Jumat, 03 April 2026

Investasi Sulawesi Selatan Kuartal I 2025 Capai Rp3,93 Triliun, Sektor Pertambangan Dominasi

Investasi Sulawesi Selatan Kuartal I 2025 Capai Rp3,93 Triliun, Sektor Pertambangan Dominasi
Investasi Sulawesi Selatan Kuartal I 2025 Capai Rp3,93 Triliun, Sektor Pertambangan Dominasi

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan bahwa realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2025 mencapai Rp3,93 triliun, mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 56,84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja investasi ini didorong oleh peningkatan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), serta kontribusi sektor-sektor strategis yang mendominasi perekonomian daerah.
 

Dominasi PMDN dan PMA
 

Dari total investasi yang tercatat, PMDN berkontribusi sebesar Rp2,42 triliun, sementara PMA mencapai Rp1,51 triliun. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulsel, Asrul Sani, menyatakan bahwa "Melonjaknya capaian investasi ini didorong menguatnya penanaman modal dari sektor pertambangan." Pernyataan ini menegaskan bahwa sektor pertambangan menjadi pilar utama dalam menarik investasi ke Sulsel.

David

David

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

11 Emiten Jumbo Siap IPO 2026 Bursa Efek Indonesia Catat Sektornya

11 Emiten Jumbo Siap IPO 2026 Bursa Efek Indonesia Catat Sektornya

Bank Indonesia Luncurkan Repo Valas Perkuat Likuiditas Dan Stabilitas Rupiah Nasional

Bank Indonesia Luncurkan Repo Valas Perkuat Likuiditas Dan Stabilitas Rupiah Nasional

Harga Emas Perhiasan Turun Hari Ini 30 Maret 2026 Termurah Segini

Harga Emas Perhiasan Turun Hari Ini 30 Maret 2026 Termurah Segini

Harga Emas Antam Turun 30 Maret 2026 Selisih Buyback Jadi Sorotan

Harga Emas Antam Turun 30 Maret 2026 Selisih Buyback Jadi Sorotan

Harga Perak Antam Turun Tajam 30 Maret 2026 Investor Waspadai Tren

Harga Perak Antam Turun Tajam 30 Maret 2026 Investor Waspadai Tren