Investasi Kabupaten Bandung Lampaui Target Sektor Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama
- Jumat, 30 Januari 2026
JAKARTA - Arus investasi yang masuk ke Kabupaten Bandung menunjukkan performa yang semakin solid dan konsisten.
Capaian realisasi penanaman modal yang melampaui target memperlihatkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di daerah tersebut terus terjaga. Kondisi ini tidak hanya mencerminkan kekuatan ekonomi lokal, tetapi juga menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan kepastian dan kemudahan berusaha.
Sepanjang periode pelaporan terakhir, total investasi yang terealisasi berhasil menembus Rp9,68 triliun. Nilai ini melampaui target pemerintah daerah yang dipatok sebesar Rp9,61 triliun atau setara dengan tingkat ketercapaian 100,9 persen. Dibandingkan capaian sebelumnya sebesar Rp8,98 triliun, terdapat kenaikan nilai investasi sekitar Rp703 miliar atau tumbuh kurang lebih 7,83 persen, menandakan tren ekspansi yang berkelanjutan.
Baca JugaDukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM
Pertumbuhan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Dorongan utama berasal dari kuatnya arus modal dalam negeri serta adanya kepastian hukum yang dibangun melalui sinkronisasi regulasi tata ruang. Faktor-faktor ini membuat Kabupaten Bandung semakin kompetitif sebagai tujuan investasi, khususnya bagi sektor industri pengolahan.
Kontribusi Modal Dalam Negeri Masih Dominan
Dari sisi komposisi, Penanaman Modal Dalam Negeri masih menjadi tulang punggung realisasi investasi di Kabupaten Bandung. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bandung, Ben Indra Agusta, menyampaikan bahwa kontribusi PMDN mencapai Rp6,86 triliun atau sekitar 70,85 persen dari total realisasi investasi.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing menyumbang Rp2,82 triliun atau setara 29,15 persen. Meski porsinya lebih kecil dibanding PMDN, peran PMA tetap dinilai signifikan dalam mendorong transfer teknologi, peningkatan kualitas industri, serta perluasan jaringan pasar.
“Realisasi penanaman modal di Kabupaten Bandung secara konsisten menunjukkan kurva meningkat sejak tahun 2021, bahkan tren positif ini tetap terjaga sejak masa pandemi Covid-19,” kata Ben Indra Agusta saat dikonfirmasi. Pernyataan ini menegaskan bahwa daya tahan ekonomi daerah cukup kuat menghadapi berbagai tantangan eksternal.
Industri Pengolahan Jadi Magnet Investor
Jika dilihat berdasarkan klasifikasi sektor usaha, industri pengolahan masih menjadi magnet utama bagi para pemodal. Pada kategori PMA, aliran investasi terbesar tercatat mengarah ke sektor industri kimia dan farmasi dengan nilai Rp663 miliar. Sektor ini dinilai memiliki prospek jangka panjang seiring meningkatnya kebutuhan produk kesehatan dan kimia.
Selain itu, industri makanan juga mencatatkan investasi signifikan sebesar Rp554 miliar. Posisi berikutnya ditempati industri karet dan plastik dengan nilai Rp522 miliar. Ketiga sektor tersebut menunjukkan bahwa investor asing melihat Kabupaten Bandung sebagai lokasi strategis untuk pengembangan industri berbasis manufaktur.
Dominasi industri pengolahan mencerminkan kesiapan infrastruktur serta ketersediaan sumber daya pendukung yang memadai. Hal ini sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor bernilai tambah tinggi.
Tekstil Dan Properti Kuasai PMDN
Pada kategori PMDN, sektor tekstil masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp2,05 triliun. Industri ini telah lama menjadi salah satu identitas ekonomi Kabupaten Bandung dan terus menarik minat investor domestik karena ekosistemnya yang relatif matang.
Di posisi kedua, sektor properti dan kawasan industri mencatatkan nilai investasi sebesar Rp1,71 triliun. Pembangunan kawasan industri dan properti penunjang dinilai penting untuk mengakomodasi kebutuhan ekspansi usaha serta mendukung aktivitas ekonomi lainnya.
Sementara itu, sektor jasa lainnya menyumbang investasi sekitar Rp991 miliar. Kontribusi sektor ini menunjukkan adanya diversifikasi investasi, sehingga ketergantungan terhadap satu sektor dapat diminimalkan dan risiko ekonomi daerah menjadi lebih terkelola.
Perizinan Dan Kepastian Tata Ruang
Menurut Ben, peningkatan realisasi investasi tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam menyederhanakan birokrasi perizinan. Salah satu instrumen hukum yang krusial adalah Peraturan Bupati Nomor 239 Tahun 2025 terkait pendelegasian wewenang penyelenggaraan perizinan.
Regulasi tersebut memberikan kejelasan proses serta mempercepat layanan kepada investor. Selain itu, kepastian tata ruang melalui Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Detail Tata Ruang yang komprehensif menjadi faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi.
“Kepastian tata ruang melalui RTRW dan RDTR yang komprehensif menjadi kunci bagi investor dalam mengalkulasi risiko dan peluang di daerah,” ujar Ben. Dengan kejelasan ini, investor dapat merencanakan kegiatan usahanya secara lebih terukur dan berkelanjutan.
Strategi Penguatan Investasi Ke Depan
Menyongsong periode berikutnya, Pemerintah Kabupaten Bandung berencana melakukan akselerasi dengan menggali potensi investasi di sektor-sektor baru yang belum tergarap optimal. Langkah ini bertujuan memperluas basis ekonomi daerah sekaligus menciptakan peluang usaha baru.
Selain itu, pengawasan terhadap Laporan Kegiatan Penanaman Modal akan diperketat guna memastikan komitmen investasi benar-benar terealisasi di lapangan. Pemerintah daerah juga berkomitmen menggencarkan promosi investasi untuk menjaring lebih banyak pemodal, baik dari dalam maupun luar negeri.
Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan dampak turunan yang luas, mulai dari peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal hingga pertumbuhan kesejahteraan masyarakat. Dengan fondasi kebijakan yang semakin kuat, Kabupaten Bandung optimistis dapat mempertahankan momentum positif investasi secara berkelanjutan.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Jasindo Syariah Tetap Optimistis Kelola SBSN Seiring Arah Suku Bunga BI
- Jumat, 06 Februari 2026










