Elnusa Umumkan Pembagian Dividen Tunai 323 Miliar Rupiah

Ilustrasi PT Elnusa Tbk umumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 323 miliar untuk Tahun Buku 2025. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:17:32 WIB

JAKARTA – PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, resmi memutuskan pembagian dividen tunai sejumlah Rp 323 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada Senin (8/6/2026) di Jakarta.

Keputusan ini menjadi penegasan komitmen ELSA dalam menghadirkan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 45% dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk, atau bernilai Rp 44,29 per saham. Nilai ini mencatatkan peningkatan sebesar 13% dibandingkan dengan dividen tahun sebelumnya, yang mencerminkan konsistensi ELSA dalam meningkatkan kinerja sekaligus memberikan imbal hasil yang menarik bagi investor.

Sebagaimana diketahui, sepanjang tahun buku 2025 ELSA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 718 miliar dengan pendapatan usaha mencapai Rp 14,5 triliun. Pencapaian ini didorong oleh kenaikan aktivitas jasa hulu migas, penguatan di sektor bisnis distribusi dan logistik energi, serta kontribusi dari berbagai inovasi teknologi yang terus dikembangkan oleh perusahaan.

Selain membagikan dividen yang lebih besar, ELSA juga mengalokasikan Rp 395 miliar atau 55% dari laba bersih sebagai laba ditahan. Dana ini digunakan untuk mendukung ekspansi usaha, memperkuat struktur permodalan, serta mengembangkan teknologi dan kapabilitas operasional.

Langkah ini menunjukkan strategi perusahaan dalam menyeimbangkan optimalisasi keuntungan bagi pemegang saham dengan penciptaan nilai jangka panjang.

Dalam beberapa tahun terakhir, ELSA terus meningkatkan daya saing melalui investasi pada teknologi, pembaruan peralatan, digitalisasi proses bisnis, dan pengembangan solusi energi bernilai tambah tinggi.

Inovasi seperti In-Line Inspection (ILI), Hydraulic Fracturing, Pertasolven, hingga penggunaan teknologi digital serta Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian dari strategi ELSA untuk memacu produktivitas dan memperlebar jangkauan pasar.

ELSA juga aktif memperkuat posisinya di kancah internasional, yang terbukti dari keberhasilan pelaksanaan proyek survei seismik maritim di Thailand serta pengembangan pasar di wilayah Afrika Utara. Ekspansi ini membuka peluang pertumbuhan baru dan memperluas basis pendapatan perusahaan di luar pasar domestik.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, mengungkapkan bahwa kenaikan dividen tahun ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis ELSA di masa depan. Kebijakan ini juga menunjukkan kemampuan ELSA dalam mencetak kinerja keuangan yang sehat dengan tetap menjaga ruang untuk bertumbuh.

"Dengan fundamental yang kuat, portofolio bisnis yang semakin terdiversifikasi, serta fokus pada inovasi dan teknologi, Perseroan optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham maupun mitra bisnis,” ujar Rustam dalam keterbukaan informasi, Selasa (9/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain menyetujui penggunaan laba bersih, RUPST ELSA juga mengesahkan seluruh mata acara rapat lainnya. Hal ini mencakup pengesahan laporan tahunan dan keuangan Tahun Buku 2025, penunjukan auditor eksternal untuk Tahun Buku 2026, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, serta perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan susunan pengurus.

Ke depannya, ELSA akan terus mengakselerasi transformasi berbasis teknologi, memperkuat kapasitas operasional, mengembangkan solusi energi terintegrasi, serta menangkap peluang pertumbuhan di sektor energi nasional maupun internasional.

Berbekal kinerja yang solid, disiplin keuangan, dan strategi ekspansi yang terukur, ELSA optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan serta meningkatkan nilai perusahaan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Reporter: Akbar