INET Raih Dana Rights Issue Rp3,2 Triliun Didukung Kepercayaan Investor Pasar Modal
- Senin, 02 Februari 2026
JAKARTA - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk atau INET mencatatkan capaian penting di awal 2026 melalui aksi korporasi penambahan modal.
Rights issue yang digelar perseroan tidak hanya berhasil menghimpun dana dalam jumlah besar, tetapi juga menunjukkan respons pasar yang sangat kuat. Tingginya partisipasi pemegang saham menjadi sinyal positif atas arah strategi bisnis dan rencana ekspansi perusahaan di sektor infrastruktur digital nasional.
Keberhasilan rights issue ini dinilai menjadi fondasi penting bagi INET dalam mempercepat pengembangan jaringan dan memperkuat struktur permodalan. Dengan fokus pada penyediaan infrastruktur digital yang terjangkau, perusahaan menempatkan pendanaan ini sebagai bagian dari langkah jangka panjang untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan daya saing di industri teknologi.
Baca JugaEkspansi MRT Timur Barat Jadi Magnet Baru Properti Blok M Hingga Balaraja
Rights Issue Oversubscribed Dan Partisipasi Tinggi
Emiten infrastruktur teknologi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed dalam pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Nilai emisi rights issue tersebut mencapai Rp3,2 triliun dan disambut antusias oleh para pemegang saham. Hampir seluruh pemegang HMETD memanfaatkan haknya dalam aksi korporasi ini.
Muhammad Arif selaku Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi pemegang HMETD mencapai 99,3%. Sementara itu, sisa 0,7% HMETD yang tidak dilaksanakan justru memicu pemesanan tambahan dengan dana masuk mencapai 52 kali lipat dari jumlah saham yang tersedia. Kondisi ini mencerminkan minat investor yang sangat tinggi.
“Dengan demikian, pada aksi korporasi ini mengalami oversubscribed yang sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap strategi jangka panjang WIFI maupun komitmen perseroan dalam membangun infrastruktur digital yang terjangkau di seluruh Indonesia,” paparnya dalam keterangan resmi, Senin.
Rincian Saham Dan Tujuan Penggunaan Dana
Dalam pelaksanaan rights issue tersebut, INET menawarkan sebanyak 12,8 miliar saham baru kepada publik. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp250 per saham, sehingga total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp3,2 triliun. Aksi ini menjadi salah satu rights issue terbesar di sektor infrastruktur teknologi dalam beberapa waktu terakhir.
Manajemen INET menyampaikan bahwa dana hasil rights issue akan digunakan untuk mendukung ekspansi jaringan serta kebutuhan modal kerja, baik bagi perseroan maupun entitas anak. Pendanaan ini diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai proyek strategis yang telah direncanakan, sejalan dengan target pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Langkah penghimpunan dana melalui pasar modal dinilai memberikan fleksibilitas pembiayaan yang lebih optimal. Selain itu, struktur permodalan yang lebih kuat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas INET dalam menangkap peluang pertumbuhan di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas digital nasional.
Penguatan Anak Usaha Melalui Setoran Modal
Berdasarkan prospektus perseroan, sebagian besar dana rights issue akan dialokasikan untuk memperkuat anak usaha. Sekitar Rp2,94 triliun dari total dana akan disalurkan sebagai setoran modal kepada PT Garuda Prima Internetindo. Entitas ini merupakan anak usaha baru yang menjadi motor utama ekspansi jaringan INET.
Garuda Prima Internetindo akan menggunakan dana tersebut untuk mengembangkan jaringan Fiber to the Home dengan teknologi WiFi 7. Proyek ini ditargetkan menjangkau sekitar 2 juta pelanggan di wilayah Bali dan Lombok. Selain pengembangan jaringan, dana juga akan digunakan untuk memperkuat modal kerja guna mendukung operasional.
Sementara itu, sebesar Rp215,38 miliar akan dialokasikan kepada anak usaha lainnya, yakni PT Pusat Fiber Indonesia. Dana ini digunakan untuk melunasi biaya Indefeasible Right of Use jaringan kabel bawah laut kepada PT Jejaring Mitra Persada. Sisa dana rights issue akan dimanfaatkan sebagai modal kerja perseroan.
Rencana Pendanaan Lanjutan Obligasi Dan Sukuk
Tidak berhenti pada rights issue, INET juga menyiapkan langkah pendanaan lanjutan melalui penerbitan surat utang. Berdasarkan catatan Bisnis, perseroan akan menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah dengan total nilai mencapai Rp1 triliun. Masing masing instrumen direncanakan bernilai Rp500 miliar.
Dalam prospektus yang diterbitkan, INET akan menerbitkan Obligasi I Sinergi Inti Tahun 2026 dengan nilai pokok Rp500 miliar. Obligasi ini terbagi menjadi dua seri, yakni seri A dengan jangka waktu 370 hari dan seri B dengan tenor 3 tahun. Skema ini memberikan pilihan investasi sesuai profil risiko investor.
“Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 6 Mei 2026,”. Ketentuan ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam menjaga transparansi dan kepastian bagi investor obligasi.
Struktur Penerbitan Dan Peringkat Utang
Secara bersamaan, INET juga menerbitkan Sukuk Ijarah I dengan nilai Rp500 miliar. Sukuk ini memiliki periode dan pembagian seri yang sama dengan obligasi. Pembayaran cicilan imbalan ijarah pertama juga dijadwalkan pada 6 Mei 2026, sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam prospektus.
Untuk kualitas kredit, obligasi INET memperoleh peringkat single A. Sementara itu, sukuk ijarah mendapatkan peringkat Single A Syariah. Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
PT KB Valbury Sekuritas dan PT RHB Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai penjamin emisi sekaligus pelaksana penerbitan surat utang. Adapun peran wali amanat dipercayakan kepada PT Bank KB Indonesia Tbk. Dengan struktur pendanaan ini, INET optimistis dapat memperkuat ekspansi bisnis dan menjaga pertumbuhan berkelanjutan di sektor infrastruktur digital Indonesia.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Indomobil eMotor Perkuat Pasar Motor Listrik Nasional Lewat Peluncuran QT Series Terbaru
- Jumat, 06 Februari 2026
Linktown Relokasi Kantor Surabaya Perkuat Ekspansi Pasar Properti Jawa Timur Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Ciputra Fokus Optimalkan Mal Eksisting Saat Pasokan Baru Terbatas 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Tokopedia dan TikTok Shop Dorong Penjual Affiliate Menembus Pasar Global
- Jumat, 06 Februari 2026












