6%Naik signifikan 51% (YoY)
Mobil Bensin Murni22,5%Turun 19% (YoY)

Analisis Tren Tahunan:

Meskipun BEV unggul di bulan Desember, secara akumulatif sepanjang tahun 2025, mobil bensin masih memimpin pasar. Namun, pertumbuhan BEV sangat pesat, yakni dari 13,6% di tahun 2024 menjadi 17,4% di tahun 2025.

Sementara itu, mobil Hybrid masih menjadi primadona transisi dengan menguasai lebih dari 30% pangsa pasar sepanjang tahun, menunjukkan bahwa konsumen masih mengandalkan teknologi mesin ganda sebelum beralih sepenuhnya ke listrik.

Pasar Mobil Listrik Indonesia: Meroket 141%

Tidak hanya di Eropa, Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif di sektor kendaraan listrik. Sepanjang tahun 2025, distribusi mobil listrik nasional mencetak rekor baru.

Volume Penjualan (Wholesales): 103.931 unit (naik dari 43.188 unit di 2024).

Persentase Kenaikan: 141%.

Pangsa Pasar Nasional: Mobil listrik kini menyumbang 12,93% dari total penjualan mobil nasional (803.687 unit).

Lonjakan ini dipicu oleh semakin kompetitifnya harga kendaraan listrik serta infrastruktur pengisian daya yang mulai merata di berbagai daerah.

Faktor Pendorong & Tantangan Kedepan

Peralihan besar-besaran ini didorong oleh beberapa faktor kunci, namun tetap dihadapkan pada dinamika kebijakan:

Regulasi Emisi: Aturan ketat di Uni Eropa memaksa produsen beralih ke nol emisi.

Biaya Baterai: Harga baterai yang semakin murah membuat harga jual mobil listrik kian kompetitif.

Dinamika Kebijakan: Muncul diskusi mengenai pelonggaran target emisi 2035 di Eropa, sementara di Indonesia terdapat wacana pengalihan insentif untuk pengembangan mobil nasional (Mobnas).

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

TNI AD Pastikan Seskab Teddy Wijaya Jalani Pendidikan Reguler Sekolah Staf Komando

TNI AD Pastikan Seskab Teddy Wijaya Jalani Pendidikan Reguler Sekolah Staf Komando

Kepesertaan BPJS Pasien Cuci Darah Dijanjikan Aktif Kembali Tanpa Hambatan Layanan

Kepesertaan BPJS Pasien Cuci Darah Dijanjikan Aktif Kembali Tanpa Hambatan Layanan

Wapres Gibran Tinjau Pengungsi Tanah Bergerak Tegal Pastikan Negara Hadir Melindungi

Wapres Gibran Tinjau Pengungsi Tanah Bergerak Tegal Pastikan Negara Hadir Melindungi

Peneliti BRIN Temukan Bakteri Tanah Kunyit Berpotensi Antikanker Payudara Efektif Rendah Toksisitas

Peneliti BRIN Temukan Bakteri Tanah Kunyit Berpotensi Antikanker Payudara Efektif Rendah Toksisitas

Catatan Lengkap Bongkar Pasang Kabinet Prabowo Hingga Kini

Catatan Lengkap Bongkar Pasang Kabinet Prabowo Hingga Kini