Sabtu, 07 Februari 2026

Juventus Tantang Galatasaray Di Play-off Liga Champions Dengan Ancaman Victor Osimhen

Juventus Tantang Galatasaray Di Play-off Liga Champions Dengan Ancaman Victor Osimhen
Juventus Tantang Galatasaray Di Play-off Liga Champions Dengan Ancaman Victor Osimhen

JAKARTA - Juventus kembali diuji di panggung Eropa pada fase krusial Liga Champions 2025/2026. 

Hasil undian mempertemukan Bianconeri dengan Galatasaray pada babak play-off, sebuah duel yang langsung menyedot perhatian publik. Pertemuan ini dipandang sebagai salah satu laga paling menantang, mengingat reputasi wakil Turki tersebut yang terkenal sulit ditaklukkan.

Bukan hanya faktor atmosfer Istanbul yang menjadi sorotan. Galatasaray juga datang dengan kekuatan skuad yang mumpuni, berisi pemain-pemain berpengalaman di level tertinggi Eropa. Kombinasi tekanan suporter dan kualitas individu membuat Juventus dituntut tampil sempurna sejak leg pertama.

Baca Juga

Hansi Flick Ungkap Strategi Barcelona Raih Gelar Liga Champions Musim Ini

Juventus sendiri menyadari bahwa fase ini menjadi penentu langkah mereka ke babak 16 Besar Liga Champions. Kesalahan kecil bisa berujung fatal, sehingga pendekatan matang dan fokus penuh menjadi syarat mutlak untuk melewati rintangan ini.

Undian Berat Di Tengah Ambisi Eropa Juventus

Bagi Juventus, menghadapi Galatasaray bukan sekadar pertandingan biasa. Lawan yang akan dihadapi memiliki sejarah panjang di kompetisi Eropa dan kerap tampil solid ketika bermain di kandang. Hal ini menjadikan duel dua leg nanti sarat tekanan dan membutuhkan kesiapan menyeluruh.

Direktur Juventus, Giorgio Chiellini, menegaskan bahwa undian ini jauh dari kata mudah. Ia menilai Galatasaray sebagai tim yang komplet dan berbahaya di berbagai sektor permainan. Menurutnya, Juventus tidak boleh hanya fokus pada satu pemain, melainkan keseluruhan kekuatan lawan.

Persiapan taktik, mental, hingga detail kecil akan sangat menentukan. Juventus harus mampu menjaga keseimbangan antara bertahan disiplin dan memanfaatkan peluang yang muncul, terutama pada leg pertama di Istanbul.

Galatasaray Dengan Kekuatan Kolektif Berbahaya

Galatasaray memasuki babak play-off dengan kepercayaan diri tinggi. Klub raksasa Turki tersebut tidak hanya mengandalkan aura kandang yang angker, tetapi juga memiliki komposisi pemain yang solid di setiap lini. Kedalaman skuad menjadi salah satu keunggulan utama mereka.

Chiellini menilai Galatasaray sebagai tim kuat dengan pemain-pemain hebat. Ia menyebut bahwa meski Juventus akan memainkan leg kedua di kandang sendiri, performa di Istanbul tetap krusial untuk menentukan arah pertandingan.

“Mereka adalah tim yang kuat dengan pemain-pemain hebat. Kami akan memainkan leg kedua di kandang, jadi tidak akan berakhir di Istanbul, tetapi kami harus bermain bagus di stadion itu untuk memainkan permainan kami," ucap kata Chiellini kepada Sky Sport Italia.

Victor Osimhen Jadi Sorotan Utama Duel

Di antara deretan pemain Galatasaray, nama Victor Osimhen paling banyak mendapat perhatian. Striker asal Nigeria itu menjadi tumpuan utama tim dan kerap menjadi pembeda dalam laga-laga besar. Ketajaman, kecepatan, dan kekuatan fisiknya menjadikannya ancaman serius bagi lini belakang Juventus.

Chiellini menegaskan bahwa Osimhen memang harus mendapat pengawasan khusus. Namun, ia juga mengingatkan bahwa Galatasaray tidak hanya bergantung pada satu pemain. Kekuatan mereka tersebar di berbagai lini, sehingga Juventus harus waspada secara kolektif.

"Kita semua mengenal Osimhen, tetapi mereka juga kuat di lini lain," tegas Chiellini. Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus berlebihan pada satu pemain justru bisa membuka celah di area lain.

Reuni Lama Dan Kenangan Pahit Di Istanbul

Laga ini juga menghadirkan cerita menarik di balik layar. Victor Osimhen akan kembali berhadapan dengan Luciano Spalletti, sosok yang pernah bekerja sama dengannya saat membawa Napoli menjuarai Serie A 2022/2023. Kini, keduanya bertemu sebagai lawan di Liga Champions dengan kepentingan berbeda.

Bagi Chiellini, duel melawan Galatasaray membangkitkan memori lama yang tidak menyenangkan. Pada 2013, Juventus harus tersingkir di fase grup Liga Champions setelah kalah di Istanbul dalam kondisi lapangan bersalju. Kekalahan itu masih membekas hingga kini.

"Kami kalah di lapangan, dan saya bahkan melakukan kesalahan fatal, terlepas dari salju dan kondisi lapangan. Sekarang kami adalah dua tim yang berbeda," kata Chiellini. Ia menekankan bahwa masa lalu menjadi pelajaran penting, bukan beban.

Fokus Juventus Menatap Dua Leg Penentuan

Meski dihantui kenangan lama dan ancaman pemain bintang lawan, Juventus memilih menatap laga ini dengan perspektif baru. Tim telah berubah, begitu pula Galatasaray. Kondisi saat ini menuntut pendekatan berbeda, dengan fokus pada kekuatan sendiri dan disiplin menjalankan rencana permainan.

Juventus memahami bahwa kunci lolos ke babak 16 Besar ada pada konsistensi di dua leg. Hasil di Istanbul memang penting, tetapi performa di kandang sendiri juga harus dimaksimalkan. Setiap detail, mulai dari konsentrasi hingga efektivitas peluang, akan berperan besar.

Dengan persiapan matang dan kewaspadaan tinggi terhadap ancaman Victor Osimhen serta kekuatan kolektif Galatasaray, Juventus berharap bisa melewati play-off ini. Tantangan berat sudah menanti, dan Bianconeri dituntut membuktikan kapasitasnya di panggung Eropa.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama Barcelona dengan Dribel Paling Efektif Liga Spanyol

Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama Barcelona dengan Dribel Paling Efektif Liga Spanyol

Eden Hazard Nilai Kenan Yildiz Lebih Cocok Bersinar Bersama Real Madrid

Eden Hazard Nilai Kenan Yildiz Lebih Cocok Bersinar Bersama Real Madrid

Persib Bandung Hadapi Malut United dalam Duel Krusial Papan Atas

Persib Bandung Hadapi Malut United dalam Duel Krusial Papan Atas

Cristiano Ronaldo Absen Lagi, Al Nassr Hadapi Al Ittihad Tanpa Andalan Utama

Cristiano Ronaldo Absen Lagi, Al Nassr Hadapi Al Ittihad Tanpa Andalan Utama

Spalletti Kritik Keputusan Juventus Usai Tersingkir Telak dari Atalanta Coppa Italia

Spalletti Kritik Keputusan Juventus Usai Tersingkir Telak dari Atalanta Coppa Italia